MENU
icon label
image label
blacklogo

Review The Boys Season 5 Episode Final

MAY 22, 2026@10:00 WIB | 69 Views

Tidak berkesan sama sekali

Setelah perjalanan panjang yang penuh kekerasan, sarkasme, darah, dan kebencian pada para superhero sinting, The Boys akhirnya sampai di garis finis. Kenapa serial yang terkenal karena keberaniannya justru menutup cerita dengan sesuatu yang terasa kurang nendang? Apakah Eric Kripke terlalu sibuk bermain satir sampai lupa bahwa penonton juga butuh klimaks yang benar-benar menggigit?

Di atas kertas, final The Boys seharusnya jadi ajang ledakan besar. Pertarungan terakhir antara Butcher, Hughie, dan Homelander mestinya menjadi puncak dari semua kekacauan yang sudah dibangun sejak awal. Tapi yang muncul justru terasa seperti adu pukul yang kehilangan bobot. Bahkan karakter-karakter yang selama ini dikenal punya daya hancur tinggi justru tampil seperti sedang menahan tenaga, seolah serial ini sendiri ragu untuk benar-benar melepaskan semua amunisinya.

Referensi Komik Masuk Tapi ya Cuma Selewatnya saja

Ada pula momen ketika referensi komik dimasukkan ke dalam episode final, dan di situ rasanya justru makin jelas kalau The Boys sedang menatap cermin terlalu lama. Alih-alih terasa sebagai penghormatan, referensi itu malah memberi kesan bahwa serial ini sedang sibuk mengomentari dirinya sendiri. Satir yang biasanya tajam di sini justru berbalik arah dan mengenai tubuhnya sendiri. Hasilnya? Final yang mestinya meledak malah terasa seperti ejekan yang terlambat.

Pertarungan di White House pun tidak banyak membantu. Skala konfliknya memang besar, tetapi eksekusinya tidak cukup meninggalkan bekas. Homelander yang biasanya memancarkan ancaman brutal justru terasa seperti manusia biasa yang terlalu lama dipaksa berdiri di tengah keributan. Butcher, Hughie, Mother’s Milk, hingga Soldier Boy pun tidak benar-benar diberi ruang untuk membuat momen terakhir mereka terasa monumental. Semua bergerak, tapi tidak semua meninggalkan dampak.

Yang paling mengganggu, mungkin justru bukan karena final ini benar-benar buruk. Masalahnya lebih ke rasa “itu saja?” setelah tujuh tahun mengikuti serial ini. Untuk sebuah penutup, The Boys seperti terlalu nyaman menjadi The Boys. sinis, keras, dan penuh komentar sosial sampai lupa bahwa penonton juga menunggu sesuatu yang lebih dari sekadar komentar. Saat serial lain biasanya menutup cerita dengan ledakan emosional, The Boys justru menutupnya dengan senyum miring yang sedikit terlalu datar.

Respon Penonton beneran Terbelah

Respon penonton pun terbelah. Rasanya terbelah dari sisi penutup serial ini terasa sekali banyak konklusi namun menyelesaikan Homelander hanya dengan 4 menit saja buat sebagian besar adalah bentuk olokan dari Kripke ke seluruh fans superhero termasuk fans The Boys. 

Belum lagi, banyak karakter dari Gen-V yang sebenarnya punya potensi mematikan Homelander atau sekedar mencoba untuk bantu Butcher, Ryan dan Kimiko. Sayangnya cuma jadi pemeran pembantu namun itu lagi perannya sangat kurang mencolok. Malah cenderung "Cuma Jadi itu doang?" Sayang sekali kemampuan supernya tidak pernah keluar di The Boys final ini. 

Pada akhirnya, The Boys tetaplah serial yang berani, liar, dan tidak pernah takut mengolok-olok siapa pun. Tapi justru karena itulah finalnya terasa agak menyebalkan: serial ini begitu pandai menghina dunia hiburan, sampai-sampai penutupnya sendiri ikut kena semprot. Satirnya tetap ada, tapi dampaknya tidak lagi sedalam dulu. [Adi/TimBX]

Tags :

#
the boys,
#
the boys season 5