MENU
icon label
image label
blacklogo

Sabrina Sameh: Juara Di Thailand Itu Pertama dan Terakhir

JUL 16, 2018@04:50 WIB | 1,050 Views

Keseruan juga masih berlangsung di What’s Up Cafe, Kota Manado. Sebelum nobar MotoGP dimulai, Sabrina Sameh berbagi cerita tentang kesibukan dan kegemarannya mengenai motor kepada para komunitas yang hadir di BLACKNATION MEET UP 2018. Di BLACKNATION MEET UP 2018 Manado, ia juga mendukung pembalap kesayangannya, Valentino Rossi.

(Sabrina sharing bersama komunitas motor Kota Manado di BLACKNATION MEET UP 2018)

Pembalap muda ini menceritakan awalnya menyukai dunia motor dan balapan. Awalnya ia menyukai motor sejak kelas 5 SD. Bibit sebagai pembalap dalam dirinya ada dari kecil hingga saat ini.

“Ia, aku suka motor dari kelas 5 SD. Waktu itu keluarga juga punya bengkel, terus ibu juga suka motor. Tapi kalau papa enggak, papa orangnya kalem,” ujar Sabrina.

Bagi perempuan berumur 24 tahun ini, dunia balap di Indonesia masih kurang dukungan dari pemerintah. Banyaknya talenta pembalap di Indonesia dikatakannya tidak di support.

(Saat ini dara berusia 24 tahun ini masih sibuk mengumpulkan prestasi dalam bidang balapan)

“Di Indonesia masih kurang dukungan dari pemerintah. Kalau balapan harus keluar uang sendiri. Saya sendiri ketika bertanding harus mencari biaya sendiri,” katanya.

Ditanya lebih lanjut mengenai bibit pembalap MotoGP di Indonesia, Sabrina mengatakan kemungkinan 3-4 tahun ke depan akan ada bibit pembalap muda MotoGP dari Indonesia. Jika ditanya mengenai komunitas motor, Sabrina hingga kini belum mengikuti komunitas apa pun.

“Sampai sekarang aku belum mengikuti komunitas apa pun. Tapi kalau tinggal di Manado mungkin aku ikut BMC, hehe,” kata Sabrina.

Berbicara mengenai motor, pembalap muda ini mengatakan sangat menyukai motor dengan body standar daripada membongkar atau mengganti part lainnya.

(Sabrina dan komunitas BMC Manado)

“Kalau aku punya motor, aku lebih menyukai model standar full buat bagian luarnya. Paling untuk modif ke bagian mesinnya, lebih kencang gitu,” katanya.

Meskipun berprofesi sebagai pembalap, Sabrina juga memiliki idola pembalap tanah air lho!

“Saya mengidolakan Fadli. Karena, meskipun sudah pernah patah kaki, namun ia tetap tidak berhenti dari dunia balap. Semangatnya itu aku suka," lanjut Sabrina.

Saat ini, dara berumur 24 tahun ini masih mengumpulkan prestasi di dunia balapan. Tahun depan, ia akan berencana untuk melanjutkan studinya. Mengenai kisah prestasinya, ia menceritakan kalau pengalaman terbaiknya ketika menjuarai balapan internasional di Thailand.

“Pengalaman paling indah pas juara di Thailand, dan itu pertama dan terakhir buat ku," kata Sabrina.

Ia mengaku bahwa butuh banyak dukungan dana untuk dapat berangkat ke kompetisi kelas internasional. Ia juga berharap agar pemerintah mendukung talenta pembalap muda di Indonesia. Stigma negatif pun pernah dialami karena hobinya mengendarai motor. Tapi, kata dara cantik ini, tips dirinya adalah dengan cara menunjukkan prestasi dari hobinya tersebut agar membuat orang lain juga bangga.

Di akhir wawancara, ia juga mengatakan bahwa teruslah mencapai passion dan keinginan para pembalap di Indonesia, khususnya penyuka motor di acara BLACKNATION MEETUP 2018 Manado.[prm/timBX]

Tags :

#
blacknation meet up 2018,
#
bmc,
#
manado