MENU
icon label
image label
blacklogo

McLaren P1 Kini Menginjak Usia Kelima

SEP 28, 2017@21:00 WIB | 331 Views

McLaren P1 dibuat dengan satu tujuan sederhana namun sangat menuntut, yakni menjadi mobil pengemudi terbaik di dunia baik dalam perkotaan ataupun di sirkuit. Sebagai penerus spiritual mobil jalanan McLaren F1 yang kondang di tahun 90an – dan masih dianggap sebagai salah satu supercar terbesar sepanjang masa - McLaren P1 harus mendefinisikan kembali akan apa-apa saja yang McLaren mampu, tapi juga meningkatkan standar dalam dunia supercar.

Lima tahun yang lalu, pada pukul 17:45 waktu Inggris, tepat pada hari Kamis 27 September, mobil yang dibangun untuk mencapai ambisi ini diresmikan sebagai bahan studi desain pada 'Mondial de l'Automobile' 2012 di Paris. Lima bulan kemudian, versi produksinya memulai debutnya di Geneva International Motor Show 2013.

Dengan memanfaatkan lima dekade pengalaman motorsport McLaren dan pengetahuan mendalam tentang rekayasa mobil jalanan, McLaren P1 mewakili kelahiran McLaren Ultimate Series dan lompatan kuantum dalam teknologi yang menghasilkan tingkat performa yang sebelumnya tidak diketahui pada sebuah mobil jalanan.

Dari jumlah total 375 unit P1 yang dibuat dan terjual, semuanya sudah teralokasikan bahkan sebelum unit pertama dikirimkan ke pemiliknya, begitulah permintaan terhadap McLaren P1 yang tak pernah terpenuhi. Saat dibuat pun, tidak ada McLaren P1 yang sama dengan P1 lainnya, masing-masing dibuat sesuai spesifikasi pemilik dengan konsultasi penuh dari McLaren Special Operations (MSO). Tentu ada biaya untuk pesanan khusus atas P1 yang sudah disentuh MSO diluar harga standar USD 1,157,609 per unitnya.

Kinerja aerodinamika diprioritaskan sejak awal pengembangan McLaren P1. Dengan menggunakan pemodelan aerodinamika CFD (computational fluid dynamics) dan pengujian terowongan angin, disainer McLaren merancang sebuah mobil yang menghasilkan 600kg downforce yang mengagumkan dengan kecepatan maksimum 350km/jam yang dibatasi secara elektronik.

Sistim DRS (drag reduction system) bergaya Formula 1 membantu mencapai downforce, dengan sayap belakang bisa berubah untuk mengurangi drag dan meningkatkan kecepatan di trek lurus. Sayap belakang juga bisa beroperasi pada sudut yang lebih curam, sebagai airbrake misalnya.

Selain sayap belakang yang aktif dan dapat diatur, performa aerodinamika McLaren P1 dioptimalkan dengan menggunakan dua penutup yang terpasang di bawah bodi, tepatnya di depan roda depan. Flaps mengubah sudut secara otomatis untuk meningkatkan efisiensi downforce dan aero, meningkatkan kepercayaan diri dan kecepatan berkendara. [bil/timBX]

Tags :

#
mclaren p1,
#
blackauto,
#
autonews