MENU
icon label
image label
blacklogo

Enam dari Sepuluh Konsumen Suzuki Telah Memilih Mobil Hybrid

JAN 31, 2026@11:00 WIB | 57 Views

88% Penjualan Tahun 2025 didominasi oleh produk Lokal

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menutup tahun 2025 dengan capaian gemilang melalui angka penjualan menembus di atas 64.000 unit mobil. Keberhasilan ini tidak hanya mempertegas posisi Suzuki sebagai pilihan utama keluarga Indonesia, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi penguatan industri otomotif nasional. Melalui penyerapan komponen lokal dan optimalisasi fasilitas manufaktur di dalam negeri.

Angka tersebut salah satunya menggambarkan pada titik kepuasan secara fitur masing-masing varian Suzuki. Kalau melihat karakter customer di Indonesia, ketika membeli mobil tidak hanya memberi fungsional, tetapi didalamnya ada emotional value yang mereka dapatkan.

Persepsi kita produk SIS yang dijual bisa mendelivery keinginan customer seperti rasa aman, reability produk. Suzuki dari tahun 1976 hingga sekarang terus berkomitmen dalam produk dan investasi yang ada di Indonesia.

Segmen Jimny diangka Rp456 juta, secara komparasi dilevel harga tersebut, ada kendaraan sedan, SUV hingga double cabin.  Tujuan SIS tentu tidak hanya menjual, tetapi saat konsumen mengakuisisi produk kami mereka mendapatkan value, dibanding mereka beli merek lain. 

Jimny tidak dalam tekanan pasar

Ketika orang memilih SUV diluar Jimny, tentunya bukan sebuah tekanan bagi kami. “Kami merasakan saat ini Jimny JB74 sedang mengalami livecycle produk. Ketika produk ditawarkan sudah memasuki tahun pertama, kedua dan ketiga, tentu akan sedikit berbeda. Ini cukup alamiah di market. Tinggal bagaimana kita terapkan strategi pemasaran, agar produk Jimny diterima di segmen tersebut.”

Meski kenyataannya Jimny sebagai SUV 4x4 dengan mesin ICE sudah tersalip dengan brand 4x4 BEV. Khusus untuk Jimny kami tetap akan tawarkan dengan produk khusus atau bundling khusus. Nanti di IIMS 2026, akan banyak kejutan dengan produk Jimny.

“Kejutan itu lebih pada stimulus terhadap produk. Dari internal kami akan lakukan itu, diluar regulasi insentif yang sedang digodok, kami akan menstimulus market, untuk model dan varian baru,” terang Donny Saputra  Deputy to 4W Sales & Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales.

Target 8,5% Hanya Tercapai 7,8% di Tahun 2025

Kondisinya, kinerja Suzuki tahun 2025 mencapai 64000 unit atau sekitar 7,8% Tahun 2024 dan 2025, secara total market SIS memang turun, namun secara pangsa pasar kami tetap sama. 

“Melihat market share yang kami raih masih sama, kami menatap 2026 lebih optimis. Harapannya di 2026 ini target market share kami bisa diangka 9,5%. Optimisme tersebut didukung dengan strategi, antara lain penawaran model dan varian baru. Kedua, improvisasi operasional kami agar kepuasan pelanggan makin tinggi, Ketiga, kami akan mendekatkan network dan outlet lebih dekat ke konsumen, Keempat pelayanan aftersales kami.”

Baca juga : Ini Reason Suzuki Terkait Pembaharuan Fitur Grand Vitara

Strategi Suzuki Melawan Produk Baru BEV

Untuk menghadapi produk yang masif terkait kampanye emisi karbon, buat Suzuki secara global, tidak serta merta harus dijawab dengan produk BEV.  Ada hybrid, ada teknologi terbarukan yang lain, maupun dengan BEV sendiri. 

“Kami bakal introduce produk baru ke Indonesia, sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen, dan lingkungan yang ada di konsumen tersebut.”

Suzuki Fronx the Rising Star Menuju One Make Race

Dari bulan Juni hingga Desember 2025 lalu, volume penjualan Suzuki Fronx sudah mencapai hampir 10 ribu unit.  Kami membaca momentum Suzuki Fronx ini proporsi permintaan secara bulanan, tidak turun, dan justru naik. Bulan Januari 2026 ini permintaan lumayan bagus. 

Suzuki Fronx sudah merebut market share 40% di segmennya. Artinya ini sudah melebihi ekspektasi kami. Targetnya sebenarnya di 25%, tapi kenyataanya lebih besar. Ini salah satu bukti Fronx diterima baik oleh konsumen,” terangnya.

Kedua, kami mendapatkan 13 penghargaan, termasuk Car of the Year  dari teman-teman media. Pemberitaan di media cukup membantu dalam hal review dan pengalaman berkendara. 

Karena Fronx berada di wilayah SUV dengan persaingan cukup tinggi, animo test drive cukup tinggi. Harapan kami Fronx bisa bertahan di 2026 dan tahun berikutnya. “Tahun pertama memang biasanya tipe tertinggi yang laku SGX, namun menginjak ke tahun kedua dan tahun ketiga berubah ke varian lain. Orientasinya berubah-berubah dan itu natural perubahannya sesuai segmen,” tambahnya.

Setiap market butuh stimulus dari internal tetap digenjot, meliputi pembaharuan fitur, peremajaan dan  itu berangkat dari dalam tidak mengandalkan pemerintah.

"Salah satu stimulus tersebut adalah kita sedang mempertimbangkan One Make Race untuk Fronx. Tahapnya masih dalam studi, bagaimana kemungkinan untuk racing (rally, endurance, slalom) dan aktivitas lainnya. Apabila hasil studi itu memungkinkan, kita akan mengarah ke sana." 

Suzuki Fokus ke market Passenger Car

Tahun 2020, SIS sudah berorientasi pada produk yang diproduksi lokal di Indonesia. Tahun 2025 lalu produk yang kami pasarkan memang sudah memfokuskan yang diproduksi lokal hingga 88%.  Sisanya 12% produk tersebut dari produk diluar SIS. 

“Efek dari produk lokal itu mempertimbangkan rantai pasok yang terjaga, fleksibilitas terhadap produksi, risiko dan keterikatan modal kerja. Jadi dengan kami fokus pada produksi lokal membuat sustainable bisnis Suzuki makin kuat. Kita tahu stimulus internal untuk komersial dan passenger mewakili fungtional car dan emotional car  itu berbeda,” tambahnya.

SIS erus memberikan improvement, sehingga memberikan realiabilitas yang lebih baik di setiap tahunnya. Mobil Carry memberikan kontribusi hingga 47% dari total penjualan.   

Sustainability Suzuki Ertiga

Suzuki Ertiga sudah memasuki tahun ke-8 dengan diproduksi secara lokal. Rencananya tetap dipertahankan karena memang dikembangkan secara lokal, meskipun terjadi perubahan orientasi pasar yang lebih mengarah ke SUV. “Untuk mempertahankan Ertiga di pasaran, kami sedang mempertimbangkan stimulus yang tepat," tutupnya.[Ahs/timBX]

Tags :

#
suzuki indomobil sales,
#
kinerja suzuki 2025,
#
suzuki hybrid