MENU
icon label
image label
blacklogo

Menguak Perjalanan Sang SUV Toyota [Bag.1]

JUL 24, 2020@14:00 WIB | 265 Views

Selama hampir 1 dekade, Sport Utility Vehicle (SUV) menjadi mobil yang semakin populer di Indonesia. Di Indonesia, perjalanan mobil SUV berawal dimulai pada tahun 1975 ketika Toyota memperkenalkan Land Cruiser FJ40 sebagai produk Completely Build Up (CBU) yang setelah itu dilanjutkan dengan Toyota Land Cruiser 80-Series pada tahun 1994. Toyota secara resmi memulai pengembangan SUV yang sesuai untuk pasar Indonesia pada tahun 2005 dengan memperkenalkan Fortuner. Melihat respon positif dari konsumen, Toyota kembali memperkenalkan Rush pada tahun berikutnya.

SUV Pertama Toyota Global

Produk SUV pertama Toyota adalah Land Cruiser yang kini telah menjadi legenda SUV Toyota di dunia. Toyota Land Cruiser pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950. Pada saat itu, Pasukan Cadangan Polisi Nasional Jepang membutuhkan mobil tangguh dengan penggerak empat roda yang dibuat di Jepang. Kebutuhan ini menguat karena saat itu hanya produsen Amerika Serikat yang menawarkan off-roader 4x4. Padahal di saat bersamaan, Jepang yang baru pulih dari perang dunia ke-2 butuh banyak kendaraan heavy duty guna masuk ke pelosok wilayah untuk membangun kembali negaranya.

Toyota mendemonstrasikan sebuah mobil yang telah mereka kembangkan untuk menjadi mobil tangguh yang dikenal sebagai Toyota BJ. Singkatan BJ sendiri mengambil huruf dari mesin Seri-B dan Jeep. Sasis yang digunakan sama dengan truk ringan SB yang dipersenjatai mesin bensin 3.400 cc 6-silinder segaris sehingga menghasilkan tenaga 85 PS pada 3.200 rpm.

Toyota BJ membuktikan ketangguhannya di bulan Juli 1951, ketika pembalap sekaligus penguji mobil Toyota yaitu Ichiro Taira membawa Toyota BJ mendaki Gunung Fuji di Jepang yang tingginya 3.775 m dan berhasil mencapai pos pemeriksaan ke 6 dari 10 pos. Capaian ini merupakan yang tertinggi dari semua mobil yang pernah mencoba untuk mendaki Gunung Fuji.

Keberhasilan tersebut membesarkan nama BJ di dunia hingga pada tahun 1954 Toyota memberi BJ nama baru yaitu Land Cruiser, yang disarankan oleh Direktur Teknologi Toyota pada saat itu yaitu Hanji Umehara yang mengamati bahwa mobil ini tampak dengan mudah melintasi berbagai macam medan sekalipun sehingga dia percaya bahwa produk ini nantinya akan menjadi penjelajah bumi (Land Cruiser). Menariknya, ekspor perdana Toyota Land Cruiser dikirim ke Pakistan tahun pada 1954 dan ke Arab Saudi menyusul pada tahun 1955.

Land Cruiser terus dikembangkan oleh Toyota dari generasi ke generasi hingga kini untuk senantiasa mengikuti trend dan kebutuhan konsumen yang dinamis. Kini, Land Cruiser dengan seri-200 mencuat sebagai SUV mewah dan nyaman untuk kalangan atas yang dilengkapi segudang fitur off-road canggih. Meski berbeda, namun Land Cruiser tetap dipercaya oleh konsumen di berbagai belahan dunia karena memang pada dasarnya setiap perubahan yang Toyota berikan pada Land Cruiser sesuai dengan trend dan kebutuhan konsumen.

Seiring dengan berjalannya waktu, Toyota terus mengembangkan berbagai produk SUV guna memenuhi kebutuhan baru yang bermunculan dari segmen pasar yang lebih luas. Seperti Land Cruiser Prado mulai tahun 1990, Mega Cruiser tahun 1996, Harrier tahun 1997, Vanguard tahun 2007, hingga FJ Cruiser tahun 2010. Termasuk hadirnya Fortuner pada tahun 2005, Rush di tahun 2006, dan C-HR di tahun 2018.

Pionir SUV Monokok Toyota

Memasuki era 1990an, trend dan kebutuhan konsumen kembali berubah. Jalan aspal mulus mulai mendominasi, termasuk jalan antar kota dan jalan tol mulai dibangun karena negara-negara dunia mulai tumbuh secara ekonomi, apalagi setelah harga minyak dunia naik secara siginifikan di medio 1970an. Saat itu, mobil penumpang berjenis sedan sangat populer.  Sayangnya sedan memiliki keterbatasan hanya dipakai di kota besar yang sudah memiliki jalan aspal mulus.

Masyarakat perkotaan mulai berpikir alternatif jenis kendaraan baru selain model sedan yang memiliki daya jelajah terbatas. Di sini, SUV memiliki keunggulan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berkat ketangguhannya dalam menjelajah segala medan. Akan tetapi, masyarakat kota tidak butuh lagi sebuah SUV heavy duty. Mereka lebih membutuhkan kendaraan harian yang tangguh dan dapat memberikan nilai lebih.

Toyota kemudian menghadirkan RAV4 (Recreational Active Vehicle with 4-wheel drive). RAV4 diposisikan sebagai jembatan antara kendaraan off-road tradisional dengan SUV modern yang diperuntukan untuk masyarakat umum di wilayah perkotaan. Ide mengenai RAV4 mulai mengemuka sejak tahun 1986 dan dipamerkan sebagai mobil konsep di ajang Tokyo Motor Show 1989.

Toyota RAV4 menjadi SUV pertama Toyota yang menggunakan platform monocoque. Aplikasi platform monokok bukan tanpa alasan. Kendaraan perkotaan menuntut sasis yang kompak agar dapat menggunakan mesin yang lebih kompak dan penggerak roda depan yang ringkas. Selain itu, platform monokok juga memfasilitasi bentuk bodi yang kompak yang membuat RAV4 sebagai Urban SUV lebih lincah berjibaku di tengah kepadatan jalan perkotaan maupun saat dibawa berekreasi ke luar kota.

Toyota RAV4 generasi pertama resmi dijual pada 1995 dengan menggunakan mesin 3S-FE yang juga dipakai oleh Toyota Corona Absolute di Indonesia, berkubikasi 1.998 cc 4 silinder bertenaga 135 PS di 6.000 rpm.

Sebagai kendaraan four wheel drive (4WD) yang didesain untuk dipakai di jalan kota, RAV4 dapat dikemudikan dengan mudah dan nyaman. Posisi duduk yang cukup tinggi membuat pengemudi yang biasa menggunakan sedan pun akan merasakan kemudahan dalam mengendalikannya. Dengan desain eksterior yang stylish, RAV4 tidak hanya diminati penyuka SUV off-road namun juga kian diminati oleh pecinta otomotif.[prm/timBX] berbagai sumber

Tags :

#
autonews,
#
toyota,
#
suv,
#
sejarah