MENU
icon label
image label
blacklogo

Modifikasi Subaru BRZ, The Real Street Racing Bukan Sekedar Queen Garage

DEC 04, 2018@12:00 WIB | 356 Views

Mobil Subaru BRZ secara pabrikan menghasilkan 200 hp,  dan torsi 204 Nm dari mesin boxer yang tidak dibekali fitur turbo. Varian BRZ sebagai genetik hatchback sports ini terlihat cukup enak untuk dikendarai dan cukup diminati oleh pecinta sports car, bahkan di tanah air. Mesin boxer 4 silinder berkapasitas 2000 cc ini memliki karakteristik power yang menyenangkan di trek lurus, dan agak terjadi lag di rpm rendah.  Namun rentang 4.500 rpm-6500 rpm dorongan powernya cukup kuat, didistribusikan oleh transmisi otomatis 6 percepatan atau versi manualnya, dan sudah dilengkapi paddle shifter untuk sensasi berkendara.

Awalnya mobil tersebut dibeli oleh Muhammad Ranindra Pratama sebagai hiburan memainkan throttle di jalan tol pada akhir pekan. Namun saat bergabung dengan komunitas Speedloverz, mobil kesayangannya itu tidak terlalu cepat dibanding performance VW,atau BMW, Mercedes dan mobil eropa lainnya. “ Saat morning run di jalan tol, mobil BRZ saya kalah jauh. Dari situ kemudian saya punya keinginan untuk memodikasi sektor mesin saya.”

Tidak puas dengan performa standar. Tama mengaku pertama kali modifikasi Subaru BRZ-nya dengan memasang header hingga cat back  atau full exhaust. Kemudian kita tuning, menghasilkan kinerja mesin yang lebih garang. “Cara ini pun juga terbilang tidak menghasilkan performa mobil yang greget. Masih kurang di akselerasinya. Dan sejak itu saya berhasrat membangun mobil dengan aliran street racing, satu step dibawah mobil balap namun tetap bisa buat harian,” cetus Tama.

Inspirasi mobil tersebut diambil dari salah satu member Speedloverz yang telah berhasil membangun mobil kenceng, Bro Ongky pemilik Toyota GT86 Orange Candy. Tama mulai modifikasi dengan membeli block mesin, transmisi dan turbo dan instalasinya dipercayakan ke bengkel CPNK di Rawamangun. Part seperti HEXON RR350 Turbo Kit, blok mesin Crawford Shortblock,dan transmission kit SSP. Durasi yang dibutuhkan saat itu cukup 2 bulan untuk menginstal part pendukung performance tersebut.

“Penggunaan part turbo saya pilih setelah menggunakan supercharge  HKS versi dua. Penggunaan supercharge memang tidak ada lag, sayangnya  banyak menyedot tenaga untuk memutar puli. Saya pengen tahu persis perbedaan mesin dengan supercharge dan menggunakan turbocharge. Akhirnya pilihan kedua saya menggunakan HEXON RR350. Hasilnya turbo menghasilkan boost lebih baik,”  kilah Tama yang sengaja memilih efisiensi.

Subaru BRZ milik Tama dimodifikasi untuk kepentingan performance saat acara morning run bersama mobil kencang lainnya. “Tujuan saya intinya untuk street use, bukan sekedar garage queen. Lebih ke street racing, karena orientasi kami membangun mobil lebih cepat  secara performance di jalan tol yang speed limit-nya jauh dari batas jalanan umum. Salah satu pendukungnya massive wing, sebagai kosmetik, bodykit yang mendukung fungsional. Penggunaan massive wing lebih terasa di atas kecepatan 150 km/jam, yang mendukung down force mobil cukup terasa,” terang Tama.

Dirinya tak perlu terburu-buru mengganti transmisi standar, meski mesinnya sudah standar sirkuit. Tak selang lama akhirnya transmisi standarnya hangus. Setelah itu baru diganti menggunakan SSP transmission kit import dari Amerika Serikat.

“Produk transmisi saat itu cukup jarang kecuali untuk balap seperti merek Holinger untuk track balap. Namun akhirnya ada produk SSP Performance yang cocok untuk daily use yang dibuat di Amerika Serikat, di tahun 2015.  Saat morning run dari Senayan ke Sentul pulang pergi, karena transmisi sering over hit akhirnya harus keluar dari rombongan Speedloverz,” kenang Tama.

Nah ketika tenaga atau performance mesin sudah melimpah, fokus yang ingin diraih Tama adalah bagaimana tarikan mesin low dan middlenya lebih bagus serta sedikit mengorbankan high speed. “Saya juga memasang autofactory final gear menggantikan bawaan pabrikan. Ketika kecepatan 210 km/jam mobil masih mudah, namun dengan menggunakan autofactory final gear jauh lebih lambat. Jadi saya lebih suka setingan mesin di putaran low dan middle,” jelas Tama yang lebih mengincar di akselerasi.

Setelah performance mesin menjadi  garang, Tama tak lupa menyetting kaki-kaki mobilnya, dengan mengganti coilover TEIN Street. “Penggunaan coil over ini cukup untuk kebutuhan rebound dan damping. Kemudian ditambahkan bushing pada sasis, untuk memberikan sensasi handling yang lebih rigid, seperti mobil gokart. Dengan komposisi tersebut, feeling saya lebih tercapai saat riding dikecepatan tinggi, dan lebih mudah handling dan meminimalisir efek limbung saat kecepatan tinggi,” tuturnya sembari menambahkan pengereman ESSEX AP Racing Endurance Big Brake Kit di bagian ban depan.

Sektor mesin, sasis dan kaki-kaki telah terbangun sesuai ekspektasi Tama menjadi mobil street racing. Modifikasi beranjak ke sektor eksterior. Dengan memberikan sentuhan gaya rocket bunny, tama mempercayakan pengerjaannya ke bengkel A+ Auto Bodywork. ”Bahan yang digunakan Rocket Bunny Flare dan langsung ditanam bersama body. Sedangkan untuk skid plate dan bibir fender dilakukan secara custom dengan bahan OEM.  Setelah eksterior bodykit gaya Rocket Bunny selesai, saya menambahkan Voltex GT Wing, untuk memperkental nuansa street racing dan downforce mobil,” jelas Tama.

Selama modifikasi mobil Subaru BRZ  tersebut yang dirasakan paling sulit saat itu adalah saat penggantian transmisi. Transmisi yang pas untuk street racing saat itu belum ada dipasaran, karena yang ada hanya standar dan untuk track use. Padahal kebutuhan Tama saat itu adalah bisa dibuat di jalan raya.

Overall, Subaru BRZ milik Tama sudah menghasilkan daya 400hp atau 255 whp. Dan itu menurut Tama sudah maksimal untuk kebutuhan morning run. “Sisi kenyamanan sudah dapat. Sesekali saya mencoba di Sirkuit Sentul, dan jangan harap dapat top speed disitu, karena tidak  mendapati trek yang panjang. Diluar itu saya sempat mencapai top speed 250 km/jam di jalan tol,” tutup Tama yang merasa puas dengan performa mobilnya. [Ahs/timBX]

Detail Spesifikasi

 Aksesoris (Interior) :

  • » OEM STI Shift Knob
  • » OEM STI Start Button
  • » OEM STI Cluster Speedometer
  • » Head Unit Pioneer

Aksesoris (Eksterior) :

  • » Custom Rocket Bunny Flare
  • » Custom Add-on Lips
  • » Voltex GT Wing
  • » JDM Buddy Club Stoplamp
  • » JDM BRZ OEM DLR kit
  • » LED 3rd Brake Light

Chassis Reinforcement :

  • » CUSCO Steering Rack Bushing
  • » CUSCO Front Lower Arm Brace
  • » CUSCO Front Member Power Brace
  • » CUSCO Powerbrace Rear Member Side
  • » CUSCO Engine Room Power Brace
  • » CUSCO Front Strut Tower Bar Type OS
  • » CUSCO Rear Strut Tower Bar
  • » CUSCO REAR-END Power Brace
  • » CUSCO Rear Differential Brace
  • » CUSCO Rear Lower Control Arm
  • » Energy Suspension Bushing Kit

Engine & Drivetrain :

  • » HEXON RR350 Turbo Kit stage 3
  • » SSP Transmission Kit stage 3
  • » Autofactory Final Gear
  • » Crawford Shortblock Engine
  • » Crawford Oil Catch Tank
  • » Mishimoto Transmission oil Cooler
  • » Mishimoto Engine oil cooler

Exhaust :

  • » TOMEI EXPREME 80R

Rolling Stock / Kaki - Kaki :

  • » TEIN Street Flex Coilover
  • » Work Wheel MCO Racing (Fr : 18x10 Rr: 18x11)
  • » Project MU Lug Nut
  • » ESSEX AP Racing Endurance Big Brake Kit

Tags :

#
subaru,
#
subaru brz,
#
modifikasi,
#
speedloverz,
#
cpnk autowork,
#
crawford performance