

JUL 14, 2010@00:00 WIB | 127 Views
Gelaran BIA Goes To Mall kali ini menggandeng pihak penyelenggra baru yakni Future10. Konsep baru pun ditawarkan dengan sedikit suasana berbeda. Berangkat dari anggapan BIA sebagai kompetisi desain terbesar di Indonesia, maka sebuah konsep pun dirancang demi menunjang suksesnya pameran produk inovatif ditahun 2010. "Selain itu Future10 menyakini prinsip Djarum Black dalam memperjuangkan sesuatu hal inovatif merupakan hal yang sangat penting dalam bidang kehidupan", demikian diungkap oleh Hogi Wirjono, selaku Co Owner dari Future10.
Tidak hanya sebuah pemikiran sederhana saja tetapi untuk mewujudkan karya inovasi yang berguna bagi banyak orang diperlukan adanya sumber daya agar ide yang ada dapat dituangkan dan diwujudnyatakan. "Pondasi tersebut mendasari kami untuk mencoba mengemas acara BIA Goes To Mall ini untuk berusaha mendekat kepada kalangan eksekutif, ujar Hogi. Maksudnya dengan adanya sebuah pemikiran kita juga membutuhkan niat, kemampuan dan juga usaha untuk memperjuangkan ide yang kita miliki agar menjadi nyata.
Future10 mencoba mematahkan anggapan yang selama ini sering dipercaya masyarakat bahwa sebuah inovasi terlahir dari adanya desakan dalam kehidupan. Pemilihan tempat yang tergolong eksklusif oleh Djarum Black dikawasan Grand Indonesia semakin memuluskan keinginan Hogi untuk memperkenalkan produk BIA kepada pengunjung mall tersebut. Hal ini memiliki tujuan untuk mengajak semua lapisan masyarakat agar memiliki rangsangan berpikir kreatif dalam sisi berbeda.
Untuk itulah para pendukung acara seperti live band performance pun dipilih group yang memiliki keahlian tersendiri dalam bentuk inovasi. Lebih lanjut Hogi menambahkan, "kita berusaha memadukan unsur teknologi dengan karya finalis BIA dalam konsep BIA Goes To Mall kali ini". Dengan demikian pengetahuan yang diberikan kepada pengunjung semakin variatif. Seperti Agrikulture memiliki kemampuan bermain musik tanpa menggunakan alat musik dalam penampilannya.[nus/timBIA]