MENU
icon label
image label
blacklogo

Airspeeder Mk3 Desain Mobil Terbang Octo Copter Untuk Kejuaraan Balap

MAY 25, 2021@17:00 WIB | 315 Views

Airspeeder Mk3 dikembangkan kali pertama sebagai karya fiksi ilmiah, namun belakangan  perusahaan telah meningkatkan produksi untuk  produksi pertama di semester kedua tahun 2021 ini.  Sementara Alauda Aeronautics, sedang membangun 10 contoh, yang rencananya bakap diterbangkan dari jarak jauh (remoted). Jika uji coba konsep tersebut berhasil, akan diperbanyak di tahun 2022.

Body Airspeeder Mk3 dibuat dari serat karbon dan dilengkapi 8 rotor penggerak baling-baling pada 4 sudutnya. Dengan rotor tersebut, diklaim mampu dikendalikan lebih baik saat membelok, dibandingkan helikopter konvensional maupun pesawat terbang biasa. Teknologi 5G dikembangkan untuk melebihi kecepatan Formula 1.

Powertrain menghasilkan tenaga 429bhp, yang kinerjanya melebih Audi SQ7. Airspeed punya bobot hanya 130 kg. Sementara thrust to weight ratio lebih besar dari yang dicapai F-15E Strike Eagle. Airspeeder Mk3 punya 3.5 untuk skala flying car dibandingkan 1.2 untuk skala jet tempur. Kontruksi yang super ringan membuat kecepatan 100kpj hanya dalam 2,8 detik.

Sejumlah nama besar ikut memberikan share knowledge untuk pengembangan flying car ini. Sebut saja dari McLaren, Tom Walkinshaw Racing dan Brabham untuk perkembangan drivetrain. Proyek Airspeeder MK3 ini dipimpin oleh Bret Hill, yang juga berpengalaman dalam pengembangan dinamika penerbangan pada program Boeing 747-8.

Sebagai flying Racing car, rencananya balapan juga bakal dikembangkan seperti rules di Formula 1, meski sirkuitnya adalah di udara bukan di aspal.  Setiap octo-copter juga diharuskan pitstop untuk penggantian baterai. Airspeeder telah memangkas waktu 14 detik untuk mekanisme penggantian baterai kosong menjadi terisi.

Felix Pierron, Kepala Desain untuk Airspeed dan Alauda menitikberatkan pengembangannya untuk balap. "Prinsipnya, pengembangan Speeders hanya untuk balap. Sementara pendekatan desain lebih mengadopsi desain mobil balap era 1950 dan 1960," ungkap Pierron.

Greget seorang desainer mobil terbang (flying car) memadukan keindahan desain, teknologi dan aerodinamika cukup menonjol pada Airspeeder Mk3 ini. 

"Sebagai seorang desainer, tidak ada tempat yang baik untuk memulai. Saya senang hal ini dikembangkan dari coretan kertas, kemudian bisa terbang cepat di udara," tutup Pierron dikutip dari laman Autoexpress.co.uk. [Ahs/timBX] 

Tags :

#
airspeeder mk3,
#
flying racing car,
#
octo copter,
#
blackbox