

JUL 07, 2026@15:21 WIB | 94 Views
Setelah menyapa Jakarta, Medan, dan Semarang, roda BYD Tech Culture Fest (TCF) 2026 kini berhenti di Surabaya. Bertempat di Pakuwon Mall, festival ini bukan sekadar pameran mobil. Akan tetapi jadi ruang di mana masyarakat Jawa Timur bisa menyentuh langsung masa depan mobilitas listrik.
Surabaya menjadi destinasi kota selanjutnya, sebagai gerbang ekonomi Jawa Timur dengan denyut mobilitas yang tinggi, kota ini dianggap BYD sebagai panggung yang tepat untuk memperkenalkan teknologi EV dan Dual Mode (DM).
"Kami percaya teknologi perlu dirasakan secara langsung," ujar Luther Panjaitan, Head of Marketing, PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, menjelaskan mengapa perusahaan memilih pendekatan interaktif alih-alih sekadar memajang unit di etalase.
Tiga Dealer Baru, Bukti Ekspansi Serius
BYD tak datang hanya membawa mobil, tapi juga komitmen jangka panjang. Di ajang ini, tiga dealer baru resmi diluncurkan: BYD HAKA Gresik, Madiun, dan Banyuwangi menjadikan total enam dealer kini beroperasi di Jawa Timur. Perusahaan bahkan menargetkan lebih dari sepuluh dealer tambahan di kota-kota lain. Pesannya jelas, dukungan purnajual tak akan jadi alasan orang ragu beralih ke kendaraan listrik.
Merasakan Produk Secara Dekat
Di Technology Zone, pengunjung diajak menyelami secara langsung jaringan inovasi BYD Blade Battery, e-Platform, hingga teknologi Dual Mode (DM) dengan pendampingan product expert yang menerjemahkan istilah teknis jadi manfaat sehari-hari.
Bagi yang ingin adrenalin, Test Ride B5 Obstacle menyajikan tanjakan ekstrem dan jalur tak rata untuk menguji ketangguhan DENZA B5. Sementara di Test Drive Area, deretan lini BYD, dari M6 DM, Dolphin, Seal, Sealion 7, Atto 3, hingga DENZA D9 bisa dijajal langsung dalam skenario berkendara harian.
Angka Efisiensi Bicara, Konsumsi Rp181 per Kilometer
Puncak cerita datang dari BYD M6 DM Media Challenge Surabaya, di mana awak media menempuh rute Surabaya Prigen sejauh 150 km. Hasilnya mengejutkan: tiga catatan efisiensi terbaik mencapai Rp 256, Rp 248, hingga Rp 181 per kilometer.
"Hasil uji coba menunjukkan capaian yang sangat luar biasa," kata Luther, menyebut konsumsi bahan bakar yang tercatat hanya berkisar 0,2–2,5 liter sepanjang perjalanan itu angka yang jadi bukti nyata bahwa teknologi DM bukan sekadar klaim marketing.
Lebih dari Sekadar Festival Otomotif
TCF Surabaya juga berbaur dengan kehidupan sehari-hari lewat F&B Bazaar, Kids Area, dan kolaborasi pelaku usaha lokal, menegaskan bahwa teknologi ini dirancang untuk hidup berdampingan dengan keseharian masyarakat, bukan sekadar dipertontonkan.
Perjalanan BYD TCF 2026 belum berhenti di sini. Setelah Jakarta, Medan, Semarang, dan Surabaya, roadshow ini akan terus bergulir ke kota-kota lain, membawa misi yang sama: mendekatkan teknologi kendaraan energi baru ke tengah masyarakat Indonesia. [Ahs/timBX]