MENU
icon label
image label
blacklogo

Makna “Mobility for All” bagi Toyota

JUN 26, 2020@10:03 WIB | 194 Views

"Bringing the joy and freedom of movement to all. Ini adalah bentuk dari masyarakat mobilitas masa depan yang kita impikan bersama. Kami akan terus menciptakan produk mobilitas yang memiliki nilai dan disukai. Ke depannya, Toyota akan terus menyediakan beragam layanan mobilitas dan solusi transportasi untuk orang-orang di seluruh dunia seiring perubahan Toyota menjadi perusahaan mobilitas. Namun, kami tidak dapat melakukan semuanya sendiri di Toyota. Kami siap menghadapi tantangan masa depan bersama dengan bantuan dari semua partner kerja,” ujar Akio Toyoda, President, Member of the Board of Directors Toyota Motor Corporation.

Kisah Toyota berawal dari penemuan sebuah mesin tenun oleh Sakichi Toyoda. Pria ini mengembangkan industrinya dan mematenkan produk dari mesin tenun tersebut. Berbagai jenis mesin berkembang hingga akhirnya ditemukan mesin tenun yang bisa berhenti sendiri ketika ada gangguan teknis. Sakichi kemudian menurunkan usahanya ke anaknya, Kiichiro Toyoda.

Pada tahun 1933 berdiri Toyota Motor Corporation (TMC) yang merupakan divisi mobil Pabrik Tenun Toyoda. Divisi ini mengembangkan dan membantu Toyoda dalam menciptakan mesin tenun yang efisien dan produktif. Pada 24 Agustus 1937, divisi ini mulai memisahkan diri dari Toyoda. Fokus utamanya mengembangkan industri mobil hingga TMC dikenal sebagai salah satu perusahaan otomotif terbesar di dunia.

Seiring berjalannya waktu, Toyota kembali membangun pijakan sejarah baru dengan mengembangkan value perusahaan dari perusahaan otomotif menjadi mobility company atau perusahaan mobilitas dalam periode transformasi yang hanya terjadi sekali dalam satu abad. Pergerakan ini merupakan implementasi komitmen Toyota untuk senantiasa mewujudkan Ever Better Cars yang juga didasari semangat Let’s Go Beyond.

Awalnya, kendaraan dipakai untuk memindahkan orang dan barang dari titik A ke titik B. Ke depan, kendaraan ciptaan Toyota tidak sekadar memindahkan manusia, tapi juga harus punya nilai lebih di mata penggunanya sehingga tercipta pola relasi dan pengalaman yang unik, menyentuh, dan personal dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kenyamanan berkendara, dan yang pasti ramah lingkungan.

Toyota menjabarkan kondisi saat ini dalam konsep CASE, dimana CASE merujuk pada kata "Connected" cars, "Autonomous/Automated" driving, "Shared", dan "Electric". Perkembangan teknologi pada keempat bidang tersebut berhasil mengubah konsep sebuah mobil masa depan sehingga tidak hanya dipandang sebagai moda transportasi namun bertransformasi menjadi kendaraan mobilitas.[prm/timBX]

Tags :

#
autonews,
#
toyota,
#
mobility for all,
#
mobil listrik