MENU
icon label
image label
blacklogo

Jatah Mesin Alex Rins Paling Cekak, Masih Ada 11 Balapan di Semester Kedua 2021

JUL 13, 2021@13:00 WIB | 250 Views

Sembilan seri MotoGP sudah berlangsung di semester pertama MotoGP 2021 ini. Ada jeda satu bulan bagi tim untuk memperbaiki kinerja mesin, elektronika untuk tampil lebih apik di gelaran MotoGP kedua 2021. Yang paling penting bisa mengetahui perhitungan mesin setiap pembalap, mesin yang sudah digunakan atau mesin yang statusnya withdrawn (ditarik).

Seperti yang BlackPals ketahui penggunaan mesin MotoGP sudah menjadi topik hangat diskusi kampanye tahun 2020 lalu, saat Yamaha mulai kesulitan dengan katup Yamaha di musim pembuka Jerez.

Akhirnya Yamaha hanya bisa membatasi pembalap yang menggunakan mesin M1 hanya untuk 2-3 dari 5 mesin yang diizinkan digunakan pada musim lalu. Imbasnya, performa Yamaha dikurangi untuk memperpanjang umur mesin. Saat itu Vinales memulai balap dari pit lane di Valencia, ketika ia membutuhkan mesin keenamnya.

Kondisinya cukup berbeda dengan seri balap 2021 ini, semua pabrikan tidak memiliki masalah yang cukup krusial terhadap mesin yang digunakan. Sementara sebagian besar pembalap motoGP sudah menggunakan 4 dari 7 mesin untuk musim 2021 ini. Pol Espargaro dan Franco Morbidelli adalah dua pembalap yang hanya menggunakan 3 mesin selama 9 seri MotoGP bergulir. 

Sementara tiga pembalap statusnya kehilangan jumlah mesinnya, setelah Jerez musim 2020. Ada empat pembalap seperti Alex Rins Suzuki, Luca Marini Ducati, Marc Marquez Honda dan Franco Morbideli Yamaha yang sejauh ini memiliki mesin "withdrawn" alias mesin tersebut tidak dapat digunakan untuk balap lagi, pada pertengahan mesin 2021.

Rins sudah menggunakan 3 mesin pertama, sejak diperkenalkan pertama kali di Qatar dan mengalami kecelakaan di Portimao, Jerez dan Le Mans. Klimaknya terjadi masalah pada isu terminal saat digunakan di trek lurus pada FP3 Jerman. 

Jatah mesin keempat milik Rins hanya diperkenalkan   di Mugello dan tidak pernah digunakan untuk balap, sebelum akhirnya berstatus withdrawn. "Statusnya tanpa ada  tanda-tanda masalah di trek, kemungkinan yang terjadiadalah masalah teknis yang terjadi diluar mesin itu sendiri," ungkap Crash.net.

Alasan itulah yang membuat Rins kembali ke mesin pertama dan kedua, (yang ia gunakan untuk memulai musim), untuk balapan Jerman  dan diikuti di Assen. Catatan Rins tidak balapan di Catalunya, karena cidera pergelangan  tangan.

Sementara Joan Mir selaku rekan setimnya masih menggunakan mesin keempatnya, dan itu tercatat bagaimana mesin Mir meraung cukup hebat di balapan Assen kemarin dan menyabet podium tiga.

Aprilia, sekarang satu-satunya pabrikan yang masih memiliki akses ke konsesi teknis, diperbolehkan menggunakan 9 perubahan mesin untuk setiap pengendara serta modifikasi desain mesin yang tidak terbatas.

KTM, yang kehilangan konsesi karena kesuksesannya musim lalu, diizinkan untuk memperbarui mesinnya selama musim dingin (terutama untuk memperpanjang umur mesin, karena memiliki dua mesin lebih sedikit per pengendara tahun ini). Desain mesin RC16 kemudian juga dibekukan hingga akhir tahun 2021.


Berdasarkan ketentuan pembekuan teknis Covid, Suzuki, Ducati, Yamaha, dan Honda tidak dapat mengubah desain mesin mereka dari awal 2020 hingga akhir 2021.
 

Perencanaan mesin yang rumit untuk tim tahun ini adalah jumlah pasti dari putaran yang tersisa tidak diketahui. Pembaruan kalender terbaru mencantumkan 19 acara yang direncanakan untuk musim ini, ditambah kemungkinan Argentina, yang masih ditunda daripada dibatalkan.

Akan ada maksimal 20 seri balap di musim 2021. Semua tanggal, acara, dan kehadiran penonton bergantung pada evolusi pandemi dan persetujuan dari Pemerintah dan otoritas terkait membaca peringatan Dorna yang dilampirkan pada pembaruan kalender terbaru. [Ahs/timBX]

Tags :

#
alex rins,
#
jatah mesin pembalap motogp