

MAY 03, 2026@23:00 WIB | 83 Views

Black Motodify 2026 Seri I yang berlangsung di Penerbad Skadron AYC 31 berlangsung cukup seru. Tidak hanya sekedar layout yang menarik, akan tetapi peserta yang colourfull. Tidak hanya mampu mengkombinasi warna yang menarik, tetapi aksen decal yang lebih berani ataupun aksen airbrush karakter helm dan robotic. Dari indikasi tersebut, ditambah meningkatnya jumlah peserta serta memainkan tema ekstrim di meetup menjadi indikator postif, bahwa Black Motodify kembali ke marwahnya sebagai trendsetter modifikasi.

Lokasi event yang ditengah cukup mendukung modifikator dari berbagai daerah merapat. Jakarta, Tangerang, Bekasi dari pihak yang mewakili Barat, Malang dan Blitar mewakili.Timur semua terkumpul di Black Motodify 2026 Seri I Semarang. Sebagian menganggap Black Motodify adalah ajang reuni bagi peserta Black Motodify era 2010 keatas.
"Kangen rasanya berkompetisi di Black Motodify. Karena saya sendiri cukup aktif di era itu menampilkan modifikasi terbaik untuk mendapatkan penghargaan terbaik. Tahun 2010 saya turun kontes di Solo,. Kali ini saya turun ya karena lebih bebas berekspresi saja,, dengan regulasi yang tidak terlalu mengikat," tutur Lutfi dari Tukang Cat Modified (TCM) Purwokerto.
Dirinya yang sering kali menghadirkan motor sport kustom malah ga punya kelas. Akhirnya turun di kelas sunmory non matic. "Dieranya 15 tahun lalu kelas sport dan FFA punya basis masa yang banyak. Kami merindukan kembali era itu," kilahnya.

Untuk ZX25R kelasnya lebih ke sunmory style, tetap dengan regulasi yang ditetapkan Black Motodify. Painting, stripping dan ban tetap menyesuaikan regulasi. Body menggunakan cat bunglon, dengan stripping body printing, malah sedikit ketinggalan ketika disandingkan dengan pola sticker decal yang punya effect 3D.
Itu yang lagi trend, beda banget dengan teknik air brush yang bila dicampur dengan 3D malah ga punya nilai. Air.brush harus mulus permukaannya.

Selain body, Lutfi mencoba memberikan sentuhan modifkasi yang unik. Knalpot titanium kustom, bak billet, dan sejumlah penyegaran nan pantas. Lutfi menganut pakem trendsettter lebih baik daripada hanya menjadi follower.
Cover clutch custom CNC, sebagai menu wajib di motor kontes. Kaliper Brembo Gold, termasuk header knalpot titanium yang dibuat custom dengan mempertimbangkan artistic dan material yang mewah.
Cover clutch custom CNC, sebagai menu wajib di motor kontes. Part lain seperti kaliper Brembo Gold, termasuk header knalpot titanium yang dibuat custom dengan mempertimbangkan artistis dan material yang mewah. "Bikin knalpot yang mewah seperti ini, perlu dibantu sama rekanan yang mau dan bisa diarahkan sesuai kemauan kita. Berani tampil beda, bereksperimen pada hal baru yang jarang orang pikir dan bisa jadi trendsetter," terang Lutfi.
Swing Arm menggunakan copotan BMW S1000, yang secara dimensi dari rangka dan jarak bisa dipastikan masuk ke ZX25R. Effortnya kita bikin prolink baru, dengan pertimbangan sudut kemiringan, agar sesuai dengan original ZX25R. "Ini sebenarnya adalah motor sunmori setiap minggu, bahkan sempat dipakai turing Purwokerto ke Jogjakarta. Finalnya night ride, jadi secara konsep adalah motor senang-senang, tetap buat bisa riding," tambahnya.
Velg OZ Racing Gold Original, ban Pirelli Rain 120/70 dan 190/55. Kaliper dan master rem Brembo. Seluruh baut titanium, painting luar dan dalam kinclong. Jadi dipastikan mulus interiornya, dan jalur kabel dibikin rapi. Workshop TCM juga menggarap motor sport lainnya, seperti Semut Ireng (basic CB150R), Ducati Monster, BWM R9T. "Motor dengan mesin kecil yang unik untuk dicustom, dan sudah show di sebuah pameran otomotif di Jepang."
ZX25R milik Zanuar ini mendapatkan penghargaan seperti Non-Matic Sunmori Motostyle - Juara 3, The Good Looking di Black Motodify 2026 seri I Semarang.
Deretan Motor Listrik Ramaikan Kelas Meet Up dan Kontes
Diantara ratusan motor yang terpampang di Black Motodify Contest 2026 kemarin, ada motor listrik yang terpampang di kelas Meet Up dan Kelas Kontes. Salah satunya Vespa Sprint yang telah mendapatkan dua penghargaan sebagai Best Vesmet dan Best Special Effect.

Dengan basic Vespa Sprint 2019, yang sudah dimodifikasi full elektrik, menggunakan BLDC Armor Shinwing 6000Watt Watercooling dan baterray 111V 75Ah. Untuk mencengkram BLDC digunakan swing arm berbahan CnC dengan anodized ungu dan finishing milling. Suspensi depan dan belakang CNC, dilengkapi triple adjuster predload, kompresi dan rebound.
Menariknya sudah dilengkapi audio sistem mengandalkan Subwoofer 8" Steg Italy dan Speaker Full range 3" Blaupunkt German. Sementara sistem pengereman pakai kaliper dean brembo 2p axial dan selang rem Hel serta master rem vespa GTS 250. Beberapa part menggunakan CNC Luigy dan brand dari 101 Factory.
Jok menggunakan Maru's Factory dan pilihan warna dari cat Taibantenk.

Motor kedua dari tim Senyap adalah Alva One tahun 2023 yang meraih Best Blink Blink di Black Motodify. Turun dikategori Meetup, sektor elektrikal menggunakan baterai 111V 65 Ah dan BLDC menggunakan 4000 watt custom ke rewinding 8000watt. Seperangkat audio system 1,5 inci dan speedometer DIY touchscreen. Velg depan Delkevic Beat custom, dengan kaliper Tramdo 4p axial dipadukan diskbrake depan Groza Vietnam style.
Terlihat headlamp dan sein full custom by ts. Shock belakang KTC custom, dengan swing arm dan Velg belakang custom dan pengereman belakang pakai kaliper rem belakang Tramdo 4P axial dan seluruh baut steinless heng.

Motor ketiga Lion SKS menang sebagai Best Stripping Concept, dan menobatkan tim Senyap sebagai Best Bike Club karena ikutsertaan yang paling banyak.

Sementara Black Motodify Kontes, tim Senyap mendapatkan dua penghargaan sebagai The Innovation pada Nmax Elektrik Hijau dan The Trendsetter Nmax pada Nmax Biru. Selamat atas pencapaian Pals. [Ahs/timBX]