

MAR 12, 2026@11:30 WIB | 60 Views

Xiaomi SU7 punya satu part yang cukup kontroversial yaitu penggunaan kap mesin serat karbon. Awalnya kap mesin karbon yang punya dua lubang ventilasi ini dianggap tidak punya efek aero signifikan. Dan akhirnya, mereka memperbaiki komponen kap mesin ini menjadi berfungsi sebagai semestinya.
Seperti yang dilansir Carscoops, Rabu (11/3/2026), disebutkan bahwa masalah kap mesin ini bermula terjadi di tahun 2025 silam. Kap mesin karbon yang khusus di sedan performa tinggi SU7 Ultra ini punya dua lubang ventilasi yang selain memberi efek aerodinamika lebih optimal, juga sebagai pendingin pada sistem pengereman dan baterai.
Namun yang terjadi,struktur internal di bawah kap mesin tersebut sama sekali tidak berubah dari versi standar. Saluran udara yang terlihat dari luar ternyata tertutup, sehingga tidak ada aliran udara yang masuk ke dalam kap mesin tersebut.

Hal ini memicu gelombang protes, bahkan berujung pada kekalahan Xiaomi di pengadilan Tiongkok. Hal ini membuat Xiaomi wajib membayar ganti rugi besar kepada konsumen yang merasa tertipu dengan kap mesin yang ternyata tidak punya signifikan tersebut.
Setahun setelah temuan itu, para engineer Xiaomi berbenah dan memberi beberapa solusi. Xiaomi mulai menawarkan modifikasi struktur internal secara gratis bagi pemilik yang telah membeli kap mesin serat karbon tersebut.
Diantaranya seperti mengganti struktur saluran udara yang dibuat selaras dengan bagian active grille mobil. Lalu ada pemasangan bilah plastik yang dapat disesuaikan di bawah kap mesin untuk mengarahkan aliran udara secara efektif.

Perbaikan ini juga mempengaruhi segi downforce yang diklaim bisa mengingkat dan memberi kestabilan lebih. Semua perubahan ini bisa dilakukan di bengkel resmi dengan waktu pengerjaan hanya dua sampai tiga jam saja.
Dengan pembaruan ini, kap mesin serat karbon Xiaomi SU7 Ultra bukan lagi sekadar pemanis tampilan belaka. Part ini kini menunjang pendukung performa yang sesuai dengan janji awal mereka. Strategi responsif Xiaomi ini disebut-sebut sebagai pelajaran menarik bagi produsen mobil lain dalam menangani keluhan teknis yang sensitif. [edo/timBX]