MENU
icon label
image label
blacklogo

Svasti Manggalia : Svas Living

SEP 26, 2016@18:27 WIB | 1,589 Views

Salah satu karya seni sandang yang menjadi ciri khas bangsa kita adalah batik. walau hampir semua daerah di Indonesia memiliki ciri khas batik, namun tidak dapat disangkal seni batik yang paling terkenal adalah batik dari tanah Jawa. Ada beberapa kota yang menjadi ikon batik nasional seperti Pekalongan, Solo, dan Yogyakarta.

Menyebut kota Jogja, kota yang terkenal dengan santapan gudeg dan kental dengan budaya tradisional ini ternyata tidak hanya memiliki kerajinan sandang batik saja melainkan juga tenun. Tenun? Ya ternyata dahulu di pinggiran kota Jogja banyak pengrajin tenun tradisional yang masih menggunakan alat tenun bukan mesin, namun sayangnya kesenian ini hampir tenggelam.

Menyadari hal ini Svasti Manggalia tergerak untuk menghidupkan kesenian kain tradisional tersebut kembali. Svasti Manggalia, wanita cantik kelahiran Yogyakarta ini adalah pemilik Svas Living. Svas Living adalah label home and living yang memadukan kerajinan lokal dengan kesempurnaan naluri fashion.

Fokus kepada barang yang digunakan di dalam rumah, produk Svas Living meliputi karpet, selendang, bantal, keranjang serbaguna, kimono, baju dalam, celana pendek santai, penutup mata, dan sandal. Seluruh produk ini memiliki ciri khas paduan bahan tenun dengan warna natural nan lembut.

Terinspirasi dari hasil diskusi dengan ibunda, Svasti yang merupakan lulusan UNSW dan sekolah fashion ESMOD, berniat untuk membuat brand sendiri. Untuk melestarikan warisan budaya serta memberikan identitas brand, Svasti memilih kerajinan tenun sebagai jiwa dari produk Svas Living. Kebetulan nenek dari Svasti memiliki workshop tenun, hal tersebut semakin menguatkan hasrat kreatif perempuan penyuka kucing ini.

Berpengalaman sebagai fashion stylist, Svasti memegang kendali gaya pada produk keluarannya. Untuk membuat produk Svas Living, Ia bekerjasama dengan pengrajin tenun lokal dan pengrajin barang lainnya. Svasti menyampaikan "Untuk pola, aku desain sendiri, warna-warna sengaja aku pasang lembut agar cocok di desain rumah gaya apapun, juga lebih everlasting."

Ia melanjutkan, "bahan yang kami gunakan hampir semuanya alamiah, mulai dari bahan benang katun, hingga sekaligus pewarnaannya, semua organik." Untuk pemasaran, Svasti awalnya mulai dari mulut ke mulut, lalu titip barang ke toko, hingga kini lewat sosial media. 

Masing-masing produk dibuat unik dan berkarakter, menjadikan produk Svas Living ideal bagi yang gemar dengan gaya minimalis dan lembut. Kini produk Svas Living dapat ditemui di delapan store yang tersebar di Bali dan Jakarta. Svasti secara kreatif berhasil mengangkat kesenian tenun yang hampir punah dan memadukannya dengan citarasa modern fashion. 

Kini ia sedang merombak workshop tenun miliknya, dan terus merekrut pengrajin agar kesenian tenun Jogja tetap lestari, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. "Kreatif adalah way of living, mencari ide, menemukan solusi, di situ ada action, mewujudkan ide yang ada di kepala menjadi sebuah produk nyata." [leo/timBX]