MENU
icon label
image label
blacklogo

Mudahnya Memodifikasi Motor Retro Klasik Kawasaki W175

FEB 28, 2018@15:00 WIB | 9,310 Views

Kawasaki Motor Indonesia belum lama meluncurkan sebuah produk barunya yang diberi nama W175. W175 adalah motor model retro. Peluncuran W175 sendiri dilatarbelakangi semakin banyaknya penggemar motor retro belakangan ini. Sebelum kemunculan W175, kebanyakan pemilik motor retro adalah mereka yang memodifikasi motornya di bengkel-bengkel custom.

Kehadiran motor bergenre retro ini memang cukup mengejutkan publik. Pasalnya Kawasaki jadi pabrikan Jepang pertama yang main di segmen ini. Salah satu alasan mengapa bikers suka motor retro adalah kita bisa mengekspresikan berbagai macam aliran modifikasi pada motor jenis ini menjadi apa yang kita inginkan atau sesuai dengan fashion dan gaya kita saat riding.



Dan Kawasaki seakan memberikan jalan untuk para bikers yang suka motor seperti ini untuk kita obrak-abrik dengan memproduksi motor yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Pada Auto Jurnal kali ini, tim Blackxperience akan bertandang ke builder motor kenamaan Baru Motor Sport (BMS) yang akan memberikan panduan langkah mudah memodifikasi Kawasaki W175 kesayangan jadi semakin ciamik.

Sebenarnya jenis-jenis custom motorbike klasik yang dikenal di dunia beberapa di antaranya ada bobber, bratstyle, café racer, chopper, cutdown, drag bike, rat bike, scrambler, streetfighter, street tracker, supermoto, tribsa, dan triton motorcycle. 

Menurut Ari, sang punggawa BMS, modifikasi W175 ala Scrambler dan Caferacer, dua aliran modif motor klasik yang sangat umum dan konsep ini masih jadi andalan yang dipakai modifikator yang bermarkas di Palmerah, Jakarta Barat ini, sehingga bisa jadi inspirasi modifikasi bagi BlackPals.

Konsep Scrambler.

Scrambler pada dasarnya adalah motor perang namun ada pula yang mengatakan bahwa motor ini merupakan motor balap khas Inggris yang balapannya di tanah terbuka dengan medan berat untuk mencapai suatu titik, kalau masa kini mungkin mirip balapan Enduro. Maka dari itu motor Scrambler biasanya memiliki stang baplang juga ground clearance dan posisi knalpot yang tinggi untuk memaksimalkan fungsi motor ini.

Untuk ban menggunakan semi offroad atau bahkan memakai ban tahu. Kemudian tanki biasanya berbentuk bulat memanjang bahkan dalam bahasa sunda sering disebut “Tanki Siki Nangka” karena bentuknya mirip biji nangka, posisinya agak mendongak / tidak datar. Lampu depan bulat dan biasanya ditambahkan semacam aksesoris penyaring.

Menariknya gaya yang diterapkan Ari ini tak menyentuh bagian mesin apalagi mengutak-atik rangka motor. Modifikasi yang dilakukan sebenarnya simpel, namun terlihat rumit dengan finishing apik. Paling terlihat adalah penggunaan ban tapak kasar, untuk melibas jalanan non aspal sekaligus. Kemudian knalpot yang berada disisi samping motor, yang merupakan ciri motor scrambler.

Lalu lampu utama masih model bulat, namun versi aftermarket yang direkomendasikan Ari ada teknologi DRL-nya (daytime running light) yang sekarang sedang trend, yang dibungkus tameng bulat. Dimensi lampunya sendiri terlihat lebih besar dibandingkan standar. Berikutnya ada setang yang dibuat lebih tinggi dan lebar. Tangki mash model tear drop bawaan motor, namun dilapis dengan krom agar terlihat mengkilap berpadu warna cokelat.

Menambah kesan motor segala medan jaman dulu, penggunaan lampu belakang bulat kecil terlihat serasi dengan konsep motor keseluruhan. Tak ketinggalan penggunaan behel untuk membawa barang ekstra.

Konsep Café Racer.

Nah, dari sekian banyak tipe modifikasi sepeda motor itu, Ari juga merekomendasikan salah satu konsep yang paling klasik dan masih sangat digemari hingga saat ini adalah café racer. Motor café racer biasanya lebih ringan dan dimodifikasi dengan tenaga ekstra untuk optimalisasi kecepatan ketimbang kenyamanan.

Dengan bodinya yang ringan, minimalis, dan handlebar-nya yang rendah; motor modifikasi yang dipopulerkan oleh para pemuda di Eropa itu lebih ideal untuk digunakan berkendara dalam kecepatan tinggi pada jarak pendek.

Untuk motor yang sudah klasik dari lahir, tidak akan sulit untuk membuat motor Kawasaki bermesin 175cc 1 silinder berpendingin udara ini menjadi sebuah motor klasik Cafe Racer. Cafe Racer adalah motor jadul yang pada masanya merupakan motor jagoan yang diusung oleh cafe untuk beradu dengan motor andalan cafe lain. Bagian stang standar yang tinggi dirubah menggunakan stang underyoke dengan beragam pernak pernik seperti spion yang terletak dijalu stang. Kemudian buritan yang nampak seperti buntut lebah.

Untuk lampu kadang menggunakan visor kadang memakai juga lampu bulat mirip dengan Scrambler. Sedangkan untuk tanki mirip dengan Scrambler punya bedanya tanki motor ini posisinya datar. Untuk bannya lebih sering memakai ban biasa karena fungsinya tadi untuk ngedrag. Pada perkembangannya cafe racer modern menjadi neo café racer.

Selain itu bagian jok standar dirubah lebih tipis dan agak rendah juga bagian spakbor belakang yang tampil makin pendek. Bagian headlamp standar pun dirubah dengan headlamp prodjie dan lampu sein LED di dalam sebuah headlamp bulat dengan cover custom khas cafe racer. Bagian ban pun bisa dibuat lebih gemuk meski masih mengandalkan velg orisinil jari-jari dari Kawasaki.

Karena Kawasaki W175 ini mudah diakses untuk dimodifikasi, biaya modifikasi  motor retro klasik ini pun semakin murah. Menurut builder kelahiran Surabaya ini, untuk konsep modifikasi Scrambler dan Caferacer cukup menghabiskan budget sebanyak Rp 5 juta—Rp 10 juta.

Namun, harga bisa lebih mahal, tergantung pada jenis bahan yang digunakan, model yang diinginkan, tingkat kerumitan, dan lama pengerjaan. Saat ini, material untuk modifikasi sudah semakin mudah diaplikasikan, karena sifatnya sudah plug in. Jadi, tinggal pasang dan dicat saja. Rata-rata pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar 1-2 pekan. Nah, bagaimana BlackPals, sekarang sudah tak ragu lagi, dong, memodifikasi Kawasaki W175 kesayangan? [bil/timBX]

Tags :

#
kawasaki,
#
kawasaki w175,
#
retro,
#
klasik,
#
auto jurnal