MENU
icon label
image label
blacklogo

Melirik Fasilitas Produksi BMW Production Network 2

JUL 19, 2018@20:30 WIB | 105 Views

BMW Group Indonesia kembali memproduksi kendaraan di Indonesia dan diproduksi lokal di BMW Production Network 2, PT Gaya Motor yaitu All-new BMW X3. Penambahan model produksi ini berkat konsistensi BMW Group Indonesia yang berinvestasi senilai lebih dari Rp 270 miliar hingga saat ini dan penambahan investasi senilai lebih dari Rp 20 Miliar di tahun 2018 ini. Dana tersebut digunakan untuk memordenisasi peralatan dan jalur perakitan serta banyak lagi.

(All New BMW X3 CKD yang masih dirakit di BMW Production Network 2)

Untuk itu, kemarin BMW Group Indonesia mengajak para insan media untuk melihat-lihat proses perakitan yang telah mengalami perkembangan signifikan. Berada di BMW Production Network 2, PT Gaya Motor, seluruh awak media diajak berkeliling di fasilitas baru BMW.

(Area Perakitan BMW Production Network 2)

Di bagian awal, Management Production Partner BMW Production Network 2 Indonesia, Albert Reichl, memaparkan bahwa setiap harinya, ada sekitar 16 unit BMW dengan berbagai tipe diproduksi di pabrik perakitan itu. Bertambahnya unit yang diproduksi karena adanya penambahan line produksi, sehingga mempercepat perakitan.

(Di belakang sana adalah area supermarket yang menyediakan bahan-bahan perakitan untuk semua model BMW)

Selain itu dari investasi tambahan yang diberikan, BMW Production Network 2 di PT Gaya Motor kini telah memiliki area supermarket dan sub assembly.

(Bahan-bahan untuk perakitan BMW di Production Network 2)

Area supermarket ini akan menampung part-part yang di impor dari AS. Part yang dikumpulkan disini nantinya dapat diambil untuk bahan perakitan kendaraan lebih lanjut. Barang barang disini seperti mesin, bahan untuk body, dan lainnya. Untuk Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), VP of Corporate Communication BMW Group Indonesia, Jodie O'tania mengatakan, bahwa perusahaan senantiasa menjalankan peraturan dari pemerintah terkait peraturan produksi kendaraan dalam negeri. Oleh karena itu BMW Group Indonesia juga memakai beberapa bahan asli dari Indonesia, meskipun belum merilis berapa persen TKDN yang digunakan.

“Mengenai TKDN kita juga punya, seperti kabel yang digunakan, dan tenaga kerja juga 100 persen dari Indonesia. tapi kami belum bisa memberikan data pastinya berapa persen yang digunakan. Pastinya, regulasi pemerintah mengenai syarat perakitan otomotif di Indonesia kami patuhi,” kata Jodie O'tania.

(Beberapa bagian mobil dirakit terpisah agar pengerjaannya bisa lebih singkat)

Selain itu, Albert Reichl menjelaskan bahwa perluasan perakitan lainnya adalah dengan penambahan area produksi menjadi dua line khususnya di area trimming dan overhead.

Area ini mencakup perakitan kecil seperti pintu yang akan dilengkapi kabel, kaca, spion, dan lapisan-lapisan lainnya, sehingga siap digabungkan ke body utama. Selain itu perakitan bumper maupun perakitan kecil lainnya juga dilakukan disini.

(Perakitan All New BMW X3)

Selain itu peningkatan teknologi juga dilakukan dengan memperbaharui sistem pengujian kedap air. Secara keseluruhan, peningkatan yang dilakukan di BMW Production Network 2 membuat perakitan lebih baik dengan peningkatan teknologi dan ragam pembaruan. Tidak hanya itu, beberapa karyawan di pabrik perakitan BMW juga dikirim keluar negeri seperti Rusia dan jerman untuk menimba ilmu mengenai penguasan teknologi yang digunakan BMW AG dalam merakit unitnya.

Sebanyak 15 Supervisor dari Jerman, AS, Thailand, dan India juga didatangkan untuk mengawasi karyawan dalam menguasai alat-alat teknologi yang terbaru, agar hasil produksi tidak mengalami cacat dan kerusakan.

(Di BMW Production Network 2, seluruh karyawannya telah menguasai proses produksi kendaraan sesuai standar BMW AG)

“Kami memiliki misi untuk menuju produksi tanpa cacat atau tanpa kesalahan dalam pembuatan. Oleh karena itu ada tim terbaik untuk memastikan produk kami tetap sempurna. Sebanyak 15 anggota dari tim internasional yang ada disini seperti, AS, Thailand, India, dan Jerman, dan seluruh timnya memberikan pengawasan ketat lokal untuk memastikan produk sesuai kualitasnya,” kata Albert Reichl.[prm/timBX]

Tags :

#
autonews,
#
bmw,
#
bmw production network 2