

FEB 24, 2026@11:35 WIB | 178 Views
Fenomena urban legend internet akhirnya resmi naik kelas ke bioskop lewat The Backrooms, film horor produksi A24 yang mengadaptasi konsep viral tentang dimensi tersembunyi di balik realitas. Sutradarai oleh kreator muda Kane Parsons, yang sebelumnya membuat serial pendek Backrooms dan langsung viral di YouTube, film ini menjadi salah satu proyek horor paling banyak orang tunggu menuju 2026.
Sinopsis Backrooms

Film ini mengikuti kisah seorang terapis yang harus menghadapi fenomena tak masuk akal ketika salah satu pasiennya tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Investigasi membawa sang terapis pada kemungkinan mengerikan: pasien tersebut mungkin “terjatuh” ke dimensi lain yang dikenal sebagai Backrooms. Sebuah dunia paralel berupa lorong-lorong tak berujung, ruangan kosong berlampu neon, dan ruang kantor tak berpenghuni yang terasa familiar namun sangat salah.
Saat mencoba menyelamatkan pasiennya, sang terapis dipaksa memasuki Backrooms, sebuah tempat yang tidak mengikuti hukum realitas normal. Di dalamnya, ruang terus berubah, arah menjadi tidak pasti, dan waktu terasa kabur. Lebih buruk lagi, Backrooms bukan sekadar ruang kosong: ada sesuatu yang hidup di dalamnya, mengintai dalam sunyi, menunggu siapa pun yang tersesat terlalu jauh.
Backrooms itu kaya Thriller Penuh Imajiner

Berbeda dari horor konvensional yang mengandalkan jumpscare, The Backrooms menekankan atmosfer ketidaknyamanan psikologis. Ketakutan dibangun dari rasa kesepian ekstrem, repetisi ruang yang membingungkan, serta sensasi terjebak di tempat yang terlihat biasa tetapi terasa asing. Konsep ini berasal dari mitos internet tentang “noclipping” dari realitas kemudian jadi sebuah ide bahwa seseorang bisa tiba-tiba keluar dari dunia nyata dan masuk ke lapisan ruang tersembunyi yang tak memiliki jalan pulang.
Film ini juga diperkuat jajaran aktor internasional, termasuk Chiwetel Ejiofor dan Renate Reinsve, yang membantu membawa proyek berbasis budaya internet ini ke level produksi mainstream. Dengan dukungan A24, film ini diprediksi tetap mempertahankan estetika liminal khas versi YouTube-nya, namun dengan kualitas visual dan storytelling yang lebih sinematik.
Bukan Horor seperti biasanya

The Backrooms bukan hanya film horor tentang monster atau dimensi lain, tetapi juga eksplorasi rasa takut modern. Ketakutan terhadap ruang anonim, isolasi, dan hilangnya arah di dunia yang seharusnya familiar. Dari creepypasta sederhana hingga produksi layar lebar, Backrooms menunjukkan bagaimana mitos digital bisa berkembang menjadi cerita horor generasi baru.
Bagi penonton yang menyukai horor atmosferik, psychological horror, dan cerita misteri dengan dunia konseptual unik, The Backrooms berpotensi menjadi salah satu rilisan horor paling menarik tahun ini. [Adi/TimBX]