MENU
icon label
image label
blacklogo

BAB Makassar 2018 : Aliran Street Racing Jadi Magnet Modifikator Putra Daerah

AUG 06, 2018@13:43 WIB | 348 Views

Modifikator baru banyak bermunculan dan saling adu gengsi memamerkan garapan modifikasinya di BlackAuto Battle 2018 yang berlangsung 4 Agustus di Phinisi Point Makassar kemarin. Jeda waktu 2-3 tahun membuat pecinta car enthusiast di wilayah Sulawesi Selatan semakin banyak berbenah dan berani menunjukkan kemandirian karyanya. 


"Meski terbilang masih malu-malu bermain aliran ekstrim, mereka lebih enjoy bermain di aliran street racing yang memang memiliki ranah eksplorasi yang lebih lugas dan luas. Kategori mereka masih entry level, the King mengusung tema elegant dan ceper, namun nominasi satu dan duanya lebih mengusung gaya street racing," tutur Boy, salah satu juri BlackAuto Battle Makassar 2018.

Apabila dibandingkan dari sisi skill modifikator dengan era informasi sekarang mereka (builder dari Indonesia Timur pada umumnya) secara kemampuan sudah tidak ada jarak satu sama lain. Hal ini dipermudah dengan distribusi part-part modifikasi yang semakin mudah dicari walaupun itu di Papua misalnya.

"Part-part modifikasi  sudah gampang ditemukan, dan instalasinya semakin banyak diserap oleh modifikator lokal daerah. Mereka cukup sekali mendatangkan teknisi dan akhirnya mampu belajar secara cepat. Hal yang sama terjadi pada tukang dempul dan painting rata-rata sudah mengejar kemampuan mendekati skill di Jakarta dan daerah lain di Jawa," jelas Boy.



Melihat fakta tersebut menurut Boy, trend modifikasi jelas berubah. Mereka (modifikator lokal) sudah tidak lagi mengandalkan skill dari luar daerah. "Mobil-mobil keren yang di pajang di kontes BlackAuto Modify rata-rata hasil karya putra daerah. Tujuan kita menggelar BlackAuto Battle secara bisnis dan regenerasi SDM-nya boleh dibilang berhasil. Dari pertama kali digelar BlackAuto Battle sampai sekarang pemain (modifkatornya) sudah berbeda. Boleh dibilang modifikator senior sudah tidak main di era sekarang, atau sekitar tiga tahun silam lalu sudah tidak ikut meramaikan kontes," pungkas Boy yang mencontohkan SJM pemain lama ini saja sudah tidak berkontribusi di BAB 2018.

Range umur modifikator antara 25-35 tahun dan itu jauh dari generasi senior. Dan ini sekaligus menjadi pertanda keberhasilan regenerasi modifikator dari pemain lama ke pemain muda. Modifikator di Makassar  dan sekitarnya boleh dibilang sudah sama skillnya dengan di kota-kota besar di Indonesia. 



Kota selanjutnya yang bakal menjadi tuan rumah BAB 2018 adalah kota Solo, sebagai salsh satu trendsetter modifikasi di Indonesia. "Meski kota Solo sebagai magnet baru di dunia modifikasi, namun cukup mampu mengimbangi modifikator Yogyakarta yang tumbuh besar lebih dulu," ungkapnya. Modifikator Audio di Solo sudah mulai bagus hasil karyanya. Termasuk adanya bengkel dengan mesin dyno sudah tersedia disana.  Cukup membantu modifikator bermain dengan teknologi terkini. Untuk tuning misalnya sudah bisa menggunakan komputer, lebih mirip dengan bengkel-bengkel di Jakarta.



"Untuk modifikator yang akan turun di BlackAuto Battle Solo pada bulan Oktober mendatang, agar lebih mempersiapkan diri. Harusnya lebih dipersiapkan gebrakan lebih matang. Solo telah menjadi trendsetter modifikasi, karena setiap tahun menjadi tuan rumah daripada Yogyakarta. Alasannya, ceruk pasar di Solo lebih bagus, veneu bagus dan untuk bikin acara modifikasi menjadi ramai dan sukses memiliki kans yang besar," jelasnya.

So, BlackPals persiapkan mobil-mobil Anda dalam dua bulan kedepan, untuk melaju di BlackAuto Modify, BlackAuto Sound Loud, dan BlackAuto Dyno Test. Dan sampai jumpa di kontes modifikasi paling akbar di BlackAuto Battle Solo 6 Oktober 2018. [Ahs/timBX]

Tags :

#
blackauto battle makassar 2018,
#
review