MENU
icon label
image label
blacklogo

Formula E: Pascal Wehrlein dan Lucas Di Grassi Kuasai Shanghai ePrix 2026

JUL 06, 2026@11:30 WIB | 43 Views

Formula E musim 2025-26 berlanjut ke seri Shanghai ePrix di Shanghai International Circuit akhir pekan lalu. Dua balapan digelar yang sudah memasuki ronde 12 dan 13. Dua balapan tersebut dimenangi dua pembalap berbeda.

Pascal Wehrlein berhasil menjadi pemenang pada race pertama yang berlangsung di kondisi hujan pada Sabtu (4/7/2026). Sedangkan race kedua yang berlangsung Minggu (5/7/2026) berhasil dimenangi Lucas Di Grassi pada lap-lap terakhir lomba.

Dimulai di race pertama yang sekaligus menjadi ronde 12 musim ini dimana Pascal Wehrlein tampil solid sejak lap awal. Start dari pole position, ia memenangkan pertarungan sengit memperebutkan posisi trek melawan Jake Dennis di fase awal lomba.

Ketika awan hitam mulai menumpuk dan hujan deras turun di Lap 19, Safety Car terpaksa turun ke lintasan. Kejelian Wehrlein dalam mengeksekusi strategi Pit Boost sesaat sebelum perubahan cuaca menjadi kunci kesuksesannya. 

Setelah balapan kembali dimulai pada Lap 23, pembalap asal Jerman tersebut langsung melesat memanfaatkan Attack Mode 50 kW miliknya di lintasan basah dan finis pertama untuk mengamankan kemenangan ke-10 dalam kariernya.

Wehrlein naik ke podium tertinggi diikuti oleh António Félix da Costa. Sedangkan podium nomor tiga berhasil diraih Jake Dennis. Sedangkan Mitch Evans yang datang ke seri ini sebagai pemuncak klasmen, hanya finis nomor delapan.

Lanjut ke race kedua sebagai ronde 13 yang berlangsung Minggu (5/7/2026) menyajikan salah satu comeback paling spektakuler dalam sejarah Formula E. Mantan juara dunia, Luca Di Grassi yang start dari posisi 18 berhasil menang dengan cara yang tergolong luar biasa.

Balapan dimulai dibawah panduan Safety Car karena kondisi sirkuit yang basah namun perlahan mulai mengering. Pembalap yang berjudi dengan setelan mobil untuk kondisi trek kering mendadak diuntungkan di paruh kedua balapan, termasuk Di Grassi, Joel Eriksson serta Jean-Eric Vergne.

Pada lap 24, terjadi Full Course Yellow karena akibat insiden yang menimpa Zane Maloney. Kondisi ini justru merugikan Eriksson yang sedang memimpin dan Vergne di posisi kedua karena durasi Attack Mode yang habis saat periode tersebut. Sebaliknya, Di Grassi masih menyimpan cadangan energinya.

Saat balapan menyisakan dua lap, Di Grassi langsung mengaktifkan sisa tenaganya, menyalip Eriksson di tikungan hairpin, dan melakukan aksi menyalip luar biasa dari sisi luar terhadap Jean-Eric Vergne di Tikungan pertama pada lap terakhir untuk mengunci kemenangan.

Ini merupakan kemenangan pertama tim Lola Yamaha ABT dalam struktur tim saat ini, sekaligus kemenangan pertama pembalap berusia 41 tahun tersebut sejak tahun 2022. Vergne harus puas di posisi kedua, disusul Eriksson di podium ketiga.

Setelah Shanghai ePrix, Pascal Wehrlein mengambil alih posisi teratas setelah di race dua finis nomor empat dengan 141 poin. Mitch Evans turun ke posisi dua dengan 132 poin setelah gagal start di race dua karena masalah teknis di mobilnya. 

Balapan selanjutnya akan digelar di sirkuit jalan raya kota Tokyo, Jepang dalam gelaran Tokyo ePrix. Ada dua balapan yang masuk sebagai ronde 14 dan 15 serta digelar pada malam hari pada 25 hingga 26 Juli mendatang. [edo/timBX]

Tags :

#
formula e,
#
shanghai eprix,
#
pascal wehrelin,
#
lucas di grassi,
#
shanghai international circuit,
#
balap mobil,
#
ev