MENU
icon label
image label
blacklogo

Bahaya Yang Mengintai Jika Malas Mengganti Oli Motor Secara Berkala

OCT 15, 2022@09:00 WIB | 365 Views

Oli adalah salah satu komponen penting pada sepeda motor yang mempengaruhi kinerja mesin sepeda motor dan oleh karena itu harus dicek secara berkala. Hampir di semua buku manual sepeda motor menyarankan penggantian oli motor setiap 3.000 kilometer sekali atau dua bulan sekali, mana yang lebih dulu dicapai.

Seperti yang diketahui, pada saat mesin bekerja maka akan terjadi gesekan antara piston dan blok silinder. Pada saat inilah, oli mesin diperlukan untuk meminimalisir daya gesek antar kedua komponen ini agar tidak menimbulkan baret.

Jika oli motor tidak diganti sesuai dengan saran dari buku manual, maka bisa jadi oli yang ada di mesin sudah berkurang volumenya atau tingkat viskositasnya. Hal ini bisa menyebabkan potensi tergerusnya piston dan blok silinder seiring waktu.

Jika piston atau blok silinder ini sudah tergerus, maka mesin akan mengalami ‘los kompresi’. Jika sudah mengalami los kompresi, sepeda motor biasanya tidak dapat dihidupkan karena tidak adanya kompresi yang dibuat oleh piston dan blok silinder.

Walhasil, hal ini membuat sepeda motor harus ‘turun mesin’ yang tentu saja memakan biaya yang banyak dibandingkan jika mengganti oli secara rutin. Estimasi biaya turun mesin ini mulai dari Rp500.000 hingga Rp2.500.000 tergantung kapasitas mesin sepeda motor yang terdampak.

Bandingkan dengan biaya ganti oli yang hanya memakan dana sebesar Rp25.000 hingga Rp50.000, tentu saja hal ini tidak sepadan. Selain biaya, proses ‘turun mesin’ juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu, sebaiknya ikuti panduan dari buku manual sepeda motor dan gantilah oli sepeda motor secara berkala. [fdlh/timBX] berbagai sumber

Tags :

#
oli motor,
#
tips,
#
piston,
#
blok silinder