MENU
icon label
image label
blacklogo

Berbasis AI, Kalibrasi Mesin Diesel Bisa Lebih Ringan, Efisiensi Naik 5%

FEB 04, 2020@15:00 WIB | 129 Views

Camcon memperkenalkan teknologi diesel yang disebut sebagai Intelligent Valve Technology, menggantikan fungsional chamshaft, dengan electric actuators secara penuh, dan tingkat kepresisian udara berdasar control digital untuk semua mesin. Namun kali ini Camcon telah menggeser fokusnya untuk mendevelop mobil dengan heavy diesel dan peranan kecerdasan buatan.

Tahun 2018 lalu, Camcon berusaha memasukkan digital valve technology,untuk passenger car. Dengan total control dari intake dan exhaust saat membuka dan menutup, diterapkan untuk seberapa jauh daya angkat (torsi) yang dihasilkan. Secara kinerja mesin, efisiensi dan pengurangan emisi juga meningkat. Sepertinya renyah untuk diadopsi beberapa manufaktur, namun apakah semudah itu?

Jawabannya tidak, alasan pertama adalah industry ini akhirnya gagal masuk ke produksi, karena masadepan powertrain, yang sudah meloncat ke elektrifikasi, meski sebagian mengandalkan hybrid dan hydrogen untuk melangkah menjauhi mesin dengan pembakaran internal.  Ketakutan yang terjadi, dimana masyarakat khawatir terlalu banyak revolusi teknologi mesin  pada combustion engine, namun belum terbukti dalam skala produksi.

Alasan berikutnya, adopsi teknologi yang memainkan digital valve train, telah memberikan varian baru yang dimainkan para engineer. Segi manfaatnya ada, namun kebutuhan konfigurasi atas kecepatan mesin, temperature, beban angkut dan pertimbangan lainnya membuat skala prioritas yang berbeda. Sementara orang basic mekanik, mungkin temuan katup digital  menjadi hal yang menarik dan cukup signifikan.  Namun bagi Camcon, teknologi dibawah kap mesin cukup sulit penetrasinya.

Penemuan Camcon pada teknologi diesel  mengarah pada tiga hal. Pertama membangun valve train kits yang plug and play untuk silinder tunggal, untuk membuka market ke mesin heavy diesel.  Disisi lain, penggunaan kecerdasan buatan untuk mengkalibrasi IVT cukup mendorong mesin baru bekerja dengan serangkaian hasilnya. Secara radikal boleh dibilang kecepatan perusahaan pembuat mobil lebih cepat untuk pengembangan dan serangkaian tes.

Pasalnya kemudahan mengganti profil cam dengan mudah, tanpa bongkar dan mengganti dengan camshaft baru untuk diujicobakan dalam serangkaian test yang diperlukan.  Satu unit mesin dikembangkan di laboratorium pada salah satu manufaktur, dan 6 unit mesin lain dipersiapkan untuk tahun depan.

“Pelaku manufaktur mulai berada di bawah tekanan regulasi emisi yang sama seperti halnya yang yang diterima passenger car," kata Gostick dilaman newatlas.com.

"Brand-brand pemain mesin disel harus menemukan cara mengurangi emisi, lebih sedikit pada CO2, dan lebih banyak lagi dalam hal partikulat NOX. Terus terang pengembangannya lebih susah dan mahal dibanding meneruskan mesin tersebut karena gagal emisi, " jelas Gostick.

Intelligent Valve Technology diperkenalkan untuk memangkas biaya R&D mereka, hal itu menjadi solusi. Karena penggunaan IVT secara signifikan bisa mengurangi size, berat dan biaya perawatan untuk mesin diesel. Sebagai bonusnya, system IVT dapat dikonfigurasi untuk pengereman yang mengesankan dan pengurangan konsumsi BBM.

“Kami yakin efisiensinya menyamai teknologi mesin bensin pada passenger car. Efisensinya bakal 5 persen saat digunakan untuk heavy duty engine. Dan itu cukup signifikan. Dan itu bakal diserap untuk passenger car dan  truk besar,” ujar Gostick.

Camcon telah memutuskan cara terbaik ke depan berupa sebuah software dan untuk kalibrasi mesin menggunakan kekuatan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses bersama dan meningkatkan hasil sambil mengurangi hambatan besar untuk masuk bagi pelanggannya.

“Kami membangun aplikasi berbasis artificial intelligent dan neural networks, untuk mendudukan system saat bekerja mengkalibrasi mesin dan optimisasi mesin. Itu berlaku untuk mesin injeksi dan busi sekalipun,” tutup Gostick yang bersama Camcon sedang membuka lisensi softwarenya.

Harapannya, teknologi IVT tetap akan dipergunakan saat produsen masih memixing antara mesin elektrik dan mesin pembakaran internal (ICE). So pasti, mesin lebih efisien, bersih dan lebih cerdas. [Ahs/timBX]

Tags :

#
mesin diesel,
#
intelligent valve technology,
#
camcon technology