MENU
icon label
image label
blacklogo

Ingin MINI Yang Tidak Butuh Isi Bensin? Yuk, Beli MINI Electric

JUL 11, 2019@08:00 WIB | 1,303 Views

Saat dunia menghadapi tantangan lingkungan, sosial dan ekonomi, MINI hari ini telah meluncurkan model listrik sejati pertamanya - MINI Electric. Produksinya di pabrik Oxford akan dimulai pada akhir 2019 ini, dengan pengiriman pertama pada Maret 2020 mendatang. Setiap inci MINI, diciptakan dengan performa yang dekat dengan MINI Cooper S hot-hatch, harganya pun sangat menggiurkan dan permintaan diperkirakan akan melambung tinggi.

MINI Electric didasarkan pada platform yang sama dengan Hatch 3-Door, dengan sejumlah perbedaan spesifik. Logo MINI Electric timbul di scuttle samping mobil, serta pada gril dan bagasi belakang.

Gril depan memiliki ciri bentuk heksagonal tetapi tertutup, karena mobil membutuhkan pendinginan yang lebih sedikit. Ini juga berkontribusi pada aerodinamika yang sangat baik, seperti halnya dek bawah tertutup, apron belakang dan velg khusus 17-inci MINI Electric Corona Spoke 2-tone, yang merupakan opsional.

Steker pengisi daya terletak di atas roda belakang kanan, tempat pengisi bensin ada di tempat biasanya berada. Volume bagasi mungkin bisa saja dikorbankan bagi sebuah mobil listrik tetapi MINI Electric tetap mempertahankan volume sebuah bagasi MINI Hatch 211 liter, bertambah menjadi 731 liter ketika jok belakang dilipat ke bawah.

Paket baterai memiliki 12 modul sel lithium-ion yang disusun dalam unit berbentuk T di lantai kendaraan antara kursi depan dan di bawah kursi belakang, menyediakan kapasitas baterai 32,6 kWh.

Motor listriknya adalah versi terbaru dan kuat dari motor listrik yang dikembangkan oleh BMW Group dan memberikan output maksimum 184 HP dan torsi maksimum 270 Nm. Hasilnya, mobil berakselerasi ke 100km/jam hanya dalam 7,3 detik dengan kecepatan tertinggi terbatas pada 150km/jam.

MINI Electric yang baru memiliki dasbor digital baru dengan layar warna 5,5 inci di belakang setir. Kecepatan jalan diperlihatkan di tengah dalam gambar dengan pita skala periferal, serta informasi tentang tingkat pengisian baterai, Driving Mode MINI yang dipilih, status sistem bantuan pengemudi dan pesan check control.

MINI Electric pun dilengkapi dengan kabel pengisian rumah dan umum sebagai standar, dirancang untuk pengisian daya AC dan DC menggunakan colokan Tipe 2 dan CCS Combo 2.

Di atas soket mobil, indikator level pengisian daya menampilkan warna oranye untuk memulai pengisian daya, cahaya kuning berdenyut untuk pengisian aktif dan hijau untuk baterai yang sudah terisi penuh. Di stasiun pengisian cepat 50kW DC, pengisian 80 persen bisa dicapai dari nol dalam 35 menit saja.

Untuk pelanggan yang mencari pengalaman berkendara premium, trim paling tinggi menawarkan hal-hal berikut di atas trim tingkat menengah: PDC depan, Park Assist, sound system Harmon Kardon dan Head-up Display. Itu juga menambahkan Panoramic Sun Roof, Matrix LED dan memberikan upgrade ke layar sentuh infotainment 8,8 inci.

Pengisian daya telepon nirkabel juga disertakan, selain jok MINI Yours Leather Lounge, pilihan lima velg alloy dan enam warna bodi eksterior. Nah, trim MINI Electric paling atas ini tersedia dengan harga USD34.100. Di Eropa, pencintanya bisa memesan mulai hari ini, dengan pengiriman pertama pada Maret 2020 mendatang. Kira-kira MINI Indonesia berani mendatangkannya, engga ya, ke Tanah Air? We’ll see BlackPals.. [bil/timBX]

Tags :

#
mini,
#
mini electric,
#
mini cooper s,
#
mobil listrik,
#
elektrifikasi,
#
mini indonesia,
#
bmw group,
#
auto news,
#
motor listrik