

JAN 20, 2026@11:00 WIB | 108 Views
Blackpals, di era sekarang kendaraan listrik sudah bukan cuma soal ramah lingkungan atau irit biaya harian.
Mobil listrik dan motor listrik mulai masuk ke dunia modifikasi, jadi bahan ngulik baru buat para petrolhead yang doyan beda. Hal ini dibahas tuntas di podcast Blacktalks, dengan topik seru seputar modifikasi mobil EV dan motor EV.
Bukan obrolan asal-asalan, Blacktalks kali ini menghadirkan dua narasumber yang memang terjun langsung di dunia modifikasi. Ada bro Micel dari RZR Garage dan bro Edi dari Ace Ventura Racing.
Bincangannya makin hidup karena ditemani dua host langganan Blacktalks, Boy Prabowo dan Astrid Herningtyas alias Acid, yang sukses bikin suasana tetap santai tapi berbobot.
Di obrolan ini, satu hal langsung kelihatan jelas. Di zaman sekarang, kendaraan listrik bukan cuma alat transportasi, tapi sudah jadi media ekspresi.
Ada yang dimodifikasi biar tampil ganteng dan clean, ada juga yang berani ngulik performa sampai lebih kencang.
Pembahasan pertama fokus ke modifikasi motor listrik. Bro Edi komandan bengkel Ace Ventura Racing ini langsung buka obrolan dari sektor paling krusial.
“Kalau ngomong modif motor listrik, yang konsen pertama dari baterainya. Ada beberapa opsi voltase dari 12, 24, 40, 60, sampai 70 volt,” buka Edi.
Dari situ kelihatan kalau modifikasi motor listrik bukan cuma soal tampilan luar. Mainannya sudah masuk ke urusan teknis yang cukup dalam. Dan bukan cuma baterai saja yang perlu diperhatikan.
“Terus ada dinamo BLDC, AWG, kabel juga konsen. Karena semakin tinggi tegangan, kabel harus makin kuat. Ada cuan pasti lebih kenceng, karena ngoprek performa listrik itu lebih mahal,” sambung Edi yang juga seorang pembalap motor sport ini.
Artinya jelas, Blackpals. Kalau mau motor listrik lebih kencang, siap-siap juga soal budget. Modifikasi performa di kendaraan listrik punya tantangan dan biaya yang beda dibanding motor bensin.
Setelah puas bahas motor listrik, obrolan lanjut ke modifikasi mobil listrik. Di sini sudut pandangnya sedikit berbeda. Bro Micel dari RZR Garage mengungkapkan kalau modifikasi mobil listrik saat ini lebih banyak bermain di sektor tampilan.
“Kalau di mobil jarang ngulik kenceng. Pertama menyangkut garansi dan harganya udah mahal. Harga baterai rata-rata setengah harga mobil, terus garansi hilang, wah ribet,” buka Micel.
Masuk akal, karena mobil listrik punya struktur dan sistem yang jauh lebih sensitif. Salah sentuh, risikonya bukan cuma performa tapi juga nilai mobil itu sendiri.
Akhirnya, modifikasi mobil listrik lebih diarahkan ke estetika dan karakter visual.
“Bengkel gue modif lebih ke look. Body kayak repaint, widebody, kaki-kaki juga. Tapi enggak bisa ceper banget kayak mobil bensin karena baterai ada di bawah,” sambung Micel yang pakai mobil listrik modifikasi bergaya racing culture.
Dari obrolan ini kelihatan jelas kalau dunia modifikasi EV masih berkembang dan punya jalannya masing-masing.
Motor listrik lebih fleksibel buat ngulik performa, sementara mobil listrik masih bermain aman di sektor tampilan.Tapi justru di situ letak serunya, karena semuanya masih terbuka dan terus berevolusi.
Podcast Blacktalks episode ini bukan cuma informatif, tapi juga membuka wawasan soal masa depan modifikasi otomotif. Kendaraan listrik bukan akhir dari kultur modifikasi, tapi justru awal dari babak baru.
Pastinya masih banyak banget bahasan seru di episode ini. Yuk biar enggak penasaran, klik dan tonton video di bawah ini, Blackpals.
[ziz/timBX].