

JAN 23, 2026@14:00 WIB | 56 Views
Ducati kembali memperluas jejaknya di dunia balap Tanah Air. Bukan di aspal, melainkan di lintasan tanah. Awal 2026 menjadi momen bersejarah dengan diresmikannya Ducati MX Team Indonesia, tim motocross pertama Ducati di Indonesia yang langsung datang dengan ambisi besar: kompetitif secara nasional dan berani melangkah ke level internasional.

Inaugurasi tim ini menandai keseriusan Ducati Indonesia dalam membangun ekosistem balap off-road berstandar global, bukan sekadar proyek eksperimental.
Formasi Serius Sejak Hari Pertama

Ducati MX Team Indonesia dipimpin langsung oleh Jimmy Budhijanto sebagai Team Principal sekaligus Owner. Nama Jimmy bukan figur baru di dunia otomotif dan balap Indonesia, dan kali ini ia menyusun struktur tim dengan pendekatan jangka panjang.
Untuk urusan teknis dan strategi, Jimmy menunjuk Johny Pranata, legenda hidup motocross nasional, sebagai Team Manager. Kombinasi pengalaman lintasan dan visi pengembangan pembalap menjadi fondasi utama tim ini.
Dua pembalap yang dipercaya mengibarkan panji Ducati adalah Diva Ismayana dan Hilman Maksum. Keduanya bukan sekadar talenta muda, tetapi pembalap dengan jam terbang nasional dan internasional yang solid.
Ducati Desmo450 MX, “Permata Beroda” di Lintasan Tanah

Senjata utama Ducati MX Team Indonesia adalah Ducati Desmo450 MX, motor motocross yang membawa DNA balap Ducati ke medan off-road ekstrem.
Motor ini dibekali mesin satu silinder 449,6 cc dengan tenaga 63,5 hp dan torsi 53,5 Nm. Dipadukan rangka twin-spar aluminium, suspensi Showa berlapis Kashima, sistem pengereman Brembo, serta ban Pirelli Scorpion MX32 Mid-Soft, Desmo450 MX tampil sebagai paket balap serius, bukan sekadar motor pamer teknologi.
Yang membuatnya berbeda adalah paket elektronik khas Ducati, mulai dari Ducati Traction Control, Power Launch, Quick Shift, hingga Engine Brake Control, semua dapat dikonfigurasi melalui aplikasi X-Link. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana Ducati membawa filosofi teknologi canggih ke dunia motocross.
Untuk musim balap tertentu, Ducati juga menyiapkan Desmo450 MX Factory, versi yang lebih ringan, menggunakan knalpot titanium Akrapovič, suspensi dengan coating khusus Dark Kashima dan TiO, serta komponen factory-spec yang benar-benar ditujukan untuk kompetisi tingkat tinggi.
Prestasi Datang Lebih Cepat dari Perkiraan
Menariknya, meski baru diresmikan awal 2026, Ducati MX Team Indonesia sebenarnya sudah aktif berlaga sejak kuartal keempat 2025 sebagai bagian dari fase riset dan pengembangan.
Hasilnya jauh dari kata “uji coba biasa”. Sepanjang akhir 2025, tim ini mencatat sederet podium di berbagai Kejuaraan Nasional dan Kejuaraan Daerah. Diva Ismayana dan Hilman Maksum silih berganti naik podium, bahkan meraih kemenangan di beberapa seri penting, menunjukkan bahwa adaptasi dengan Desmo450 MX berjalan lebih cepat dari perkiraan.
Sedangkan musim 2026 nanti akan menjadi tahun pembuktian. Ducati MX Team Indonesia dijadwalkan tampil di kejuaraan internasional Thailand (FMSCT) sebagai pembuka musim, sebelum kembali fokus ke Kejurnas dan Kejurda di Indonesia pada kuartal kedua.
Targetnya tidak muluk, tapi jelas: konsisten kompetitif, memperbanyak podium, dan membangun fondasi jangka panjang untuk membawa Ducati menjadi nama besar di motocross Asia.
Jimmy Budhijanto menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya soal menang cepat, tetapi membangun karakter tim, pengembangan motor, dan kualitas pembalap secara berkelanjutan. [Adi/TimBX]