MENU
icon label
image label
blacklogo

Pemerintah Siapkan Langkah Strategis Mobil Ramah Lingkungan

MAY 03, 2019@20:00 WIB | 1,983 Views

Pemerintah melalui kementerian perindustrian telah menyiapkan program strategis pengembangan kendaraan emisi karbon rendah atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Pengembangan LCEV ini meliputi untuk Kendaran Hemat Energi Harga Terjangkau (LCGC), Electrified Vehicle dan Flexy Engine.  

“Program yang akan dijalankan, antara lain untuk memperkenalkan kendaraan ramah lingkungan, kemudian terkait penerimaan masyarakat terhadap kendaraan electrified vehicle, kenyamanan berkendara, infrastruktur pengisian energi listrik, rantai pasok dalam negeri, adopsi teknologi dan regulasi, serta dukungan kebijakan baik fiskal maupun nonfiskal,” sebutnya.

Untuk itu, strategi dalam mendukung pengembangan LCEV, di antaranya insentif fiskal berupa tax holiday atau mini tax holiday untuk industri komponen utama, seperti industri baterai dan industri motor listrik (magnet dan kumparan motor). Insentif ini diyakini dapat meningkatkan investasi masuk ke Indonesia.

“Kemudian, kami juga telah mengusulkan insentif super deductible tax sampai dengan 300 persen untuk industri yang melakukan aktivitas litbang dan desain, serta 200 persen untuk industri yang terlibat dalam kegiatan vokasi,” tutur Airlangga.

Langkah strategis lainnya, melakukan ekstensifikasi pasar ekspor baru melalui negosiasi kerja sama Preferential Tariff Agreement (PTA) serta Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan negara yang memiliki permintaan tinggi untuk kendaraan.

“Pemerintah sudah melakukan negosiasi melalui PTA atau CEPA untuk membuka pasar ekspor baru bagi otomotif Indonesia. Yang paling memungkinkan saat ini seperti pasar Australia,” ungkapnya.

Di samping itu, kebijakan pengembangan LCEV juga didukung oleh pihak perbankan nasional. Sebagai contoh, PT. Bank BRI menjadi bank nasional pertama yang meluncurkan program Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) untuk pembiayaaanelectrified vehicle pada tanggal 15 April 2019 di Jakarta. Dengan tingkat suku bunga sebesar 3,8% per tahun dengan tenor sampai enam tahun, diharapkan masyarakat dapat mulai beralih menggunakan kendaraan rendah emisi sekaligus mendukung terciptanya ketahanan energi nasional.

Pada kesempatan ini, Menperin mewakili pemerintah memberikan apresiasi kepada PT. Dyandra Promosindo atas penyelenggaraan Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Tema yang diusung pada pamerantahun ini, yaitu “Your Infinite Automotive Experience”.

“Ajang ini tidak hanya sekadar pameran otomotif berskala internasional, melainkan medium yang tepat bagi ekosistem industri otomotif di Indonesia untuk mengedukasi pengunjung, memacu kegiatan bisnis bersama para stakeholder, serta menjadi sarana rekreasi bagi keluarga,” ujar Menperin.

Telkomsel IIMS 2019 digelar mulai tanggal 25 April hingga 5 Mei 2019, dengan diikuti sebanyak 36 merek otomotif roda empat dan dua. Kali ini, pemeran mengedepankan teknologi digital dan kolaborasi dengan berbagai industri. Melalui konsep tersebut, penyelenggara IIMS 2019 optimistis bisa mendatangkan lebih dari 500.000 pengunjung dengan nilai transaksi di atas Rp 4 triliun.[prm/timBX]

Tags :

#
autonews,
#
kemenperin,
#
lcev,
#
lcgc,
#
low carbon emission vehicle,
#
kendaran hemat energi harga terjangkau