MENU
icon label
image label
blacklogo

Intip Porsche Museum Stuttgart, Surga Pecinta Porsche dari 356 hingga 911 Turbo S Leichtbau

FEB 02, 2026@13:00 WIB | 58 Views

Pecinta Porsche? Wajib Banget ke Sini Nih!

Blackpals dan pecinta Porsche wajib banget nih sekali-kali datang langsung ke Porsche Museum yang berlokasi di Stuttgart, Jerman, kota kelahiran brand sport legendaris ini.

Kami yakin, begitu akhirnya menginjakkan kaki di sana, satu hal langsung kerasa: penantian panjang itu kebayar lunas. Ini bukan sekadar museum mobil, tapi perjalanan panjang Porsche dari nol sampai jadi ikon otomotif dunia.

Awal Perjalanan Porsche: Dari Ferdinand Porsche

Begitu masuk ke area pameran, perjalanan langsung dimulai dari titik paling awal sejarah Porsche.

Mobil-mobil pertama yang masih membawa nama Ferdinand Porsche dipajang rapi, nunjukin bagaimana DNA Porsche dibentuk sejak awal.

Di sinilah Blackpals benar-benar paham kalau Porsche itu bukan cuma soal kencang, tapi soal engineering, presisi, dan filosofi desain.

Porsche 356 Prototype: Mid-Engine Sejak Lahir

Salah satu highlight utama tentu saja prototype Porsche 356. Yang bikin menarik, mobil ini punya layout mid-engine.

Fakta ini penting, karena sampai sekarang Boxster dan Cayman masih sering dianggap “Porsche kelas dua”.

Padahal, dari awal kelahirannya di tahun 1948, Porsche memang sudah dirancang sebagai mobil bermesin tengah.

Jadi narasi “poor man’s Porsche” langsung gugur kalau lo paham sejarahnya.

Evolusi 356 dan Formula Junior

Perjalanan lanjut dengan berbagai varian Porsche 356 yang nunjukin evolusi desain dan teknologi dari masa ke masa.

Bukan cuma mobil jalan raya, Porsche juga memajang mobil balap Formula Junior generasi awal. Ini jadi bukti kuat kalau DNA motorsport Porsche sudah mendarah daging sejak dini.

Le Mans Era: Porsche Paling Ikonik

Masuk ke era balap ketahanan, deretan mobil Le Mans dari pertengahan sampai akhir abad ke-20 langsung jadi pusat perhatian.

Salah satu yang paling nyantol di kepala adalah Porsche 906 Carrera. Tanpa sayap gede dan bodywork berlebihan, lekuk desain Porsche justru kelihatan paling murni di mobil ini. Simpel, indah, dan fungsional.

Monster Legendaris: Porsche 917 Pink Pig

Kalau ngomongin monster, Porsche 917 jelas nggak bisa dilewatin. Termasuk varian paling ikonik dan nyeleneh, 917/20 Pink Pig.

Mobil ini hasil kolaborasi Porsche dengan SERA R&D asal Paris. Desain aerodinamikanya sempat dihujat karena bentuknya gemuk dan hidungnya tumpul, sampai disamain sama babi.

Alih-alih defensif, tim Porsche justru embrace julukan itu. Mobilnya dicat dengan livery ala diagram potongan daging tukang jagal, dan sejak saat itu statusnya naik jadi legenda sejati.

Porsche 962 dan Kecepatan Brutal Le Mans

Nggak jauh dari sana, ada Porsche 962, salah satu mobil balap tercepat yang pernah melibas Mulsanne Straight di Le Mans.

Kecepatannya luar biasa, meski banyak yang masih debat soal apakah downforce-nya benar-benar cukup buat stabil di kecepatan segila itu.

RSR dan Revolusi Aerodinamika 935

Buat penggemar 911, tiga huruf RSR punya aura mistis tersendiri. Di Porsche Museum, Blackpals bisa lihat langsung evolusinya, sampai akhirnya lahir Porsche 935.

Mobil ini mengubah wajah balap Porsche lewat aerodinamika ekstrem dan desain hidung datar yang radikal. Warisan 935 kemudian dihidupkan lagi lewat 991 GT2 RS versi track-focused.

Sementara nama RSR tetap hidup di mobil balap modern bermesin water-cooled, termasuk 997 GT3 R Hybrid, sebuah prototype teknologi unik dari tahun 2010.

Mobil Impian: 964 Porsche 911 Turbo S Leichtbau

Tapi dari semua mobil yang dipajang, ada satu yang bikin jantung Blackpals langsung berhenti sedetik. Mobil impian sejati: 964 Porsche 911 Turbo S 3.3 Leichtbau.

Sekilas memang mirip 964 Turbo biasa. Lebarnya sama, velg Speedline split rim tetap ada, dan wing belakangnya masih model tea tray atau whale tail. Tapi kalau diperhatiin lebih dekat, detailnya langsung beda.

Sayap belakangnya nggak pakai gurney flap karet hitam seperti Turbo standar, diganti wing komposit satu bagian yang jauh lebih clean. Di depan fender belakang lebar, ada sepasang intake tambahan.

Dan yang paling bikin merinding, ada script di bawah pintu yang menandakan identitas aslinya. 

Jujur saja, sehebat apa pun mobil lain di Porsche Museum, mau seberapa langka atau sepenting apa sejarahnya, semuanya terasa kalah dibandingkan 964 Turbo S Leichtbau ini.

Kalau Blackpals pernah berdiri dekat mobil impian sendiri, pasti paham rasanya.Porsche Museum memang penuh harta karun otomotif dunia, tapi buat Blackpals, momen ketemu 964 itu susah banget buat dikalahkan.

Tags :

#
porsche,
#
porsche museum stuttgart,
#
museum,
#
jerman,
#
porsche 911,
#
autonews