MENU
icon label
image label
blacklogo

Tips: Berkendara Tenang saat Puasa - Siasati Waktu kritis ini

JUN 18, 2017@14:00 WIB | 729 Views

Berpuasa di bulan Ramadhan pastinya dapat menyebabkan perubahan dalam pola hidup seseorang terhadap jadwal makan dan istirahat. Dari perihal tersebut, bila kita bisa pandai mengatur kembali pola hidup, tentu sangat berpengaruh terhadap kegiatan mengemudi, seperti kurangnya fokus dan konsentrasi yang dapat mengakibatkan kecelakaan serius.

Bagi para driver, sebaiknya pahami perubahan jam biologis selama bulan puasa ini. Dan selalu waspada terhadap jam-jam kritis mengemudi ketika berpuasa, yakni saat pagi hari dan menjelang buka puasa.

Belum lagi pada dini hari diharuskan bangun untuk makan sahur sebelum adzan subuh berkumandang. Kondisi tersebut akan berdampak pada tingkat konsentrasi yang rendah hingga, yang terpenting pastikan tubuh tetap memenuhi kebutuhan tidur atau istirahat sekitar 6-8 jam.

Bukan hanya mengemudi di pagi hari yang butuh konsentrasi. Tantangan terberatnya justru datang menjelang buka puasa, karena pada umumnya kebanyakan pengemudi ingin cepat sampai tujuan, sehingga membawa kendaraan secara agresif karena bisa merugikan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Nah BlackPals, ini sedikit tips mensiasati waktu kritis untuk bisa menjaga kestabilan dan konsentrasi tubuh saat berperilaku mengemudi di bulan puasa ini.

Pagi hari dan Menjelang buka puasa:

Untuk pagi hari, sebaiknya setelah sahur jangan tidur. Justru waktu terbaik ini bisa Anda lakukan pemeriksaan kendaraan secara bertahap. Misal hari pertama mengecek kondisi ban, keesokan harinya cek lampu, dan seterusnya.

Hal tersebut agar kondisi kendaraan tetap prima selama perjalanan. Berangkat lebih awal juga bisa menghindari kemacetan yang dapat mengurangi kondisi fisik selama perjalanan.

Titik kritis selanjutnya yakni mengemudi saat menjelang buka puasa. Hal yang paling ditunggu ketika sedang berpuasa adalah saat waktu berbuka puasa. Sayangnya, jika menjelang waktu buka puasa, kita masih berjibaku dengan kemacetan lalu-lintas. Ya, hati-hati dalam waktu ini. Pasalnya, banyak pengemudi lain yang mengemudi secara agresif karena ingin menyempatkan diri kembali ke rumah untuk berbuka bersama keluarga.

Jika memang harus menempuh jalur yang padat, sebisa mungkin Anda mempersiapkan makanan dan minuman darurat untuk buka puasa. Pilih makanan ringan seperti roti, kue atau biskuit. Sedangkan minuman, bisa Anda siapkan minuman air mineral untuk membatalkan puasa.

Yang perlu dicermati adalah jangan makan atau minum saat Anda sedang mengemudi. Kedua hal tersebut bisa mengurangi konsentrasi Anda. Lebih baik mobil ditepikan dahulu sebelum makan dan minum untuk membatalkan puasa.

Pandai Mengontrol Emosi: Dalam menjalankan ibadah puasa, menahan hawa nafsu termasuk dalam ibadahnya. Artinya, kita tidak boleh mudah emosi dalam kondisi apapun. Hal tersebut berlaku juga dalam mengemudi. Kondisi lalu-lintas dengan kemacetan luar biasa, ditambah perilaku pengemudi lain yang ugal-ugalan tentu menjadi pemicu emosi.

Salah satu antisipasinya adalah selain berfikir positif dan kita ingat bahwa kita sedang berpuasa dan menahan hawa nafsu amarah. Berpuasa memang ajang untuk melatih kesabaran. Jangan sampai terpancing emosi, karena ketidak-mampuan kita dalam mengendalikan emosi, berakibat pelanggaran dalam berlalu-lintas dan risiko terlibat dalam kecelakaan semakin besar. Ingat, bukan hanya diri kita sendiri yang rugi, kurangnya kontrol emosi akan berimbas merugikan pengguna jalan lain.

Antisipasi lainnya, Anda bisa mengatur kembali pola perjalanan. Misalnya, berangkat lebih awal atau pulang lebih sore. Hindari jam sibuk agar tidak berjumpa dengan kemacetan yang dapat memicu emosi. Yang penting “Safety Driving” [yus/timBX]

Tags :

#
tips,
#
autotips,
#
blackauto