

JAN 06, 2026@14:30 WIB | 82 Views
Black Pals seperti yang kita tahu semua, ada banyak step untuk meningkatkan tampilan mobil kamu jadi lebih kinclong, wet look bahkan aura premiumnya nongol. Salah satu treatment bodi mobil yang sering sudah lumrah di seperti detailing, coating atau nano ceramic.
Nah ketika tampilan cat body sudah maksimal dengan dua treatment tersebut, ada kalanya car enthusiast mulai melirik PPF (Paint Proteton Film) sebagai finalisasi. Fungsi lebih mengejar perlindungan cat mobil secara maksimum dan PPF dengan materi tertentu bisa bertahan bertahun-tahun.
Salah satu workshop yang intens dengan layanan PPF adalah Wrap Station. Layanan PPF premium yang diberkan mendorong pemanfaatan teknologi untuk melengkapi hasil yang optimal. Kini Wrap Station sudah memiliki cabang di Serpong, Kelapa Gading dan Medan. Jadi pemilik mobil premium yang ingin mempertahankan kualitas bodi tetap maksimal, PPF menjadi jalan terakhir.

Pendekatan teknologi menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan, guna mendukung kinerja team work, lebih optimal, tanpa harus menanggalkan faktor human dalam industri aftermarket tersebut.
Layanan terbaru dari Wrap Station adalah dengan menghadirkan teknologi AI dalam rangka proses inspeksi dan quality control secara terintegrasi. Mereka menyebutnya sebagai Vision Tunnel. Dengan teknologi ini, system bekerja mendokumentasikan kendaraan sejak awal pengerjaan hingga sebelum diserahkan ke pemilik, guna memastikan unit tersebut sudah lolos standar layanan Wrap Station.
Dengan memanfaatkan AI dalam proses final quality control, Vision Tunnel membantu memastikan hasil pemasangan PPF yang lebih konsisten dan transparan. Pendekatan ini memungkinkan Wrap Station menjaga kualitas pengerjaan sekaligus membangun rasa aman bagi pelanggan, khususnya pemilik kendaraan bernilai tinggi, melalui proses verifikasi yang objektif dan terstandarisasi.
Menurut Wrap Station, kehadiran sistem seperti Vision Tunnel memiliki arti penting bagi perkembangan layanan PPF di Indonesia. Pemanfaatan teknologi dalam proses inspeksi diyakini dapat mengubah cara industri PPF bekerja ke depan, dengan menjadikan transparansi dan konsistensi sebagai bagian dari standar layanan.
"Dengan menggunakan AI untuk melakukan final QC. Kita dapat memastikan hasil pemasangan yang konsisten dan selalu transparan dalam pengerjaan PPF,” ujar Ricky Fernando, Direktur Wrap Station.

Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut berpotensi menjadi benchmark baru, tidak hanya bagi industri PPF, tetapi juga bagi industri otomotif Indonesia secara lebih luas. Wrap Station memandang Vision Tunnel sebagai langkah strategis perusahaan dalam menjawab arah perkembangan industri otomotif global yang semakin terdigitalisasi.
“Pandangan kami jelas. Suka tidak suka, AI akan hadir di hampir seluruh penjuru industri, termasuk otomotif dan perlindungan kendaraan. Kami memilih untuk tidak menunggu perubahan itu datang, melainkan ikut mendorong perubahan tersebut sejak awal,” lanjut Ricky.
Dengan sistem inspeksi visual otomatis berbasis AI, Vision Tunnel menjadi pendekatan yang untuk pertama kalinya diterapkan di Indonesia dalam layanan PPF. Lebih dari sekadar inovasi internal, Wrap Station percaya penerapan teknologi ini dapat berkontribusi dalam mendorong peningkatan standar kerja industri otomotif nasional agar lebih kompetitif di tingkat internasional.
“Engineer-engineer kita punya ilmunya. Tantangannya bukan di kemampuan, tetapi pada keberanian perusahaan untuk mengeksekusi ide-ide tersebut,” tutup Ricky.
Melalui inisiatif ini, Wrap Station menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sistem dan infrastruktur pendukung sebagai bagian dari upaya membangun standar baru di industri perlindungan kendaraan Indonesia.[Ahs/timBX]