MENU
icon label
image label
blacklogo

Cikal Bakal Lahirnya Mazda dan Kisah Kecil yang Jarang Diketahui

APR 02, 2020@18:00 WIB | 314 Views

Mendengar kata “Mazda”, ingatan BlackPals pasti tertuju pada sebuah merek otomotif ternama asal Jepang. Tapi tahukah BlackPals, ada kisah kecil di balik kelahiran Mazda yang kini sudah berusia 1 Abad.

Mulanya, tanggal 30 Januari 1920 berdiri perusahaan bernama Toyo Cork Kogyo Co. Ltd. yang memproduksi sumbat botol (penutup botol) berbahan gabus yang diolah dari serat kulit kayu—masyarakat Jepang menyebut "Cork". Nah, Cork yang sama sekali tidak lazim dalam dunia industri otomotif, menjadi begitu akrab dalam sejarah perjalanan Mazda. Bahkan, Cork—bahan berkelanjutan—ini menjadi embrio lahirnya merek ternama “Mazda”.

Fakta ini jarang sekali orang mengetahuinya. Bahwa, sebelum perusahan melakukan diversifikasi ke lini teknik tahun 1927, sepanjang tujuh tahun perusahaan hanya memproduksi cork sejak awal 1920. Empat tahun kemudian, 3 Oktober 1931, mulai digunakanlah nama Mazda, tepatnya saat Toyo Cork Kogyo Co. Ltd. meluncurkan Mazda-go Type-DA. Hanya saja, Mazda-go ini berupa sepeda motor roda tiga yang difungsikan untuk mengangkut barang alias Tricycle truck.

Pantang menjadi kancang lupa pada kulitnya, Mazda MX-30 mendatang bakal menerapkan desain cerdas berbahan gabus olahan ekstrak kulit kayu pada kabin sesuai spirit dan filosofi bisnis pendiri perusahaan. Dalam perayaan ulang tahun ke-100, Mazda MX-30 menggunakan material kabin ramah lingkungan melapisi floating centre console-nya.  Untuk area door trim pun menggunakan gabus dari ekstrak kulit kayu dan olahan botol plasik. Mazda merasa bangga sebagai satu-satunya perusahan mobil yang bermula sebagai produsen gabus. Bahkan, gabus menjadi kunci pendirian perusahaan Mazda yang berpusat di kota Hiroshima.

Pendiri Mazda, Jujiro Matsuda, setelah sukses berkarier di bidang teknik di Osaka dan ia memulai perusahaan pengecoran logamnya sendiri, ia kembali ke kota asalnya, Hiroshima dan bergabung dengan Toyo Cork Kogyo sebagai anggota dewan pada tahun 1921.

Meskipun, keahliannya di bidang mesin dan teknik, ia dengan cepat membuktikan kemampuannya dengan beberapa inovasi termasuk produksi papan gabus yang dipadatkan. Kendati ada beberapa kemunduran awal, Jujiro - yang pada akhirnya akan mengambil posisi presiden - berhasil membawa produk gabus baru ke pasar termasuk bahan isolasi dan bantalan.

Setelah berganti nama menjadi perusahaan Toyo Kogyo pada tahun 1927, ia memimpin perusahaan menjadi manufaktur mesin, yang pada akhirnya menyebabkan produksi truk roda tiga, membangun dasar Mazda yang kita kenal sekarang.

Ketika bagian teknik perusahaan tumbuh, Jujiro memutuskan melepaskan bisnis elemen gabusnya ke produsen gabus lain, Uchiyama Manufacturing Corp, yang berbasis di Okayama, timur Hiroshima, yang daimabil dari tangan Toyo Kogyo tahun 1944. Selain mengasumsikan Mengontrol pabrik dan mesin pembuatan gabus, Uchiyama meminta agar Toyo Kogyo berinvestasi dalam bisnis tersebut, yang mengarah pada pembentukan Toyo Cork.

Mengingat sejarah ini, pantas bahwa tim desain Mazda MX-30 beralih ke gabus dan perusahaan Uchiyama Kogyo saat ini ketika mencari bahan yang sustainable, stylish, dan tahan lama untuk digunakan di kabin mobil listrik pertama Mazda.

Chief Designer Mazda MX-30, Youichi Matsuda mengatakan, "ketika Toyo Cork Kogyo diciptakan, teknologi berbahan plastik dan karet belum dikembangkan sejauh sekarang, jadi gabus digunakan sebagai bahan alternatif untuk gasket dan dinding saat itu. Setelah Perang Dunia II, produksi karet dan plastik pada skala industri secara bertahap digunakan sebagai baha kursi belakang dalam skala besar. Tetapi dengan itu menempati tempat yang begitu signifikan dalam sejarah Mazda, kami berhak memilihnya untuk kabin MX-30 ”.

“Terutama karena keberlanjutan gabus sangat selaras dengan mobil seperti MX-30, mobil tempat kami juga menggunakan bahan yang terbuat dari daur ulang botol plastik untuk lapisan di door trim, kami bahkan memiliki plastik rekayasa bio di elemen pintu depan dan belakang," imbuhnya.

Dipanen dari kulit pohon gabus tanpa menebang pohon, gabus yang digunakan dalam MX-30 dibentuk dengan bahan pelapis berkualitas tinggi yang diharapkan memiliki daya tahan dan kualitas terbaik untuk kabin Mazda. "Kabin bisa menjadi area sangat keras, misalnya sinar ultraviolet yang menyusup ke kabin dapat menurunkan gabus seiring waktu, jadi menggunakannya merupakan tantangan baru bagi kami," kata Matsuda.

“Untuk mengatasi hal ini, kami bekerja dengan Uchiyama Kogyo untuk memastikan produk gabus yang sudah jadi di dalam mobil memiliki tekstur, daya tahan, dan gaya yang diharapkan pelanggan kami.” [Asl/timBX]

Tags :

#
mazda mx-30,
#
sejarah mazda,
#
mobil listrik mazda,
#
toyo cork kogyo