

JUL 09, 2014@17:30 WIB | 1,436 Views
Valentino Rossi sumringah setelah sepakat untuk menandatangani kesepakatan bersama tim Yamaha Factory untuk melanjutkan kerjasama selama dua tahun kedepan, dengan umur Rossi yang sudah memasuki usia kepala tiga, bisa jadi Rossi akan mengakhiri karir sebagai pebalap Yamaha. Dengan peremajaan kontrak tersebut maka pebalap asal negeri Pizza Italia ini akan bersaing sampai akhir musim 2016, tentunya dengan beberapa aturan baru seperti penyuplai ECU tunggal dan juga ban Michelin yang mengambil alih kendali sebagai pemasok ban dari Bridgestone.
Sejumlah rekor telah dipecahkan oleh pebalap berjuluk The Doctor ini, kini seiring bermunculan pebalap baru seperti Marc Marquez khususnya rekor sang legenda hidup tersebut mulai tergerus. Rossi telah meraih gelar juara dunia dikategori kelas 125cc, lalu dikelas 250cc dua musim selanjutnya, dan ia meraih gelar pertamanya dikelas para raja pada tahun 2001 yang kala itu masih menggunakan mesin teknologi 2 tak dengan motor NSR 500cc.
Masuk ke era 4 tak Rossi yang masih membela panji Honda Repsol mulai memperkenalkan mesin V5 empat stroke berkode RC212V, dengan mesin Honda Rossi melejit sendirian dan tidak terkalahkan, lalu dengan teknologi mesin empat silinder segaris milik Yamaha Factory berkode YZR-M1 Rossi melenggang bebas menyabet dua gelar juara dunia.
Kedatangan Jorge Lorenzo kedalam tim Yamaha awalnya tidak menyulitkan bagi Rossi, emosi Lorenzo yang masih cenderung labil membuat pebalap Spanyol tersebut beberapa kali gagal menyelesaikan lomba akibat terjatuh dari motornya. pada tahun berikutnya nasib sial menimpa Rossi, cedera patah kaki yang dialaminya membuat ia harus absen cukup lama dan pimpinan klasemen diambil alih kompatriotnya. Jorge Lorenzo sukses menjadi juara dunia pada tahun 2010.
Kemenangan Lorenzo membuat Rossi mengambil keputusan untuk hengkang ke tim Ducati pada tahun berikutnya, pilihan Rossi sesuai dugaan para pengamat, ia gagal total bersama tim Ducati. Tercatat Rossi hanya tiga kali naik podium dalam dua tahun kebersamaan dengan tim yang dominan warna merah tersebut. Hal itulah yang membuat Rossi akhirnya memutuskan kembali bersama Yamaha pada tahun 2013.
Langkah Rossi tidaklah mulus seperti kala pertama ia pindah ke Yamaha, banyak pendapat yang berkembang dimedia bahwa Rossi sudah habis, kejutan terjadi ketika Rossi memutuskan kerjasama dengan kepala mekaniknya selama ini yakni Jerry Burgess lalu digantikan oleh Silvano Galbusera. Meskipun prestasi Rossi sedang surut namun dirinya tetap menjadi pebalap paling populer dan paling dikenal di MotoGP.
Selama 17 tahun Rossi berkarier didunia balap khusus saat dikelas para raja atau lebih dikenal MotoGP, agak sulit bagi pebalap manapun untuk menyamai prestasi Rossi dalam perspektif yang sama. Bahkan Marc Marquez sekalipun harus membalap hingga akhir musim 2029 untuk mengalahkan Rossi. [dw/timBX]