MENU
icon label
image label
blacklogo

Davide Brivio : Suzuki Ecstar Berevolusi Natural Sambil Ciptakan Revolusi Kecil

APR 21, 2019@10:25 WIB | 1,327 Views

Davide Brivio sebagai manajer tim Suzuki Ecstar menilai kemenangan Alex Rins di Austin merupakan sebuah evolusi alami. Kalau dilihat track record tahun 2016, dimana Vinales sebagai riders utama Suzuki sekaligus rookie di tahun tersebut, telah mampu mengakhiri balap dengan cukup fantastis, dengan menempati podium ke lima di akhir musim.
Tidak dengan tahun 2017 yang menjadi musim kelam, karena kesalahan pilihan mesin. Namun Suzuki Ecstar mampu membalashnya di tahun 2018. Alex Rins yang bertandem dengan Andrea Iannone mampu menyisihkan pengalaman rekan setimnya sebagai pembalap senior.  Separuh musim dari balapan di kelas tertinggi MotoGP 2018 sejak dari Misano hingga Aragon, Rins berhasil meraih posisi 4-4-6-3-5-2-2 dan berhasil membawanya ke 5 besar klasemen seperti yang diraih oleh Vinales di tahun 2016.


“Kami telah mengawali akhir musim lalu, dengan pemilihan suku cadang dengan hati-hati. Dan selama balapan musim dingin yang berlangsung saat kemarin telah membawa puzzle kemenangan pada Alex Rins,” tutur Brivio menilai performa Rins yang mampu menang dengan evolusi yang cukup baik.
Menurutnya, kemenangan Rins  adalah evolusi alami, tidak lebih. “Kadang-kadang kami naik podium, kadang-kadang kami di bawah. Namun kami tidak pernah absen dalam gelaran balap, kecuali terjadi sesuatu. Jadi kemenangan itu menjadi evolusi alami,” tukas Brivio yang mengakui musim dingin MotoGP2019 ini menjadi target kemenangan tim secara rahasia.


Secara global penilaian terhadap tim Suzuki Ecstar boleh saja dinilai sebagai evolusi alami. Namun bagaimana bila dilihat dari progres tim bersama pembalap penguji Sylvain Guintoli dengan kepala crew Tom O’Kane cukup menghasilkan peningkatan motor selama musim dingin. 
“Langkah tersebut memang cukup membantu, kami lebih banyak mendengarkan dari mulut Guintoli, untuk menerapkan setingan motor yang pas buat Alex Rins dan Joan Mirr,” imbuh Brivio.


Brivio lebih pantas menyebutkan hasil positifnya sebagai revolusi kecil di titik besar evolusi yang dilakukan.  “Kami membayar banyak pengujian, dengan menurunkan tiga pembalap di akhir dan awal musim. Tujuannya adalah mengembangkan teknis yang berbeda di setiap pembalap dan dengan tujuan memilih setingan part dengan benar. Apakah menghasilkan keuntungan terhadap perbaikan yang dilakukan, “ ucap Brivio.


Menggunakan sasis baru belum tentu menghasilkan nilai yang baik, karena harus dievaluasi lebih dalam. Begitu juga dengan mesin baru, swingarm baru dan suspensi baru, semuanya hanya menghasilkan tanda tanya besar dan tumpukan puzzle yang harus ditataulang. 


“Kami telah membuat puzzle, dan disusun agar tertata dan terintegrasi secara baik.  Kami terbantu dengan minimnya kesalahan pembalap di musim dingin. Performa keseimbangan motor yang bagus saat ditikungan, namun tidak saat trek lurus dengan kecepatan yang lamban. Setiap balapan kami memiliki perubahan yang lebih baik,” jelas Brivio.


Perubahan tersebut terlihat pada kecepatan sudut yang tinggi, namun tetap lembut di ban. Artinya tidak membuat ban cukup aus. “Kami menemukan kelebihan bahwa GSX-RR dibangun dengan kecepatan sudut yang lebih baik dibanding pabrikan lain, dan tingkat keausan ban yang lembut,” tegas Brivio. Meski sirkuit COTA, Austin bukan tipikal yang cocok, karena Rins juga mengalami keausan seperti yang dirasakan Rossi dan Miller.


Brivio jujur menjawab bahwa mesin GSX-RR sekarang ini bukan mesin terbaik. “Bisa jadi ini mesin lama yang kami gunakan, dan sulit berkembang di sektor performa, akibat larangan modifikasi mesin pada Suzuki, Ducati, Yamaha dan Honda,” aku Brivio yang mengulangi komentar Valentino Rossi terhadap kelebihan Rins, di sektor pengereman. Selain itu Rins mampu mengambil race line yang baik, guna menghindari gundukan.


Suzuki dan Brivio menyadari sirkuit Amerika bukan favorit pabrikan eropa, seperti Ducati.  “Kami akan bertarung kembali di Jerez. Kami harus bekerja memberikan setting race demi race agar mengurangi kesalahan. MotoGP 2019 masih cukup panjang, dan banyak pembalap kuat yang teruji di 2-3 tahun kemarin.  Peluang kami cukup kecil mengalahkan mereka, kecuali jika mereka melakukan kesalahan dan kami konsisten di race,” tutup Brivio.[Ahs/timBX]

Tags :

#
suzuki,
#
suzuki ecstar,
#
davide brivio,
#
alex rins,
#
gsx-rr,
#
evolusi natural,
#
motogp 2019