

MAR 30, 2026@16:53 WIB | 47 Views

Kabar buruk datang dari Skoda, yang menyatakan secara resmi ‘menyerah’ bersaing di pasar otomotif China dan akan meninggalkannya pada pertengahan tahun 2026.
Keputusan angkat kaki dari China diambil setelah merek yang menjadi bagian dari Grup Volkswagen (VW) mencatat penurunan penjualan yang drastis dalam beberapa tahun terakhir.
Skoda terjepit di antara dominasi mobil listrik (EV) lokal dan perubahan preferensi konsumen China yang sangat cepat.

Dua merek lokal yang disinyalir menjadi penyebab mundurnya Skoda adalah BYD dan Geely.
Kedua merek tersebut dinilai memiliki keunggulan dari hal kecepatan inovasi dan efisiensi harga untuk EV.
Kekalahan Skoda dalam segi harga jual berawal dari pasar di China yang beralih masif ke kendaraan listrik. Merek lokal cepat merespon perubahan ini dengan merilis banyak EV.
Sedangkan, Skoda terlambat meresponnya sehingga ketika kebutuhan EV meningkat mereka masih bertahan mengandalkan lini mesin pembakaran (ICE).

Imbasnya adalah model-model seperti Octavia dan Superb kalah pamor dibandingkan seri Dynasty milik BYD yang menawarkan teknologi Plug-in Hybrid dan EV dengan harga yang jauh lebih kompetitif.
Untuk sektor inovasi teknologi. Saat ini konsumen China lebih memprioritaskan fitur smart cockpit dan integrasi perangkat lunak yang canggih.
Dan, harus diakui di area ini brand lokal Tiongkok jauh lebih unggul dan adaptif dibanding brand warisan Eropa.
Selain faktor eksternal, mundurnya Skoda dari China juga merupakan bagian dari rencana strategis Grup VW. Ini untuk menghindarkan terjadinya kanibalisasi internal.
Saat ini, diketahui Grup VW tengah memusatkan seluruh sumber dayanya di China untuk memperkuat brand VW dengan lini listrik ID. Series.
Dengan menghapus Skoda dari portofolio di China, Grup VW dapat lebih fokus berkompetisi langsung dengan Tesla dan BYD tanpa harus membagi fokus pemasaran pada brand sekunder.

Skoda Ganti Fokus, Sasar India dan Asia Tenggara (ASEAN)
Hilangnya satu pasar bukan akhir dari Skoda, pasalnya pabrikan telah mempersiapkan strategi pemasaran baru.
Perusahaan berencana mengalihkan seluruh investasi dan kapasitas produksinya ke India dan ASEAN yang dinilai lebih menjanjikan.
Di India, nama Skoda termasuk besar berkat larisnya model Kushaq dan Slavia. India juga direncanakan untuk menjadi negara basis ekspor global bagi perusahaan.
Sedangkan untuk ASEAN, ada dua negara yang diincar yakni Vietnam dan Indonesia. Perusahaan menilai kedua pasar baru itu masih memiliki minat tinggi terhadap mobil bermesin bensin dan hibrida dengan harga yang lebih masuk akal. [wic/timBX]