MENU
icon label
image label
blacklogo

Sensor QIS Dikembangkan Sebagai Penerus CMOS, Bekerja di Ekstrem Low Light

DEC 22, 2017@19:50 WIB | 827 Views

Engineer seperti Eric R. Fossum dan Profesor Dartmouth  dari College Thayer School of Engineering mengembangkan sensor CMOS kamera dan smartphone, yang bakal melahirkan  generasi berikutnya.  Quanta Image Sensor (QIS) merupakan penerus CMOS, seperti jurnal Optica yang diterbitkan 20 Desember 2017 kemarin. QIS merupakan sensor kamera digital yang mampu menangkap gambar dalam cahaya yang sangat minim.

QIS terbilang unik, karena sensor hanya membutuhkan single photon cahaya untuk menangkap gambar.  Hal in membuka kemungkinan aktivitas fotografi dengan cahaya rendah yang ekstrim, di sejumlah bidang, termasuk untuk artistic dan ilmiah.  Teknologi sebelumnya sensor CMOS mampu bekerja di kondisi ruang yang sedikit cahaya, dibantu dengan pixel besar, menghasilkan gambar dengan resolusi rendah, atau dengan mekanisme cooling yang menyebabkan hardware tidak dapat bekerja pada suhu kamar.

Sensor QIS pertama, berukuran 1 megapiksel dengan frame rate numbering yang jumlahnya ribuan. Periset mengatakan teknologi tersebut dapat secara mudah meningkatkan skala resolusi yang lebih besar, untuk device beresolusi tinggi.  Sensor QIS  cukup sensitive terhadapa cahaya, teknologi ini memungkinkan ilmuwan me-capture bintang yang jauh, padahal sebelumnya terlalu susah jika tidak menggunakan kamera beresolusi tinggi.

Proyek tersebut didanai oleh Defense Advanced Research Project Agency (DARPA).  Dan kembangan project ini berimplikasi pada aplikasi keamanan, karena kemampuan low light capability-nya. Sementara kemungkinan masuk ke ranah ilmiah dan medis cukup terbuka, juga bakal membantu bidang sinematografi dan fotografi.

Dengan sensivitas sensor yang lebih besar terhadap cahaya, memungkinkan sensor digital bekerja merekam lebih dekat ke dunia film. Bekerja dengan menghasilkan sensor digital, memudahkan pengeditan dengan perangkat lunak.QIS tahap awal telah memiliki satu juta piksel. Dengan sensor yang memiliki miliaran jots.  Jots berfungsi seperti piksel kecil, dan dalam kondisi cahaya rendah paling ekstrim jots dapat memilih satu photon, memungkinkan untuk memotret di ekstrim low light.

Sensor QIS menggunakan desain berlapis, bertumpuk seperti pada CMOS, terdiri dari lapisan jots dan lapisan sirkuit dan drivers. Komposisi ini memungkinkan merekam gambar dalam frame rate yang mencapai ribuan.  Karena masih dalam pengembangan, sensor QIS nantinya juga akan diberikan teknik reduksi noise.

Tim peneliti bakal merancang QIS agar hardware nanti dapat dikembangkan pada mesin yang sekarang ini dikembangkan oleh CMOS. Tujuannya untuk menekan biaya produksi dengan tetap menggunakan hardware yang ada.Hingga saat ini QIS masih dikembangkan dalam monokrom, untuk pengembangan teknologi medis, ilmiah dan aplikasi keamanan. Fossum, penemu CMOS dan professor Dartmouth bekerja sama dengan Jiaju Ma, Saleh Masoodian dan Dakota A, mengembangkan QIS agar lebih maju. [Ahs/timBX]

Tags :

#
blackbox,
#
qis,
#
quanta image sensor,
#
cmos