MENU
icon label
image label
blacklogo

Teknologi di Balik Jalur Cepat Olimpiade Tokyo

AUG 07, 2021@16:00 WIB | 317 Views

Pelari cepat Jamaika dan rekor waktu Olimpiadenya menarik perhatian semua orang. Bagaimanapun, apa yang ada di balik lintasan mungkin menjadi faktor Elaine Thompson-Herah berhasil memecahkan rekor Olimpiade 100 meter putri.

Lintasan berwarna merah bata ini dibuat oleh Mondo, sebuah perusahaan yang berdiri sejak tahun 1948 dan telah menjadi pemasok untuk 12 Olimpiade. Trek ini juga dijemur di bawah sinar matahari Tokyo sehingga membuatnya lebih kencang.

Permukaan khusus trek menurut perusahaan, menampilkan "butiran karet tiga dimensi yang dirancang khusus dengan sistem polimer pilihan yang terintegrasi di lapisan atas MONDOTRACK WS yang ditambahkan ke senyawa semi-vulkanisir. Proses vulkanisasi menjamin ikatan molekuler, antara butiran dan materi di sekitarnya, menciptakan lapisan yang kompak."

"Rasanya seperti saya berjalan di atas awan," sprinter 100 meter AS Ronnie Baker menjelaskan tentang permukaannya. "Ini benar-benar mulus di luar sana. Ini trek yang indah. Salah satu yang terbaik yang pernah saya jalani."

Proses pemasangan trek berlangsung selama lebih dari empat bulan, dari Agustus hingga November 2019. Tidak banyak aksi terlihat aksi sejak permukaan dipasang, namun ketika para atlet berlari di atasnya, aksi pujian dan respon positif pun terdengar.

"Beberapa trek menyerap gerakan dan kekuatan Anda," kata pelari gawang Amerika 400 meter dan pemegang rekor dunia Sydney McLaughlin. "Yang ini meregenerasinya dan mengembalikannya padamu. Kamu pasti bisa merasakannya."

Mondo mengatakan di situs webnya bahwa tujuan utamanya adalah untuk memaksimalkan kecepatan dan meningkatkan kinerja atlet. Lapisan atas adalah karet vulkanisir untuk membantu elastisitas. Ada juga rongga berisi udara di lapisan bawah, yang membantu penyerapan goncangan, penyimpanan energi, dan respons kinetik segera.

Perhatikan baik-baik lari gawang 400 putra dan putri. McLaughlin mencetak rekor 51,90 detik pada 27 Juni di uji coba Olimpiade AS, memecahkan rekor yang dimiliki rekan setimnya Dalilah Muhammad. Mereka akan menjadi favorit peraih medali emas dan mungkin akan memecahkan rekor lagi.

Karsten Warholm dari Norwegia baru-baru ini memecahkan rekor 400 gawang putra ketika ia mencatatkan 46,70. Dia berhasil melampaui rekor yang telah berdiri sejak 1992.

Selain dukungan trek, faktor lain dalam catatan  para pelari adalah sepatu. Model sepatu Vaporfly Nike mengguncang dunia lari jarak jauh beberapa tahun lalu, dengan teknologi karbon berlapis yang dikreditkan untuk membantu pelari memangkas beberapa menit. Teknologi semacam itu sedang berkembang pesat bagi para sprinter.[yub/shf/timBX]

Tags :

#
jalur cepat olimpiade tokyo,
#
teknologi jalur cepat,
#
olimpiade tokyo

RELATED ARTICLE