

DEC 30, 2025@11:21 WIB | 101 Views

China akhirnya memutuskan akan melarang fitur gagang pintu elektrik yang dapat ditarik ala Tesla di semua kendaraan baru mulai 2027.
Keputusan ini diambil menyusul semakin banyaknya kasus kecelakaan fatal di negeri tirai bambu tersebut.
Kecelakaan tersebut memiliki pola kesalahan yang berulang dan sama yakni penumpang yang terjebak setelah terjadi tabrakan.
Jadi, pintu langsung terkunci dan tidak bisa dibuka baik dari dalam ataupun dari luar. Dalam kasus-kasus yang terjadi, petugas keselamatan memberikan kesaksian tidak dapat membuka pintu mobil.

Berdasarkan peraturan baru di China, semua kendaraan wajib memiliki gagang pintu interior dan eksterior dengan fungsi pelepas mekanis.
Tujuannya adalah agar pintu dapat dibuka meskipun listrik padam atau kendaraan mengalami kerusakan parah.
Pada pertengahan Desember, Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasu China memasukkan usulan tersebut dalam rancangan peraturan baru.

Peraturan tersebut mewajibkan setiap kendaraan penumpang dengan berat di bawah 3,5 ton untuk menggunakan gagang pintu yang tetap berfungsi secara mekanis setelah terjadi tabrakan.
Ini akan menjadi kabar baik bagi petugas darurat, yang menghadapi tantangan yang semakin besar dalam mengevakuasi penumpang dari kendaraan listrik baru dengan cepat setelah terjadi benturan.
Larangan di China sudah pasti berdampak di seluruh dunia. Saat ini China telah menyalip Jepang sebagai pengekspor mobil terbesar di dunia, dan karena merek domestik diharuskan meninggalkan pegangan pintu di dalam negeri maka akan diperluas ke model ekspor.
Demikian pula, produsen Barat yang menjual kendaraan di China mungkin akan mengubah desain global mereka agar sesuai dengan standar baru dan merampingkan biaya produksi. [wic/timBX]