

MAR 27, 2026@18:00 WIB | 100 Views

Dunia otomotif dan film kembali bersinggungan lewat Drifter, proyek terbaru dari Sung Kang yang tidak hanya berperan sebagai aktor, tapi juga duduk di kursi sutradara. Kali ini Sung Kang sendiri hadirkan sebuah Film tentang dunia balap. Namun dari POV yang berbeda jauh dari Fast & Furious.
Berbeda dengan film balap kebanyakan yang fokus dengan aksi dan kecepatan. Drifter sendiri bawa pendekatan yang lebih personal dan gabunkan beberapa elemen. Mulai dari kompetisi, karakter para drifter dan juga kultur duna drifting yang selama ini orang tidak tahu seperti apa sih kehidupan di dunia balap ini.
Bukan Sekadar Balapan

Drifter menceritakan seorang petugas kebersihan di sebuah sirkuit balap di kota gurun yang terisolasi. Di balik pekerjaannya yang sederhana, ia menyimpan bakat alami dalam drifting, namun satu sisi kehidupan masa lalu yang kelam menjadikan dirinya menjauh dari dunia tersebut. Namun juga membawa masa lalu yang kelam.
Saat itulah kesempatannya masuk ke kompetisi Drifting itu sendiri membuka jalan barunya di dunia otomotif. Hal ini juga jadi kesempatannya untuk hadapi rasa trauma dan bangun kesempatan terbaik di dunia balap. Kali ini bukan hanya kecepatan saja, melainkan bagaimana kita bisa jadi yang terbaik dengan skill dan juga chance untuk melihat masa depan.
Kombinasi Aktor dan Figur Otomotif

Jelas, Sung Kang adalah sosok yang selama ini menggaungkan film Drifter. Tetapi selama itulah ia mencoba untuk gabungkan dunia dan passionnya di otomotif jadi sebuah film yang membahas car culture dengan kisah yang sesuai keinginan petrolhead selama ini. Aktor yang tampil di film ini cukup oke,
Menariknya, Drifter juga melibatkan figur dari dunia otomotif dan drifting, membuat film ini terasa lebih autentik dibanding film balap pada umumnya.
Representasi Kultur Drifting
Salah satu highlight dari Drifter adalah penggunaan mobil ikonik seperti Toyota AE86 yang menjadi simbol kuat dalam dunia drifting. Ini bukan sekadar properti film, tapi bagian dari identitas yang memperkuat koneksi dengan car culture global.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Drifter tidak hanya ingin terlihat keren di layar, tapi juga ingin diakui oleh komunitas otomotif itu sendiri.
Kenapa Drifter Layak Ditunggu
Drifter hadir di saat industri film mulai jenuh dengan formula lama. Alih-alih sekadar menjual aksi, film ini mencoba membawa sesuatu yang lebih dalam—emosi, identitas, dan koneksi terhadap kultur.