

MAR 17, 2026@09:05 WIB | 49 Views

Persiapan melakukan mudik lebaran, khususnya bagi pengendara mobil, tidak boleh dilakukan asal-asalan. Ingat! Ini adalah mudik perjalanan balik ke kampung bertemu keluarga tercinta, jadi yang keluar adalah air mata bahagia bukan kesedihan mendalam.
Tentu yang utama adalah keselamatan dan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. Namun, masih ada yang bingung bagaimana melakukan persiapannya, apalagi untuk pemilik mobil listrik (EV).
Ya, EV dan mobil bertenaga bensin sebenarnya persiapan hampir-hampir mirip secara teknis. Tapi, khusus pemilik EV ada panduan yang lebih terencana dari pihak Chery Indonesia nih.
Untuk perjalanan jauh, Chery menyebut persiapan paling penting adalah perencanaan rute. Apalagi untuk EV, yang stasiun pengisian dayanya belum sebanyak SPBU, tahu rute yang ada SPKLU-nya bisa membuat perjalanan berjalan lebih aman, nyaman, dan efisien.
Hal ini juga diutarakan Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit, “Perjalanan mudik dengan kendaraan listrik pada prinsipnya tetap aman dan nyaman selama kendaraan dipersiapkan dengan baik. Kami selalu menyarankan pelanggan untuk melakukan pemeriksaan kendaraan di bengkel resmi sebelum perjalanan, sekaligus merencanakan rute termasuk titik pengisian daya agar perjalanan dapat berlangsung lebih tenang dan efisien”.
Seperti disebutkan di atas, secara teknis persiapan EV dan mobil konvensional kurang lebih sama. Namun, Chery menyebut akan ada beberapa komponen EV yang harus dilakukan pengecekan lebih detail.

Komponen EV apa sajakah yang vital untuk mudik? Chery memastikan ada empat komponen yang wajib menjadi sorotan utama untuk diperiksa dan diperbaiki sebelum mudik.
Pertama, adalah sistem pengeremannya, lalu kedua adalah kondisi dan tekanan ban untuk menjaga stabilitas kendaraan di jalan. Berikutnya adalah sistem pendinginnya, ingat ini perjalanan jauh jadi penting menjaga suhu komponen tidak over-heat.
Yang terakhir, Chery menyebut baterai 12 volt yang mendukung sistem kelistrikan kendaraan harus dalam keadaan baik.
Setelah kondisi kendaraan, berikutnya adalah saat di perjalanan. Ini yang kadang diremehkan oleh pemilik EV karena merasa mobilnya sudah sehat dan dalam keadaan sempurna.
Padahal, selama perjalanan itulah yang menuntut pemilik harus fokus dan konsentrasi. Selain, rewelnya anak-anak selama perjalanan dan istri yang minta berhenti karena lapar mata, pengemudi harus memperhatikan kondisi mobilnya.

Chery membagikan sejumlah langka agar pengemudi tetap fokus agar kendaraan terjaga energinya selama perjalanan.
Pertama, pastikan baterai terisi hingga 100 persen sebelum berangkat. Kedua, siapkan rute perjalanan serta lokasi SPKLU di sepanjang jalur mudik.
Berikutnya, pastikan kendaraan tidak membawa beban yang berlebihan. Lalu, ingat mudik bukan siapa yang duluan sampai jadi bawa EV usahakan stabil dan di bawah 100 km/jam.
Kelima, pastikan selalu cek tekanan ban dan terakhir adalah usahakan memakai AC kabin secara bijak untuk menjaga konsumsi energi. Sesekali ketika cuaca cerah bisa buka jendela dan menikmati angin pedesaan dan pegunungan yang sejuk.
Untuk yang mudik dengan EV Chery, tenang saja karena akan dimanjakan oleh Chery. Chery menghadirkan layanan Bengkel Siaga dan Customer Care 24/7 sebagai bagian dari program purnajual global Chery Family Care, guna memastikan pelanggan tetap mendapatkan dukungan selama perjalanan. Layanan tersebut meliputi:
1. Bengkel Siaga Mudik
22 dealer Chery beroperasi sebagai bengkel siaga mudik periode dari 18 - 24 maret 2026
Didukung oleh teknisi bersertifikasi
Layanan Chery Customer Care 24/7 di 0800-179-7979
2. Program Promo Servis Lebaran
Periode promo mulai dari 5 - 31 maret 2026
Diskon 30% untuk suku cadang tertentu
Diskon 10% untuk biaya jasa servis
Berlaku untuk seluruh model Chery, termasuk penggantian oli
Chery juga memberi tips bagi pemilik EV yang tidak membawa mobilnya. Terpenting adalah menjaga baterai tetap stabil, misalnya ditinggal 1-2 minggu disarankan minimal State of Charge (SOC) baterai minimal 50 persen sebelum ditinggalkan.
Dalam kondisi normal, aki 12 volt tidak perlu dilepas karena sistem kendaraan telah dirancang untuk mengatur konsumsi daya secara efisien saat mobil tidak digunakan. Namun apabila kendaraan ditinggalkan dalam waktu lebih lama, melepas terminal aki 12 volt dapat menjadi langkah preventif untuk menghindari pelemahan baterai. [wic/timBX]