MENU
icon label
image label
blacklogo

Tembaga Dilarang, Ini Dampaknya Pada Rem

NOV 30, 2020@10:00 WIB | 351 Views

Tembaga telah lama dikenal sebagai komponen penting mobil karena karakternya yang sangat bagus menangkis panas. Namun sayang, ini memberi dampak kurang baik pada lingkungan. Larangan penggunaan tembaga pada bantalan rem pun muncul, akibat sisa tembaga terkumpul sebagai debu dan membasuh ekosistem yang dapat menjadi racun bagi hewan dan manusia.

Kini, memasang bantalan rem telah menjadi tantangan sendiri bagi teknisi mobil performa tinggi.  Dengan dilandasi hukum ramah lingkungan, produsen mobil kini harus melakukan penyesuaian fitur dan komponen untuk memenuhi aturan tersebut.

Mulai berlaku pada tahun 2021, semua produsen berupaya menghilangkan tembaga dan menggantinya dengan sesuatu yang lain. Masalahnya, tembaga sangat bagus untuk membelokkan panas dan sejauh ini sulit untuk menemukan pengganti yang sesuai.

Dijelaskan oleh Andrea Gavazzi, Manajer Grup Brembo, California dan Washington telah menetapkan batas lima persen kandungan tembaga untuk bahan gesekan mulai 1 Januari 2021. Dan efektif pada 1 Januari 2025, kandungan tembaga pada mobil dihapus secara total.

Dikatakan Andrea Gavassi, Brembo saat ini menuju ke arah penggantian substansi tembaga, tidak harus menunggu 5 tahun lagi. Ini karena mereka tidak bisa hanya menjual bantalan rendah tembaga di California dan Washington, dan bantalan tembaga yang lebih tingi di negara lain. Brembo menginginkan kesetaraan dan berupaya menyelesaikan pekerjaan rumah ini lebih awal.

Original Equipment Market (OEM) khusus ini bekerja keras untuk menemukan bantalan non-tembaga yang bekerja sesuai kebutuhan dalam aplikasi kinerja yang sangat tinggi. Beberapa bahan pengganti tembaga termasuk baja, granit, fiberglass, Aramid dan Kevlar, diharapkan mereproduksi fungsi yang sama yakni sebagai pembuangan panas.

Simbol ‘daun’ digunakan pada kemasan untuk menunjukkan kandungan tembaga di bantalan. Satu daun artinya belum patuh, dua daun artinya kurang dari 5 persen, dan tiga daun artinya kurang dari 0,5 persen tembaga.

Produsen setidaknya sudah sejak tahun 2014 mempersiapkan aturan baru di California dan Washington. Jadi sejak saat itu, negara bagian lain seperti New York dan Rhode Island telah bergabung. Sejauh ini, pad baru memiliki kinerja sama baiknya atau lebih baik daripada bantalan bermuatan tembaga, kecuali pada kendaraan berperforma tinggi. Produsen sport car masih membutuhkan waktu menemukan senyawa yang tepat.

Menurut insinyur OEM, ini karena bahan non-tembaga meninggalkan residu berminyak. Hal ini dikuatirkan menjadi masalah pada mobil bertenaga tinggi yang mengandalkan tenaga pengereman besar untuk memperlambatnya dari kecepatan tiga digit.

Meski masih dalam proses pengetesan dan uji coba, produsen optimis akan menemukan bantalan yang tepat pada waktu produksi. Semoga saja hal ini segera tercapai, mengingat kita sudah memasuki penghujung tahun. [yub/asl/timBX] berbagai sumber

Tags :

#
tips mobil,
#
tips kendaraan,
#
tembaga rem,
#
tips rem mobil