MENU
icon label
image label
blacklogo

Wacana Avanza Hybrid Kian Kencang

APR 25, 2019@19:01 WIB | 725 Views

Kalangan akademisi di Tahan Air mendorong pabrikan otomotif Toyota untuk segera melakukan migrasi mesin konvensional pada produk kendaraan Avanza ke mesin berbasis teknologi hibrid (hybrid electric vehicle/HEV). Hal tersebut dimaksudkan untuk mendukung pengembangan mobil listrik (electrified vehicle) di Indonesia.

Rekomendasi itu mengemuka dari para penggiat kampus saat pemaparan Laporan Akhir Fase II Riset Komprehensif Electrified Vehicle, yang melibatkan enam perguruan tinggi, di Jimbaran, Bali, Rabu (24/4).

Ketua Tim Teknis Mobil Listrik Nasional (Molina) Agus Purwadi mengungkapkan bahwa salah satu hambatan mengapa mobil listrik kurang berkembang di Indonesia adalah karena harga yang ditawarkan cukup tinggi.

"Jadi kami memberikan rekomendasi bisa tidak Toyota masuk ke segmen middle low, supaya mobil hibrid jangan dianggap mewah," katanya.
Dalam pandangan Agus, mobil listrik yang saat ini ada, baik berteknologi hibrid, plug in hybrid, maupun full listrik (battery electric vehicle/BEV), sebaiknya ditujukan untuk jenis kendaraan yang paling banyak digunakan masyarakat.

“Maksud dari mobil listrik kan agar terjadi pengurangan emisi karbon dan BBM bisa tercapai. Kalau semakin banyak yang pakai maka substansi dari ide dasar mobil listrik tersebut akan terpenuhi,” tuturnya.

"Toyota Prius (hybrid) walaupun bagus, tidak cocok untuk pasar Indonesia, harganya middle up. Indonesia itu yang sejuta umat, seperti Toyota Avanza, Honda Brio, dan lain-lain," sambung dosen Teknik Elektro ITB itu.
Dia memprediksi, bila Toyota Avanza yang merupakan mobil terlaris itu di Indonesia disematkan teknologi hibrid, maka pasti banyak peminatnya, dan dampaknya juga signifikan terhadap pengurangan emisi dan konsumsi BBM.
Hal senada dikemukakan pengamat dari LPEM Universitas Indonesia (UI) Riyanto. Menurut dia, seiring dengan perkembangan teknologi baterai dan masifnya penggunaan mobil listrik di dunia, harga baterai - yang saat ini merupakan komponen cukup besar dalam struktur biaya mobil listrik - bakal turun.
Apalagi baru pada 2025 Indonesia menargetkan 20 persen dari produksi mobil secara nasional adalah mobil berbasis listrik atau terelektrifikasi, yang salah satunya mobil hibrid.
"Pada saat itu, harga produksi baterai yang kini sekitar 200 dolar AS per kWh, mungkin sudah turun sekitar 100-an dolar per kWh," kata Riyanto yang ikut menjadi tim riset mobil terelektrifikasi yang digagas Kementerian Perindustrian dan Kementerian Ristek dan Dikti.
Pada riset mobil terelektrifikasi yang dilakukan enam perguruan tinggi itu (UI, ITB, UGM, ITS, UNS, dan Universitas Andalas) Toyota Indonesia mendukung penelitian dengan menyediakan enam sedan Prius Hybrid, enam Prius Plug in Hybrid, dan Corolla.

Tags :

#
avanza hybrid,
#
mobil listril,
#
auto news