MENU
icon label
image label
blacklogo

Nurdiansyah Hasbara, Satukan Klub Mobil Tanah Air Melalui Indonesia Automotive Society

DEC 24, 2018@11:45 WIB | 1,221 Views

Menyatukan banyak kepala dalam satu komunitas yang sama, tentu bukanlah urusan yang mudah. Namun bagaimana jika menggabungkan banyak komunitas dalam satu kesatuan yang solid? Ini dia yang dilakukan oleh Nurdiansyah Hasbara yang menjabat sebagai Ketua Indonesia Automotive Society.

Apa itu Indonesia Automotive Society? Bagi Anda yang mungkin belum mengenalnya, Indonesia Automotive Society adalah sebuah asosiasi yang dibentuk pada tahun 2015. Lahirnya IAS diinisiasi oleh 9 komunitas mobil di Indonesia.

“Kami memiliki visi menyatukan komunitas mobil di Indonesia, yang mana sudah mulai berkembang,” ujar Nurdiansyah atau yang akrab disapa Ian.

Lahirnya Indonesia Automotive Society berawal dari sebuah keinginan untuk saling bersinergi di antara para komunitas mobil yang ada di Indonesia. Idenya adalah bagaimana berbagai komunitas ini bisa bersatu dalam suatu wadah untuk saling bersilaturahmi menyatukan visi.

Hingga artikel ini diterbitkan, menurut Ian, sebanyak 95 komunitas mobil yang tersebar di seluruh Indonesia telah tergabung di bawah bendera Indonesia Automotive Society.

Tertarik untuk bergabung dengan Indonesia Automotive Society? Eits, nanti dulu. Ada persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satu yang paling utama adalah komunitas atau klub mobil yang bergabung harus sudah berskala nasional, alias anggota-anggotanya sudah tersebar seantero nusantara.

WisataOtomotif

Tak sekedar menjadi wadah yang menyatukan banyak komunitas, tentu Indonesia Automotive Society juga memiliki kegiatan guna menjaga eksistensinya. 

Menurut Ian, banyak kegiatan yang dilakukan oleh Indonesia Automotive Society bertujuan untuk mengedukasi bagaimana agar para member dari asosiasi ini bisa membangun komunitasnya lebih baik lagi dan tentu jauh lebih solid.

Lebih lanjut menurut Ian, kegiatan yang paling sering mereka lakukan adalah berfokus pada wisata otomotif. Wisata otomotif yang dimaksud adalah seperti menggelar touring bersama ke berbagai daerah yang ada di Indonesia. Tujuannya jelas, menjaga silaturahmi, menunjukkan eksistensi, serta memperkenalkan Indonesia Automotive Society kepada masyarakat.

SatukanEgo

Seperti yang telah disebutkan pada paragraf pembuka, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Ian bersama Indonesia Automotive Society adalah bagaimana menyatukan ego dari banyak komunitas menjadi satu kesatuan yang bisa berjalan seirama.

Ian mengaku, tahun-tahun pertama terbentuknya Indonesia Automotive Society menjadi periode yang cukup berat.

“Masing-masing komunitas itu beda karakter. Bagaimana kita saling menyesuaikan,” ujar Ian.

Salah satu cara yang dilakukan Ian untuk mengatasi problem satu ini adalah menciptakan media komunikasi yang baik. Dengan membuat media komunikasi yang baik, diharapkan bisa menciptakan kordinasi yang baik antar anggota asosiasi.

“Gue bangun di komunikasinya dulu. Memang gak mudah ya. Sedikit banyak gue juga masih belajar,” tutur Ian.

3 tahun berjalan tentu banyak harapan yang diemban oleh Ian dengan adanya Indonesia Automotive Society. Paling utama tentunya bagaimana Indonesia Automotive Society bisa menjadi tempat untuk berkumpul antar komunitas, sekaligus bisa berkarya.

“Kami berharap tidak muluk-muluk. Kami pengen ke humanisme-nya. Komunitas itu isinya orang-orang, mobilnya hanya sarana. Jadi kita pengen bangun bagaimana orang-orang di komunitas mobil itu bisa berkarya untuk Indonesia,” pungkas Ian. [Hlm/timBX]

Tags :

#
ias,
#
indonesia automotive society,
#
ian ias,
#
ketua ias,
#
nurdiansyah hasbara