MENU
icon label
image label
blacklogo

Mercedes-Benz E 200 Avantgarde Line, Entry Level yang Lebih Dari Cukup

APR 26, 2018@09:30 WIB | 232 Views

 (Mercedes-Benz E 200)

Pada akhir Januari 2018 lalu, PT. Mercedes-Benz Distribusi Indonesia (MBDI) meluncurkan E 200. Ini adalah varian termurah yang ada di jajaran Mercedes-Benz E-Class.

Karena masih tergolong produk baru, pastinya banyak orang yang penasaran dengan impresi dari Mercedes-Benz E 200. Baik itu impresi berkendaranya, kenyamanannya, dan sebagainya.

 (Tampilan buritan Mercedes-Benz E 200)

Untungnya, BlackXperience mendapat kesempatan untuk mencoba Mercedes-Benz E 200, meskipun pengetesan ini dilakukan di area yang agak sempit dan waktunya pun juga terbatas.

Sama seperti dua varian di atasnya, ternyata interior Mercedes-Benz E 200 juga didominasi oleh warna hitam, dengan kombinasi aksen silver di panel dasbor dan door trim.

 (Interior Mercedes-Benz E 200 didominasi warna hitam)

Meski merupakan varian terendah, namun Mercedes-Benz E 200 masih memiliki beberapa fitur yang sudah menjadi standar di E 250 dan E 300. Beberapa fitur tersebut antara lain adalah jok elektrik dengan tiga buah memori di bangku pengemudi dan penumpang, pengaturan setir elektrik, touchpad, hingga pilot parking yang mampu memarkirkan mobil secara otomatis.

Beralih ke sektor dapur pacu, mesin yang digunakan oleh Mercedes-Benz E 200 memiliki kapasitas yang sama dengan E 250 dan E 300, yakni berkapasitas 1.991 cc empat silinder dengan turbocharger. Tapi, tenaga yang dimiliki oleh E 200 adalah sebesar 184 dk dan torsi 300 Nm. Tenaga dan torsi E 200 jelas merupakan yang paling kecil jika dibandingkan dengan E 250 dan E 300.

 (Fitur pilot parking juga dimiliki oleh Mercedes-Benz E 200)

Lantas, bagaimana dengan rasa berkendaranya? Ternyata, meski E 200 memiliki tenaga dan torsi yang paling kecil di jajaran E-Class, namun performa mobil ini terasa lebih dari cukup jika hanya sebatas dipakai untuk pemakaian harian.

Karena saat kami mencobanya di mode Sport+, respons mesin terasa sigap. Jadi begitu menginjak pedal gas secara dalam, maka mobil langsung berakselerasi dengan cepat. Cepatnya akselerasi E 200 juga tak luput dari transmisinya yang bekerja secara cekatan.

 (Mercedes-Benz E 200 memiliki mesin yang bertenaga)

Pindah ke mode comfort yang merupakan mode default-nya,  di mode ini, respons mesin dan transmisi memang tidak secepat di mode Sport+. Tapi, tenaga yang disalurkan di mode ini juga sudah lebih dari cukup jika hanya sebatas dipakai untuk berkendara dengan santai.

Satu hal yang tidak hilang dari Mercedes-Benz E 200 adalah kenyamanannya. Soal kenyamanan, mobil ini memang layak diacungi jempol karena selain kabinnya kedap, bantingan suspensinya pun juga terasa sangat nyaman. Melewati speed bump bersama E 200 tidak akan membuat tubuh Anda jadi terombang ambing.

 (Pengaturan kendaraan E 200 sama dengan dua varian di atasnya)

Mercedes-Benz menjual E 200 seharga Rp 999 juta off the road. Artinya, harga on the road dari mobil yang dirakit di Wanaherang ini adalah sekitar kurang lebih Rp 1,1 miliar.

Setelah merasakan dan meilihat semua yang dimiliki E 200, rasanya pantas saja jika mobil ini dijual di kisaran harga tersebut. Pasalnya, fitur, kenyamanan, dan performa yang dimiliki oleh Mercedes-Benz E 200 sudah terasa lebih dari cukup untuk ukuran sebuah mobil entry level di kelasnya. [APSG/timBX]

Tags :

#
mercedes-benz,
#
mercedes-benz e-class,
#
mercedes-benz e 200,
#
e-class,
#
iims 2018,
#
auto news