MENU
icon label
image label
blacklogo

Bawa Pulang Bugatti Centodieci Ini Dengan Rp126 Miliar Saja

AUG 19, 2019@20:00 WIB | 560 Views

Desain yang luar biasa dan tenaga raksasa telah menjadi ciri khas kendaraan Bugatti selama 110 tahun. Pabrikan mobil super Perancis kini secara konsisten mengejar citra ini lebih jauh dengan Bugatti Centodieci, sebuah supercar reinkarnasi dari model EB110.

EB110 memang dibuat di Campogalliano, Italia, tetapi sejak awal ia tidak pernah menanggalkan karakter Perancisnya. Karena sejarahnya sang pemilik waktu itu, Romano Artioli membuka pabrik ini tepat di hari ulang tahun Ettore Bugatti yang ke-109 - 15 September 1990.

Artioli sengaja memilih tempat di Campogalliano, sebuah kota kecil di Emilia Romagna. Lokasi itu memiliki keuntungan besar pada era 1990-an: ini merupakan daerah incaran beberapa merek mobil sport Italia, sehingga Artioli dengan mudah dapat merekrut karyawan berpengalaman untuk proyeknya. Artioli mempersembahkan mobil super sport EB110 kepada publik pada hari ulang tahun Ettore Bugatti yang ke-110 - maka dari itu penamaan tipenya: EB untuk Ettore Bugatti, 110 untuk ulang tahunnya yang ke-110.

Ada banyak area di mana Bugatti Centodieci edisi khusus itu menggemakan mobil supersport tahun 1990-an tersebut. "Tantangannya adalah tidak membiarkan diri terpikat terlalu banyak oleh desain kendaraan bersejarah dan hanya bekerja dalam retrospeksi, sehingga bisa menciptakan interpretasi modern dari bentuk dan teknologi pada waktu itu," kata Achim Anscheidt, Kepala Desainer di Bugatti. Bahkan lebih sporty dan lebih ekstrem daripada Bugatti Chiron dan Divo hypersports cars, namun lebih elegan dan abadi seperti La Voiture Noire, sehingga jadilah sebuah model yang unik bagi para penggila Bugatti.

Radiator pipih dan berbentuk tapal kuda di bagian depan hanya mengungkapkan kedalamannya dari sisi samping, dengan spoiler depan yang baru saja ditempel dengan posisi yang dalam dan intake udara tiga bagian memberikan kesesuaian yang sempurna. Bagian depan Bugatti Centodieci pun turun sangat rendah.

Tapal kuda Bugatti yang ikonik telah diminimalisir, sementara logo Bugatti Macaron duduk di kap mesin, yang dipadu di tengahnya oleh elemen hitam. Bagian depan tunduk pada geometri kendaraan yang umumnya rendah, selagi tetap mempertahankan celah pendingin yang dominan. Lampu depan yang baru dikembangkan, kompleks, dan sangat sipit dengan lampu LED daytime running terintegrasi memberikan kesesuaian yang sempurna.

Garis Bugatti yang dominan, garis C pada pilar B, diganti memberikan arahan bagi desain baru yang secara signifikan lebih kecil dari Chiron, yakni lima sisipan intake udara - dibentuk dalam bentuk berlian - memastikan asupan udara yang cukup untuk mesin ikonik 16-silinder. Dengan cara ini, Bugatti telah membawa pahatan EB110 SS yang jauh secara visual ke dalam milenium baru.

Ketimbang di bagian belakang dipakai grafis dua dimensi dari EB110 dengan dua lampu ekornya yang berbentuk pil, Bugatti Centodieci mengandalkan pembukaan lubang udara yang lebar untuk termal mesin yang lebih efisien, menghidupkan elemen lampu belakang melayang yang mirip dengan grafis EB110. Butuh beberapa bulan untuk mengembangkan solusi agar suhu seimbang. Seperti pada EB110, mesin terlihat di belakang melalui permukaan kaca transparan.

Bagian belakang dibentuk menjadi lubang ventilasi tunggal, ditandai oleh delapan elemen lampu belakang, knalpot 2 + 2 yang diposisikan di atas satu sama lain dalam lapisan hitam matt yang di anodized dan diffuser untuk meningkatkan downforce. Sayap belakang yang menjorok secara permanen terpasang meniru gaya EB110 SS. Ini tentu jadi faktor utama meningkatkan downforce. Downforce pun didukung oleh bagasi aerodinamis dan jendela belakang yang dioptimalkan untuk aliran angin.

Ketimbang pakai mesin V12, Bugatti Centodieci memiliki mesin W16 8,0 liter dengan 1.176 kW / 1.600 hp pada 7.000 rpm. Saluran masuk udara tambahan di area pendinginan oli secara akurat mengatur suhu mesin dalam meningkatkan kinerjanya. Centodieci bahkan bisa sprint dari 0 hingga 100 km/jam dalam 2,4 detik, melaju 200 km/jam dalam 6,1 detik dan terus ke 300 km/jam dalam 13,1 detik; hingga kecepatan tertinggi pada 380 km/jam.

Seperti biasa, pelanggan dapat membuat Bugatti Centodieci edisi khusus dengan warna Bugatti pilihan mereka. Tapi hanya terbatas untuk 10 unit saja (dan sudah terjual habis) yang dibuat secara handmade di Molsheim, Perancis, dan akan dikirimkan dalam waktu dua tahun dengan harga mulai dari EUR 8 juta. Setelah periode singkatnya di Italia, Bugatti kini telah kembali ke markas lamanya di Molsheim, Perancis, yang ditinggalkan selama hampir 20 tahun. Di sinilah Ettore Bugatti memproduksi kendaraan pertama yang memakai namanya pada akhir 1909. [bil/timBX]

Tags :

#
bugatti,
#
centodieci,
#
eb110,
#
ettore bugatti,
#
chiron,
#
divo,
#
supercar,
#
hypercar,
#
la voiture noire,
#
w16,
#
8.000 cc,
#
1.600 hp,
#
auto news