

MAR 30, 2026@10:00 WIB | 2 Views
Dalam ajang Balapan Motor di Circuit of America pun, pebalap Indonesia seperti Dimas Ekky, Mario Aji dan Veda Ega Pratama harus merasakan kerasnya aspal COTA. Bukan semata kesalahan mereka, tetapi betapa teknikal dan juga kemampuan motor untuk melahap sirkuit dengan belokan yang terasa sekali berbeda di beberapa sirkuit di MotoGP.

Dimas Ekky adalah korban pertama dari sirkuit COTA. Membalap bersama NITI Racing di ajang perdana balapan Bagger World Series. Posisi 8 dan masuk radar poin tapi sayangnya, Dimas harus merasakan High Side di tikungan akhir dan lurusan menjelang garis finish. Sebuah kesalahan namun pastinya sulitnya menaklukkan Trek sekelas COTA ini untuk rider Indonesia.
Selain itu, Mario Aji juga rasakan hal yang sama namun menjelang 1 lap dan bisa mendapatkan poin pun langsung saja pupus begitu saja.
Veda Ega Pun Sama

Veda Ega sendiri pun bernasib sama di ajang balapan ini. Sudah masuk di barisan Top 10 pun akhirnya ia mencoba untuk push limit motornya. Namun, apa daya malah tergelincir juga. Mungkin inilah yang membuat Veda Ega harus tersingkir di ajang balapan Moto3 2026 di COTA.
Pertanyaannya, apakah sirkuit ini tergolong sulit untuk banyak pebalap taklukan? Atau memang sangat teknikal, sehingga butuh kemampuan lebih untuk mengenal mana area yang bisa mereka pacu dan bisa lewati secara off-limit. Lantas, apakah ini masalah sirkuit yang terus-menerus mereka gaungkan?
Aspal Bumpy serta Tikungan Extreme

Saking extreme-nya, banyak sekali pebalap yang harus gagal finish. Namun itu semua belum berarti tatkala harus menaklukkan layout sirkuit dengan tikungan ekstrim dan juga beban pebalap dengan menikung terus lakukan gerakan ekstrim itu sendiri membuat beban pebalap pun akan bertambah besar.
Ini terjadi di sektor 1 terutama di tikungan 11 tepat Veda Ega terjatuh. Dimana tikungan 11 punya karakter paling sulit bahkan menguras tenaga para pebalap. Karena satu sisi harus lakukan pengereman, satu sisi lagi harus bisa buka gas untuk memacu motor.
Masalahnya, kalau terlalu buka gas kebesaran pun langsung kesulitan buat kendalikan motornya. Dan akibatnya terjadi high side. Rasanya kaya mencoba untuk push the limit tapi malah berujung crash lagi. Setidaknya ini jadi pelajaran
Hal ini bisa jadi pembelajaran kalau COTA punya keunikan tersendiri. Mungkin pengalaman inilah bisa jadi pelajaran bagi pebalap Indonesia dengan karakter COTA yang terkenal Bumpy sekali.