

MAY 03, 2026@18:00 WIB | 245 Views

Black Drag Bike Seri I Semarang telah usai, setiap Tim telah melakukan riset timing untuk mengejar target tertentu di setiap balapan. Sementara yang kita ketahui, secara umum untuk mengkondisikan motor bisa berjalan dengan timing yang diinginkan, maka banyak langkah, seperti halnya penyesuaian berat joki, pilihan ban, menghitung ET, dan kecepatan berapa yang dibutuhkan untuk sampai tepat waktu (waktu yang ditargetkan).
Kami mencoba menemui sebuah tim dari Padang. Aruba X Team Senyap yang memang khusus menggunakan motor listrik untuk kompetisi drag bike.

“Kami mempersiapkan 2 unit untuk mengunci target sebagai juara umum bracket. Tapi sayangnya satu unit mengalami trouble, yang tidak memungkinkan untuk bertanding. Akhirnya harus memaksimalkan motor kedua, dengan mengandalkan joki Dian Gilang Prasetyo, dragster asal Trenggalek untuk menahkodai unit motor listrik yang terbilang cukup galak, meski bukan motor utama, perjuangan menuju point tertinggi bracket, bukan sesuatu yang mudah,” ungkap Rendy, selaku elektrikal support.
Unit motor ini sudah lari di bracket 10 detik, dan bracket 9,5 detik. Secara timing cukup tipis, dan masuk podium. “Strategi yang udah kita persiapkan dengan latihan jauh-jauh hari. Męski kami sadari setting motor listrik terbilang mudah secara teknis. Motor ini sudah selesai 1.5 tahun dan berhasil juara umum bracket di event lain," tambah Rendy.

“Untuk kebutuhan bracket, kami sudah setting data secara cepat. Untuk penyesuaian balap atau unit kami sudah mapping file riset dalam bentuk MS Excel. Sebuah data base kumpulan riset kami yang sudah kami uti, kemudian kita terapkan ke ECU (Controller) melalui smartphone yang terhubung melalui bluetooth. Tak lama akan ada suara beep (notification) bahwa setingan bracket sudah diterima oleh ECU dan sudah aktif," tambahnya.
Karena Black Drag Bike 2026 kembali menggunakan sistem timing dengan Reaction Time (RT). Maka langkah kemudian, kami harus mengetahui kebiasaan joki di RT berapa disetiap lintasan.
Baca juga : Elektra Motor Raih Juara Umum Braket I dan III di Andalas Drag Series 2025
Contoh, ketika tim Amuba balap di bracket 9,5 detik, maka kontroller kami setting di 9 Detik. Sisanya menyesuaikan kebiasaan reaction time si Joki. Jika Reaction Time 500 mili second, maka diharapkan saat finişh nanti tepat di 9,5 Detik.
“Sebenarnya antara teori dan praktik ini harus dipegang oleh orqng yang ahli dibidangnya. Seperti saya memang sya lebih menguasi teknis unit. Semestra data lapangan, kebiasaan joki dan lainnya ditangani langsung oleh tim Amuba. Jadi secara peruntukan motor ini bisa main di semua kelas bracket dari 8, 8,5. 9, 9,5, 10, dan sebagainya. Kami memastikan seburuk apapun RT joki, kami pastikan kecepatan tetap bisa sanpai dengan timing yang tepat,” terang Rendy.
Team Senyap X Team Amuba Rebut Juara Umum Bracket Kedua

Melalui sang joki andalan Dian Gilang Prasetyo, tampil dalam 5 kelas bracket sekaligus, bracket 8 detik (DB10) 3 Point , bracket 8,5 detik (DB11) 9 Point, bracket 9 detik (DB12) 7 point , bracket 9,5 detik (DB13) 11 Point, dan bracket 10 detik (DB14) 10 point. Total point yang dikumpulkan Dian Gilang Prasetyo mencapai 40 Point.

"Kami menargetkan juara umum bracket Point, alhamdulillah bisa berhasil di juara umum II Bracket Point," tutup Rendy. [Ahs/timBX]