

FEB 02, 2026@14:00 WIB | 48 Views
Segmen SUV ladder-frame makin ramai, tapi GWM datang dengan pendekatan yang agak beda. Bukan sekadar bikin mobil gagah yang irit, mereka menyuntikkan teknologi plug-in hybrid ke bodi off-roader klasik. Hasilnya adalah 2026 GWM Tank 300 PHEV, SUV yang tetap bawa DNA 4x4 sejati tapi sekarang punya torsi brutal khas mobil listrik.

Sebenarnya Tank 300 PHEV ini sejatinya akan bertarung dengan SUV PHEV lainnya. Berbeda dengan PHEV lain di Australia, GWM Klaim bisa menempuh jarak 100 KM hanya dengan EV Mode. Sebuah kemajuan pesat di tengah BBM yang begitu mahal sekali.
Masih Off-Roader Sejati
Hal paling penting dari Tank 300 PHEV sendiri merupakan SUV Ladder Frame dan itu masih mereka pertahankan di model PHEV ini. Dengan transfer Case penggerak empat roda, kemungkinan

Sistem yang dipakai bernama Hi4-T, teknologi hybrid khusus GWM untuk kendaraan off-road. Jadi bukan AWD elektrik yang mengandalkan motor di gandar belakang saja, tapi benar-benar 4x4 dengan diferensial pengunci depan dan belakang. Buat yang hobi main tanah, lumpur, atau trek berbatu, ini berita bagus.
Tenaga Gabungan 402 HP dan Torsi 750 Nm
Di balik kap, ada kombinasi mesin 2.0-liter turbo bensin dengan motor listrik khusus. Total output sistemnya tembus 402 daya kuda dengan torsi raksasa 750 Nm.
Torsi sebesar ini sangat cocok untuk angkutan kelas berat bahkan bisa towing mobil dengan bobot maksimum yang sudah ditentukan oleh GWM. Bahkan ini jadi mobil dengan
Menariknya lagi, meski sudah jadi PHEV, kemampuan kerja kerasnya tidak turun. Kapasitas towing tetap 3.000 kg, sama seperti versi bensin, diesel, maupun hybrid non-plug-in.
Pake EV Mode bisa tempuh 100 KM

Tank 300 PHEV dibekali baterai 37,1 kWh, ukuran yang tergolong besar untuk SUV PHEV. Dengan baterai ini, jarak tempuh listrik murninya diklaim mencapai 105 km (standar NEDC).
Artinya, untuk pemakaian harian dalam kota, banyak pemilik yang secara realistis bisa jarang mengandalkan mesin bensin. Konsumsi BBM gabungan pun diklaim hanya 1,9 liter per 100 km menurut pengujian laboratorium.
Soal pengisian daya, mobil ini sudah mendukung DC fast charging hingga 50 kW. Ditambah lagi ada fitur Vehicle-to-Load (V2L), jadi daya dari baterai mobil bisa dipakai untuk menyalakan perangkat luar, mulai dari peralatan camping sampai perangkat darurat.
Varian Lux dan Ultra, Fitur Tidak Main-Main
Di Australia, Tank 300 PHEV hadir dalam dua varian: Lux dan Ultra.
Varian Lux sudah cukup lengkap dengan:
Head unit 12,3 inci
Jok synthetic leather
Kursi pengemudi elektrik
Audio 9 speaker
Wireless Apple CarPlay & Android Auto
Sistem konektivitas GWM Connected Car
Naik ke Ultra, nuansanya langsung lebih premium dengan tambahan:
Jok synthetic Nappa leather
Kursi depan ventilated
Setir berpemanas
Auto parking
Sensor parkir depan
Wireless charger
Ambient light 64 warna
Secara tampilan, versi PHEV juga dibedakan lewat desain velg 18 inci khusus, plus warna eksterior opsional baru.
Harganya Bikin Menggoda Iman

Harga drive-away di Australia dimulai dari AUD 55.990 Atau Rp600 Jutaan untuk Lux PHEV dan AUD Rp640 Jutaan untuk Ultra PHEV. Ini menempatkan Tank 300 PHEV di atas varian diesel dan hybrid biasa, tapi dengan lonjakan performa dan kemampuan EV yang signifikan.
Dengan kombinasi rangka tangga, 4x4 mekanis, torsi 750 Nm, dan jarak tempuh listrik 100 km lebih, Tank 300 PHEV seperti menjembatani dua dunia. Satu kaki masih kotor oleh lumpur jalur off-road, kaki lainnya sudah melangkah ke era elektrifikasi.
Buat pasar seperti Indonesia yang doyan SUV gagah tapi mulai melirik elektrifikasi, formula seperti ini jelas menarik. Tinggal tunggu saja, kapan racikan sang badak listrik ini ikut mendarat di sini. [Adi/TimBX]