

MAR 30, 2026@14:00 WIB | 111 Views
Pertumbuhan merk otomotif asal Tiongkok di pasar global dalam beberapa tahun ini tak terbantahkan. Dari beberapa brand otomotif, Chery adalah brand otomotif yang perlihatkan memperlihatkan hasil paling serius. Pada bulan Februari 2026 sendiri bisa mencatat penjualan capai 160.765 unit alias naik 41,5 persen dari periode yang sama di tahun lalu.
Angka tersebut memperpanjang tren pertumbuhan yang konsisten. Dalam sepuluh bulan terakhir, Chery tercatat mampu menjaga volume ekspor di atas 100.000 unit per bulan, sebuah capaian yang mencerminkan permintaan yang relatif stabil di berbagai pasar.

Saat yang sama, pengguna kendaraan Chery di luar Tiongkok pun tumbuh melewati 6,09 juta unit. Dari kacamata global sendiri basis pengguna lebih dari 18 juta pelanggan. Hal ini menempatkan Chery ke dalam posisi yang semakin kompetitif di tengah ekspansi merek otomotif Tiongkok di pasar internasional.
Distribusi lebih dari 130 Negara
Dengan distribusi yang meluas, jaringan Chery sendiri sudah menjangkau lebih dari 130 negara. Termasuk kawasan dengan regulasi ketat seperti Eropa dan Australia sendiri bisa mereka lewati. Hal tersebut membuktikan kalau penetrasi pasar dengan regulasi super ketat seperti Australia pun bisa mereka lewati.

Sebuah indikator penting dari sebuah brand otomotif yang mencoba masuk ke pasar dengan kualitas dan kepatuhan produk dan standarisasi ketat. Sudah jadi pembuktian kalau mereka peduli dengan standar kualitas mobil mereka.
Selain fokus ke ekspansi volume, Chery pun memulai penguatan dari segi teknologi. Fokus di segmen elektrifikasi, mereka kenalkan generasi terbaru Chery Super Hybrid (CSH) pada sebuah agenda di Sydney, Australia.
Pendekatan Hybrid Ala Chery
Bicara pendekatan Hybrid mereka sendiri punya perbedaan mencolok. Sebagai salah satu transisi yang banyak terpakai oleh pabrikan global. Mereka pun bisa menjembatani kebutuhan efisiensi tanpa sepenuhnya bergantung pada infrastruktur kendaraan listrik murni atau BEV.
![]()
Hal itulah yang mendorong Chery untuk tampilkan konsep pickup KP31 yang mereka kembangkan dengan pendekatan model Plug-in Hybrid. Kehadiran model ini tunjukkan upaya eksplorasi elektrifikasi bukan pada kendaraan penumpang. tetapi, segmen utilitas pun juga mereka kembangkan. Selain itu, mereka juga kembangkan AI dengan robot AiMOGA dan juga robot anjing Argos generasi kedua. Kemudian, roboto humanoid mornine yang akan jadi bagian dari perjalanan perusahaan di masa depan.
Bagaimana Indonesia?
Indonesia sendiri, tren pertumbuhan Chery sendiri terlihat dalam setahun terakhir. Meningkatnya penjualan dan juga penerimaan para konsumen di berbagai segmen seperti Hybrid, ICE dan BEV pun membuat Chery melihat pasar domestik masih butuh kendaraan dengan banyak pilihan mesin.
Tentu saja, dengan kombinasi ekspansi global dan peningkatan volume ekspor. Kemudian pengembangan teknologi mereka. Ini menjadikan Chery sebagai contoh perusahaan yang punya posisi paling kuat di industri global.
Pasar Indonesia sendiri malah menunjukkan dengan banyaknya pilihan akan memberikan pengalaman berbeda dan hasil yang lebih jauh menarik dari beberapa sektor. Bahkan bisa beragam pengalaman konsumen Indonesia bersama Chery. [Adi/TimBX]