MENU
icon label
image label
blacklogo

12 Langkah Bangun Custom ala Caferacer Berbasis Performance

FEB 19, 2022@14:00 WIB | 366 Views

Kehadiran customisasi roda dua memperluas sisi industri kreatif di tanah air sejak 15-20 tahun silam. Aliran custom cafe racer terlahir di Inggris sejak 1950-an. Kawula muda yang mulai menyukai kecepatan saling beradu membangun motornya paling kencang, memodifikasi ringan untuk keperluan yang sedikit hedon saat itu, nongkrong di sebuah cafe bersama bikers lainnya. 

Caferacer dibangun dengan beberapa karakter seperti tudung depan pada batok lampu dibuat bulet termasuk windshield, stang dibikin underyork, dan jok buritan ditambahkan seat cowl seperti tawon. Namun kali ini, ada 12 step membangun caferacer berbasis performance yang perlu kalian ketahui ya Black Pals. Apa saja, simak ulasan tim Blackxperience.com.

1. Pertama Pilihlah Motor yang bakal menjadi bahan caferacer. Kalau dibilang merek apa yang paling affordable, paling tidak merek yang terjangkau adalah Honda CB. CB 400, CB 500 atau CB 750. Sementara Yamaha punya XS Series seperti XS650 yang paling populer di Indonesia. Pilihan Yamaha Virago, SR400 dan SR500 juga bisa menjadi pilihan. 

Termasuk Kawasaki dengan varian Z, sedangkan Suzuki juga punya produk andalan seperti Bandit 400 atau GS750 atau 1000s. Karena Yoshimura punya pengalaman penting bersama Suzuki.

2. Mengetahui Jumlah Part aftermarket dan masalah teknis motor tersebut. Hal ini penting mengingat motor tersebut sudah berumur 30-40 tahun. Sementara motor yang diproduksi 1972-73 sudah dibekali dengan rem cakram di bagian depan, dengan velg jari-jari. Masalah lain adalah titik krom dalam bentuk pegas yang begitu banyak di motor era 70an, juga pada bagian knalpotyang menggantung rendah, cukup  membuat khawatir saat menikung tajam dalam kecepatan tinggi.

Karakter caferacer yang sejatinya adalah motor balap. Jadi caferacer identik dengan motor performance (racetrack), yang sekarang makin banyak diproduksi dalam lineup brand tertentu. Nah bagaimana racikan kencang ini bisa diturunkan untuk motor yang secara umur udah udzur. Makin tua, makin eksotis, yang penting punya suku cadang yang melimpah saat masuk dunia customized. Karena sekali rusak, untuk mencari packing saja akan susah.

3. Fahamilah keunikan motor Anda. Jika kenyataannya bahan motor yang Anda dapatkan adalah tahun 70-an. Bukan berarti ini sebuah kelemahan, sebenarnya adalah titik old school menjadi daya tarik tersendiri. Nah semangat itulah yang harus dikembangkan, bahwa membangun cafe racer makin menarik, dan harus serius untuk membangun frame dengan detail, memasang wiring dengan baik, dan melakukan finishing body dengan sempurna. Sentuhan grafir, atau painstrip pada body menjadi daya tarik, selain mesin tua yang makin eksotis di era sekarang.

4. Menyusun Plan, harus dibarengi dengan knowledge yang cukup. Mungkin dimulai dari browsing gaya motor balap era 70an. Posisi subframe yang bisa diubah, dan pilihan ban yang cocok. Velg alumunium bisa diganti dengan material baja, suspensi aftermarket dan segitiga yang lebih klasik. Bagaimana memadukan pengereman dan diskbrake serta kaliper. Sementara frame dan swingarms menggunakan materi alumunium lebih baik.

Nafas caferacer tidak hanya bentuk body yang eksotis. Sektor engine jangan dilupakan, seperti pemakaian filter udara, karburator dan knalpot yang lebih besar. Semuanya bisa diperhitungkan apakah harus membeli, atau malah membuat part sendiri dengan mesin jig, atau CNC. Agar lebih menyentuh, mainlah ke acara culture atau balap vintage, karena masing-masing builder lebih detail gaya masa ke masa dengan part yang tersedia eranya.

5. Bekerja dengan rancangan sketsa Anda BlackPals. Honda CB, Yamaha XS atau SR bahkan Kawasaki Zs dalam versi standar. Buatlah sasis yang kuat, atau dengan sasis bawaan yang sudah direstorasi.  Gantilah komsteer agar handling motor jadi lebih baik. Pilihlah swing arm dengan material yang lebih baik, dengan ass pivot yang lebih muda umurnya.

6. Belanja material Suspensi. Apakah Anda tetap mempertahankan tabung suspensi lama, dengan fork kit (internal pegas) yang baru. Itu sebuah solusi. Pilihan lain fork kit bisa dari Ohlins, Racetech atau Works Performance, Hagon hingga Progressive. Tentu ini brand mahal yang sudah terkenal tapi bisa saja pilih brand lain yang secara fungsional sama.

Suspensi yang nyaman dipertimbangkan dengan berat rider atau mesin. Termasuk pilihan stang yang cocok tentunya. Pilihan suspensi upside down juga menjadi trend sekarang ini. Yang penting semua kelihatan kinclong.

7. Pilihan Part yang Ringan. Hal ini dipertimbangkan jika Black Pals mempertahankan sasis yang lama. Maka pilihkan velg yang ringan, ban dan kaliper yang lebih ringan. Velg alumunium jelas lebih ringan dan pilihan ban jadi lebih variable. Sasis lama bisa diperkuat teknik las yang benar agar benar-benar kuat dan titik center ketemu dari depan hingga belakang.

8. Pilihan Ban Ring 18. Ukuran ini punya cengkraman lebih baik dari  posisi vertikal ke posisi miring saat cornering. Banyak motor era 70-an menggunakan ban 18 inci untuk belakang dan 19 inci untuk depan, untuk 400cc keatas. Ban dikawinkan dengan velg steel berdiameter besar, lebih enak untuk posisi riding dan santai untuk meningkatkan efek gyroscopic yang dibawa oleh velg. 

9. Pengereman ditingkatkan dengan mengubah disk brake lebih besar dari bawaan, tentu dengan ukuran tromol bisa disesuaikan dengan diameter diskbrake. Pilihkan master silinder yang bisa memompa fluid ke dua kaliper di depan. Tidak ada salahnya bila velg alumunium 18 inci dipadukan dengan tromol besar dan dual diskbrake, membuatnya lebih anggun. 

Dengan rake angle yang sudah disesuaikan, pilihan triple clamp yang sudah match dengan suspensi, tidak ada salahnya menyontoh sudut motor trail yang sudah jadi. Karena rebound suspensi dan sudut berkendara cukup penting untuk membuat nyaman bikers.

10. Timing Pengapian yang tepat. Motor era 70-an bakal lemot untuk beradu dengan motor dengan kelistrikan modern seperti sekarang. Maka CDI, Spul, harus punya timing yang tepat, lantaran ban-ban besar yang kekar. Karena mempertahankan mesin secara stok pabrikan cukup susah, maka bisa dibantu dengan sistem pengapian yang lebih modern, termasuk merubah pengapian dari AC ke DC misalnya. Timing pengapian bakal mengikuti setelan CDI, dan itu perlu kesabaran lebih.

Ganti packing agar mengindari kebocoran pada head silinder. Gunakan filter udara yang sesuai untuk kebutuhan pembakaran, sehingga karbon pembakaran jauh lebih bersih. 

11. Performa mesin, jika Black Pals butuh tenaga lebih besar, maka gunakan part mulai dari piston berbahan forged, ring piston, karburator bertenaga seperti Keihin CR, camshaft berbahan billet untuk menjaga performa mesin tidak ngempos. 

12. Look Vintage, adalah cara mengemas modifikasi Black Pals agar tidak sama dengan pabrikan. Gaya balap hotrod di eranya didukung dengan pengapian lebih baik, karburator lebih besar dari standar, dipadukan dengan body yang minimalis naked atau bahkan menggunakan full fairing dari karbon fiber. Look vintage bisa didukung dengan permainan paint strip memadukan gaya angka yang old serta pilihan nomor yang dianggap keramat alias hoki.[Ahs/timBX]
 


 

Tags :

#
tips bangun motor,
#
faktor pendukung caferacer,
#
bangun motor custom

RELATED ARTICLE