MENU
icon label
image label
blacklogo

Review Turbulence Tegang di Udara, Kurang Nendang di Darat

APR 10, 2026@10:00 WIB | 59 Views

Kurang Nendang di Darat Memang Lebih Tegang di Udara

Bayangin ada pasangan lagi honeymoon romantis, terus naik balon udara. Menikmati pemandangan dari ketinggian. Harusnya tuh lebih intimate dan memorable kan. Tapi di Turbulance ini, semua jadi mimpi buruk dalam hitungan menit.

Premis utamanya simpel, Seorang CEO Muda dan istrinya menikmati perjalanan eksklusif bersama balon udara. Sampai tiba-tiba perempuan asing ikut dalam perjalanan mereka. Dari situlah, situasi langsung berubah jadi antara hidup dan mati dalam ruang super terbatas, keranjang balon udara.

Secara konsep sendiri setupnya kuat. Terisolasi di udara, tanpa jalan keluar dengan satu orang punya niat membunuh. Harusnya, ini bisa jadi thriller action paling intens dan bikin penonton tidak ada waktu buat napas doang. 

Sayangnya, eksekusinya nggak sepenuhnya sejalan

Dari awal, film ini cukup menjanjikan sekali. Ketegangan terbangun dengan cepat dan ada rasa "Terjebak" di ketinggian yang memang bisa saja bunuh orang secara instant. Tapi masuk ke pertengahan, ritme thrillernya itu terasa sekali mulai goyah. Maunya sih intens tapi malah selalu repetitif dan tidak ada lagi hal yang bikin kita deg-degan.

Ini yang bikin sensasi tegangnya jadi flat

Kalau mau bermain di sensasi ketegangan berkelanjutan. Seharusnya momen berbahaya di setiap segmen ini lebih natural dan terlihat momerable lho. Serta permainan eskalasi sendiri harus terpatri dengan apik juga. Sayangnya, beberapa momen penting ini terlewatkan malah cenderung datar tanpa ada sensasi adrenalin terasa sekali. 

Coba menelaah sisi karakter, problemnya pun terasa sekali. Mulai dari Jeremy Irvine sebagai tokoh utama terlalu pasif. Sehingga, dalam situasi ekstreme sendiri lebih punya kontrol, bukannya malah jadi laki pendiam dan malah ketakutan bukan? Malah cenderung jadi "Korban keadaan" daripada pusat cerita.

Sebaliknya Olga Kurylenko bisa menunjukkan konsistensi dan juga tampil all out. Karakternya punya kesan misterius dan juga tidak tahu alasannya kenapa bisa meminta uang ke Jeremy Irvine. Sedangkan Hera Hilmar malah berikan energi paling kuat dan saat konflik menuju akhir masih saja berikan kekuatan sebaliknya ke Jeremy Irvinie.

Namun, chemistry antar karakter masih terasa kurang solid. Interaksi mereka sering terasa kaku, sehingga konflik yang seharusnya personal jadi kurang emosional.

Punya Potensi Besar Tapi Begitulah

Dari sisi visual, settin balon udara sebenarnya punya potensi besar. Dari ketinggian, keterbatasan ruang dan ancaman jatuh bisa jadi elemen visual paling powerful. Cuma, film ini beneran tidak mengeksplorasi itu secara maksimal. Banyak momen yang hasilnya terasa sekali "Biasa Saja" tanpa shot yang benar-benar memorable sekali. 

Dan akhirnya, Turbulance sendiri bisa berikan pengalaman menegangkan. Tapi di momen-momen survival sendiri terasa seperti kehilangan arah. Sebenarnya lebih menarik tapi balik lagi pengembangannya cukup lebih dalam.  

Buat yang mau cari thriller berbeda, film ini masih layak dicoba. Tapi kalau berharap sesuatu yang benar-benar intens dan berkesan, Turbulence mungkin belum sampai ke level itu. [Adi/TimBX]

Tags :

#
turbulance,
#
film barat

RELATED ARTICLE