MENU
icon label
image label
blacklogo

Hati-hati Memodifikasi Mobil Anda

APR 15, 2019@17:00 WIB | 394 Views

Memodifikasi atau memasang aksesori tambahan, menjadi salah satu langkah yang biasanya ditempuh pemilik mobil untuk membuatnya tampil beda. Mulai dari sisi penampilan, kenyamanan, bahkan sampai untuk mendongkrak performa mesin. Seiring dengan banyaknya aksesori aftermarket yang beredar di pasaran, konsumen makin mudah mendapatkannya. Namun harus diingat, tidak semua modifikasi atau memasang aksesori yang sifatnya bukan bawaan pabrik itu aman dilakukan, karena bila sampai ada masalah bisa membuat garansi mobil pun lenyap.

Menurut Kepala Bengkel Auto2000 Malang Sutoyo Lutfi Kurniawan, pemasangan aksesori atau modifikasi yang sifatnya mengganggu fungsi dasar dari mobil, maka berpotensi untuk menggugurkan garansi kendaraan.

“Jadi kalau rusak dikarenakan pemasangan aksesori atau modifikasi yang sudah tidak sesuai maka garansi bisa gugur. Dalam beberapa kasus, paling sering itu memang soal kelistrikan, karena wiring system ini kan sifatnya kompleks kalau tidak benar pemasangannya berpotensi jadi masalah,” ucap Lutfi beberapa hari lalu.

Salah satunya seperti melakukan instalasi perangkat audio. Pemasangan head unit atau penambahan komponen lain seperti speaker, menurut Lutfi paling sering dilakukan dengan alasan meningkatkan sistem hiburan. Tapi dikarenakan pemasangan yang salah, seperti mengambil power yang tidak sesuai atau asal menyambung kabel tanpa memperhitungkan tegangan justru mengakibatkan banyak masalah, mulai dari aki yang cepat tekor sampai korsleting listrik.

“Sebenarnya tidak dilarang selama pemasangannya itu, tapi bahayanya itu kalau dipasang tidak sesuai, jadi main sambung sana-sini atau tukang instalasinya tidak mengerti perkabelan dari mobil tersebut,” urainya lagi.

Tidak hanya itu, beberapa konsumen yang merasa tidak puas dengan performa mesin standar dari mobilnya juga kerap mengambil jalan pintas. Salah satu alternatifnya dengan memasang perangkat elektronik tambahan berupa chip microcomputer atau beken disebut piggyback. Menurut Lutfi, pemasangan piggyback memang difokuskan untuk meningkatkan performa mobil. Tapi sistem kerja piggyback yang mengubah pola kerja engine control unit (ECU) berdampak cukup fatal bagi mesin.

“Pemasangan pigyback itu membuat ECU dipaksa berkerja ekstra keras, memang tenaga mobil akan lebih responsif dibandingkan setingan standar pabrikan, tapi efek samping dari penggunaan pigyback itu bisa membuat ECU mobil jebol. Kalau ECU sudah rusak ini repot sekali dan ketika ditemui kerusakanya akibat pemasangan perangkat tambahan, otomatis garansi mobil konsumen langsung hangus,” terang Lutfi.[prm/timBX]

Tags :

#
autotips,
#
auto2000,
#
modifikasi,
#
performa,
#
ecu,
#
kelistrikan,
#
garansi