MENU
icon label
image label
blacklogo

DSC Session Final : Upgrade Tampilan Katana GX ke Versi Jimny JA 11 JDM

DEC 10, 2018@20:00 WIB | 5,261 Views

Blackxperience menghadiri acara DudukSambilCerita (DSC) session final  yang berlangsung secara DSC Live yang digelar di Mitra Terrace pada tanggal 9 Desember 2018. Pagi itu bukan cukup cerah di kawasan Mega Kuningan dan Gatot Subroto. Puluhan mobil dari berbagai komunitas datang dan mejeng di parkiran Mitra Terrace.  Mereka yang datang cukup mensupport kembalinya DSC yang cukup digemari netizen.

Kali ini ada 5 owener mobil yang akan menceritakan seluk beluk history dalam membangun mobil kesayangannya. Dari ratusan postingan yang masuk melalui instagram Goodrides, terpilihlah nama Hendy LAAS  owner Katana, Maya Inggita dengan Holden Special, Aldo R dengan BMW E36. Sedangkan 2 mobil lainnya milik  Sebastian F dengan Mitsubishi Evo 3 dan Mercy 190E milik Azka dipilih secara random untuk meramaikan DSC. Seperti episode DSC  sebelumnya, acara DSC session final ini mengupas tuntas historis modifikasi  kelima mobil tersebut dipandu oleh Adhi KZ, Dean Zen dan guest host Jujuk Margono.

Sebagai narasumber pertama, Hendy pemilik Katana GX 1997.  Sebenarnya mobil ini tidak ia inginkan menjadi miliknya, karena mobil tersebut hanya jaminan atas teman ayahnya atas dana yang telah dipinjam. Karena tidak ingin ribet, maka sang Ayah memutuskan untuk membeli mobil tersebut. Untuk arah modifikasinya, Hendy pun mulai menggali selama satu minggu, kemana arah modifikasi mobil Katana miliknya.

Hendy memutuskan mengganti tampilannya menjadi Suzuki Jimny tanpa ada keinginan bermain offroad. “Saya pilih Jimny, untuk bisa dipakai harian. Dan saya putuskan ingin membangun Jimny versi Jepang-nya. Dengan memodifikasi spotlight depan, bumper dan airscoop. Untuk menyamakan gaya tampilan Jimny JA11, saya juga mengganti atapnya menggunakan atap trepes yang sudah tersedia di aftermarket,” buka Hendy.

Pada bagian pintu belakang telah dipasang wiper mengikuti gaya Jimny JA22, namun Hendy menanggalkan tampilan ban serep di pintu belakang. Untuk menyeleraskan warna Hendy merepaint ulang mobilnya, agar warna atap dan body menjadi match.

Sektor modifikasi kaki-kakinya, Hendy menggunakan velg Jimny JA 11, dipadukan dengan sockbeker milik Fortuner untuk memberikan efek empuk dan nyaman buat harian serta jalanan yang bergelombang.

Menilik sektor interior, Hendy memutuskan kiblat ke Jimny JA22. Dengan menggunakan trim dibagian atas, dan menambahkan lampu kabin tengah. Bagian dashboard telah dimodifikasi dengan interior JA22. Dilengkapi dengan konsol tengah, serta jok yang depan dan belakang sudah dimodifikasi mirip  dengan JA22.  Seluruh part yang digunakan oleh Hendy didapatkan dari aftermarket dalam negeri dan beberapa dari Negara Malaysia.

Ukuran velg 15x7 inci milik Daihatsu Rocky, mempermanis tampilan Jimnynya. Body Katana memang tidak selebar Jimny, jadi bila dipadukan dengan ban Forceum Semi Offroad sedikit over fender dan itu cukup eye catching.

Hingga saat ini Hendy mengaku belum menyelesaikan modifikasinya, terutama sektor mesin.  Rencananya ia akan men-swap Jimny K-6 versi Turbo dan statusnya masih dipesan. Jika mesin tersebut sudah dipasang, Hendy mencoba untuk merubah menjadi 4x4. Saat ini Hendy masih mempertahankan mesin standar 1000 cc.

Akhirnya, antara Hendy dan sang Ayah telah mengeluarkan effort lebih untuk memodifikasi Suzuki Katana GX 1997 menjadi Suzuki Jimny versi Jepang, JA11. Selamat buat Hendy yang telah tampil menjadi narsum di DSC Session Final.[Ahs/timBX]

Tags :

#
#duduksambilcerita,
#
#blackauto,
#
session final,
#
goodrides